Arsip Tag: karir dosen

Edisi Lengkap dan Terbaru Jurnal Terakreditasi Dikti (Update 9 Juli 2018)

Dear rekan-rekan semua, bersama ini saya posting Jurnal Elektronik Terakreditasi edisi I 2018. Nah untuk kali pertama jurnal terakreditasi menggunakan sistem peringkat, I-6 dengan ratusan jurnal masuk ke dalam kategori terakreditasi.

Screenshot 2018-07-20 09.29.16Screenshot 2018-07-20 09.29.27

Mangga disimak

Baca lebih lanjut

Iklan

Presentasi Permendikbud 92 2014 Juknis PAK Dosen

Presentasi bisa didapatkan di sini.

Baca juga
Presentasi Dikti Pengembangan Karir Dosen Menuju Universitas Berdaya Saing Tinggi
Presentasi Peraturan Bersama Dikti & BKN Ketentuan Pelaksanaan Penghitungan Angka Kredit Jabatan Akademik Dosen
Presentasi PermenpanRB 17 2013 & 46 2013 by Dikti
Presentasi Permendikbud 92 2014 Juknis PAK Dosen
Presentasi Terbaru Dikti Pedoman Operasional Jabatan Akademik Dosen

Presentasi Peraturan Bersama Dikti & BKN Ketentuan Pelaksanaan Penghitungan Angka Kredit Jabatan Akademik Dosen

File bisa didapatkan di sini.

Baca juga
Presentasi Dikti Pengembangan Karir Dosen Menuju Universitas Berdaya Saing Tinggi
Presentasi Peraturan Bersama Dikti & BKN Ketentuan Pelaksanaan Penghitungan Angka Kredit Jabatan Akademik Dosen
Presentasi PermenpanRB 17 2013 & 46 2013 by Dikti
Presentasi Permendikbud 92 2014 Juknis PAK Dosen
Presentasi Terbaru Dikti Pedoman Operasional Jabatan Akademik Dosen

Presentasi PermenpanRB 17 2013 & 46 2013 by Dikti

 

Presentasi dapat didownload di sini

Baca juga
Presentasi Dikti Pengembangan Karir Dosen Menuju Universitas Berdaya Saing Tinggi
Presentasi Peraturan Bersama Dikti & BKN Ketentuan Pelaksanaan Penghitungan Angka Kredit Jabatan Akademik Dosen
Presentasi PermenpanRB 17 2013 & 46 2013 by Dikti
Presentasi Permendikbud 92 2014 Juknis PAK Dosen
Presentasi Terbaru Dikti Pedoman Operasional Jabatan Akademik Dosen

Presentasi Dikti: Pengembangan Karir Dosen Menuju Universitas Berdaya Saing Tinggi

<

File bisa juga didownload di sini.

Baca juga
Presentasi Dikti Pengembangan Karir Dosen Menuju Universitas Berdaya Saing Tinggi
Presentasi Peraturan Bersama Dikti & BKN Ketentuan Pelaksanaan Penghitungan Angka Kredit Jabatan Akademik Dosen
Presentasi PermenpanRB 17 2013 & 46 2013 by Dikti
Presentasi Permendikbud 92 2014 Juknis PAK Dosen
Presentasi Terbaru Dikti Pedoman Operasional Jabatan Akademik Dosen

Presentasi Terbaru Dikti Pedoman Operasional Jabatan Akademik Dosen

<
Filenya bisa didownload di sini juga.
Baca juga
Presentasi Dikti Pengembangan Karir Dosen Menuju Universitas Berdaya Saing Tinggi
Presentasi Peraturan Bersama Dikti & BKN Ketentuan Pelaksanaan Penghitungan Angka Kredit Jabatan Akademik Dosen
Presentasi PermenpanRB 17 2013 & 46 2013 by Dikti
Presentasi Permendikbud 92 2014 Juknis PAK Dosen
Presentasi Terbaru Dikti Pedoman Operasional Jabatan Akademik Dosen

Loncat Jabatan dalam Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen

Apakah dimungkinkan dosen melakukan loncat jabatan?

Ya, bagi mereka yang berprestasi, dimungkinkan sekali seorang dosen melakukan loncat jabatan baik dari asisten ahli ke Lektor Kepala maupun Lektor langsung ke Guru Besar (PermenPAN 46 2013 Pasal 26 (4) . Jurnal internasional bereputasi menjadi syarat yang terpenting. Artinya, semakin produktif anda menghasilkan publikasi di jurnal internasional, semakin cepat karier anda sebagai dosen.

Selengkapnya perhatikan tabel di bawah ini :

Screenshot 2014-08-05 12.51.28

Sumber: Jabatan Karir Dosen, Sesuai dengan PermenPAN dan RB No. 17 Tahun 2-13 Jo. No. 46 Tahun 2013 oleh Biro Kepegawaian kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Perhatikan, bahwa semakin anda produktif menulis di jurnal internasional bereputasi, maka semakin cepat karir anda di dunia akademik. Simak bagaimana perjalanan menjadi Guru besar dari beberapa dosen muda di sini. 

Silahkan pelajari juga di link berikut, apa itu jurnal internasional bereputasi dan juga kepatutan dalam penilaian hasil penelitian. 

Tulisan lain:

1. Panduan Memulai Berkarir Sebagai Dosen di Indonesia Jika Anda Bergelar Doktor

2. Menjadi Dosen di Indonesia

Sumber:

1. Permenpan RB 17 2013

2. Permenpan RB 46 2013

3. Jabatan Karir Dosen, Sesuai dengan PermenPAN dan RB No. 17 Tahun 2-13 Jo. No. 46 Tahun 2013 oleh Biro Kepegawaian kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

 

Edaran Dikti Soal Linieritas

Saya banyak mendapat pertanyaan soal linieritas. Ini memang hal yang sulit dijelaskan, karena pada prakteknya ada banyak pendapat dan keputusan subyektif di lapangan.
Tapi baru saja Dikti mengeluarkan Surat Edaran tentang hal tersebut, semoga sedikiti memberi pencerahan buat kita bersama. Mangga disimak ya:

Penilaian Jurnal Ilmiah dalam Karir Dosen

Menerbitkan artikel ilmiah merupakan ujung dari sebuah penelitian. Artinya, hasil sebuah penelitian bisa dibaca, dirujuk, didukung atau disanggah oleh peneliti yang lain. Penelitian terapan selanjutnya malah bisa diimplementasikan, baik sebagai produk atau kebijakan.

Menerbitkan di jurnal ilmiah merupakan salah satu pilihan yang baik. Dalam aspek karier, jurnal ilmiah merupakan komponen yang amat berharga, menentukan laju atau mandeknya karier seorang dosen. Setiap tahapan kenaikan jabatan akademik dosen mensyaratkan dimilikinya artikel di jurnal ilmiah. Semakin tinggi karier dituju, semakin sukar.

Untuk menjadi Profesor misalnya, jurnal internasional bereputasi menjadi syarat mutlak. Perhatikan pasal 10 ayat 3 Permenpan 46 2013 yang menyempurnakan permenpan 17 2013:

c. Profesor harus memiliki:

1) ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat;

2) paling singkat 3 (tiga) tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3);

3) karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi; dan

    4) memiliki pengalaman kerja sebagai dosen paling singkat 10 (sepuluh) tahun.

4) Dosen yang berprestasi luar biasa dan memenuhi persyaratan lainnya dapat diangkat ke jenjang jabatan akademis dua tingkat lebih tinggi atau loncat jabatan.

(5) Dikecualikan paling singkat 3 (tiga) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c angka 2), apabila Dosen yang bersangkutan memiliki tambahan karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi setelah memperoleh gelar Doktor (S3) dan memenuhi persyaratan lainnya.

(6) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) diatur oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (pasal 10 ayat3 )

Karena itulah, memahami apa itu jurnal dan berbagai kasta dalam jurnal menjadi penting. Menurut penulis, pengkastaan jurnal-jurnal ini bisa diperdebatkan, namun nampaknya Dikti memiliki standar tersendiri.

Jurnal atau berkala ilmiah atau majalah ilmiah yang selanjutnya disebut sebagai jurnal adalah bentuk terbitan yang berfungsi meregistrasi kegiatan kecendekiaan, mensertifikasi hasil kegiatan yang memenuhi persyaratan ilmiah minimum, mendiseminasikannya secara meluas kepada khalayak ramai, dan mengarsipkan semua temuan hasil kegiatan kecendekiaan ilmuwan dan pandit yang dimuatnya. Untuk proses penilaian karya ilmiah dalam jabatan akademik dosen jurnal dibedakan menjadi:

  • Jurnal nasional
  • Jurnal nasional terakreditasi
  • Jurnal internasional
  • Jurnal internasional bereputasi

Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan
  2. Memiliki ISSN
  3. Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Inggris, Perancis, Arab, Rusia, dan Cina)
  4. Memiliki terbitan versi online
  5. Dikelola secara profesional
  6. Editorial Board (Dewan Redaksi) adalah pakar di bidangnya dan biasanya berasal dari berbagai negara.
  7. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam satu issue berasal dari penulis berbagai negara
  8. Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari berbagai negara dalam setiap penerbitannya
  9. Terindek oleh database internasional bereputasi, Scopus dan Web of Science, Microsoft Academic Search

Ada beberapa catatan tentang Jurnal Internasional, bisa dibaca di draft pedoman operasional PAK:

  1. Jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional dengan kriteria tambahan terindek oleh database internasional bereputasi   (Scopus , Web of Science, MAS) dan mempunyai faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau Scimago Journal Rank (SJR). Jurnal ini mempunyai urutan tertinggi dalam penilaian karya ilmiah dengan nilai maksimal 40
  2. Jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional pada butir 7 dan terindek oleh database internasional bereputasi (Scopus dan Web of Science) namun belum mempunyai faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau Schimago Journal Rank (SJR) menempati urutan kedua dalam penilaian dengan nilai maksimal 30.
  3. Jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional yang belum terindek pada database internasional bereputasi (Scopus, Web of Science, MAS) namun telah terindek pada database internasional seperti DOAJ, CABI, Copernicus, Ebscho dapat dinilai sebagai jurnal internasional dengan nilai maksimal 20.
  4. Publikasi pada Jurnal internasional edisi khusus/suplemen atau jurnal ilmiah nasional terakreditasi edisi khusus/suplemen yang memuat artikel yang disajikan dalam sebuah seminar/simposium/lokakarya dapat dinilai sama dengan jurnal edisi normal (bukan edisi khusus) namun tidak dapat digunakan untuk memenuhi syarat publikasi kenaikan jabatan akademik. Perlu ditekankan, edisi khusus/suplemen ini harus diproses seperti pada penerbitan non edisi khusus (terbitan normal) dan memenuhi syarat-syarat karya ilmiah.

Ringkasnya bisa dilihat di bawah ini:

Screenshot 2014-11-12 18.52.49

Catatan Lain:

  • Proses penilaian jurnal yang hanya mempunyai edisi elektronik disamakan dengan kriteria jurnal yang berlaku (tidak dibedakan).
  • Artikel dalam jurnal nasional tidak terakreditasi yang terindeks oleh DOAJ dinilai maksimal 15.
  • Jurnal nasional yang tidak memenuhi kriteri jurnal nasional disetarakan dengan publikasi pada proseding yang tidak didesiminasikan pada suatu seminar atau yang lainnya.
  • Jurnal ilmiah yang walaupun ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat-syarat sebagai jurnal ilmiah internasional, disetarakan dengan jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi.

Oh ya, perhatikan juga aturan batas kepatutan di sini. Kemudian, ada kabar gembira, buah manggis sudah ada ekstraknya bahwa publikasi di jurnal internasional dan jurnal nasional terakreditasi bisa dipakai untuk pengajuan angka kredit, silahkan dilihat di sini.

Bacaan terkait:

1. Jurnal Terakreditasi Dikti Edisi Lengkap

2. Jurnal yang diragukan Dikti

Sumber:  draft pedoman operasional PAK

Panduan Karir Dosen terbaru

Berikut slide panduan karier dosen terbaru dari Dikti. Monggo disimak atau kalau perlu didownload. Monggo disimak juga: 1. Panduan Memulai Berkarir Sebagai Dosen di Indonesia Jika Anda Bergelar Doktor 2. Panduan Memulai Berkarir Sebagai Dosen di Indonesia Jika Anda Bergelar Master 3. Mari Menjadi Guru Besar 4. Menjadi Dosen di Indonesia

Panduan Berkarir Sebagai Dosen Jika Anda Bergelar Master

  • Anda akan diangkat menjadi PNS dengan golongan Penata Muda Tk.I III/B (Untuk dosen non PNS setara dengan golongan tersebut)
  • Dalam pengangkatan pertama di jabatan akademik/fungsional dosen, anda bisa diangkat kedalam jabatan akademik Asisten Ahli dengan syarat:
  1. memiliki ijazah magister atau yang sederajat dari perguruan tinggi dan/atau program studi terakreditasi sesuai dengan bidang ilmu penugasan;
  2. pangkat paling rendah Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b bagi PNS;
  3. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir;
  4. melaksanakan tugas mengajar paling singkat 1 (satu) tahun;
  5. mempunyai paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional sebagai penulis pertama;
  6. melaksanakan paling sedikit 1 (satu) kegiatan pengabdian kepada masyarakat;
  7. telah memenuhi paling sedikit 10 (sepuluh) angka kredit di luar angka kredit ijazah yang dihitung sejak yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai dosen tetap termasuk angka kredit Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan; dan
  8. memiliki kinerja, integritas, etika dan tata krama, serta tanggung jawab yang dibuktikan dengan Berita Acara Rapat Pertimbangan Senat Fakultas bagi Universitas/Institut atau Senat Perguruan Tinggi bagi Sekolah Tinggi/Politeknik dan Akademi.
  • Setelah memiliki jabatan fungsional asisten ahli, anda bisa memenuhi persyaratan untuk mengikuti program sertifikasi dosen, dengan catatan masuk ke dalam kuota dan mengikuti antrian (urut kacang) di kampus. Ada prosedur lain dalam program sertifikasi dosen seperti mengisi berbagai isian online dan juga mengikuti TOEP dan TPA online. Setelah bersertifikat, selamat, anda akan mendapatkan tunjangan satu kali gaji pokok.
  • Apakah tugas anda sebagai dosen?, silahkan perhatikan tabel berikut:
  • Screenshot 2014-08-05 12.38.48Screenshot 2014-08-05 12.40.48

  • Setelah dua tahun sebagai asisten ahli IIIB anda bisa mengajukan kenaikan golongan sekaligus fungsional ke Lektor IIIC . Yang didahulukan fungsional, golongan mengikuti. Anda bisa mengumpulkan 50 atau 150 angka kredit. Jika angka kredit lektor anda mencapai 300, maka anda tidak perlu mengumpulkan angka kredit lagi untuk kenaikan selanjutnya ke Lektor IIID. Oh ya, walaupun sering disebut kenaikan otomatis, sebetulnya anda mesti tetap mengurus ke bagian kepegawaian dengan beberapa persyaratan administratif, terutama nilai prestasi kerja (DP3). Pola ini terus berlangsung setiap dua tahun, karena salah satu kelebihan jabatan fungsional dosen adalah boleh mengajukan kenaikan pangkat setiap dua tahun, berbeda dengan PNS struktural yang minimal 4 tahun.

Screenshot 2018-01-31 08.31.17

  •  Oh ya, lebihan angka kredit di pengangkatan selanjutnya khusus dalam bidang penelitian dapat dipakai sebesar 80% dalam pengajuan selanjutnya. Perhatikan juga persyaratan khusus, seperti kewajiban memiliki publikasi di Jurnal nasional terakreditasi dikti atau Jurnal Internasional bereputasi (Jika anda masih belum bergelar Doktor)
  • Untuk path career  selanjutnya silahkan perhatikan tabel berikut:

Screenshot 2014-08-05 13.36.12

  • Nah selanjutnya mau tidak mau anda mesti melanjutkan ke jenjang Doktor, karena itu syarat mutlak menjadi Guru Besar. Persyaratan lengkapnya, simak tabel berikut:

Screenshot 2018-01-31 08.31.41Screenshot 2018-01-31 08.31.49Screenshot 2018-01-31 08.31.34

  • Apakah bisa lebih cepat? Bisa saja. Ada jalur loncat jabatan dari asisten ahli ke Lektor Kepala maupun Lektor langsung ke Guru Besar, perhatikan tabel di bawah ini :

Screenshot 2018-01-31 08.00.49Screenshot 2018-01-31 08.00.30

 

  • Perhatikan, bahwa semakin anda produktif menulis di jurnal internasional bereputasi, maka semakin cepat karir anda di dunia akademik. Simak bagaimana perjalanan menjadi Guru besar dari beberapa dosen muda di sini. 
  • Silahkan pelajari juga di link berikut, apa itu jurnal internasional bereputasi. 

 

Panduan Memulai Berkarir Sebagai Dosen di Indonesia Bagi Anda yang Bergelar Doktor

  • Anda akan diangkat menjadi PNS dengan golongan Penata Muda IIIC (Untuk dosen non PNS setara dengan golongan tersebut)
  • Dalam pengangkatan pertama di jabatan akademik/fungsional dosen, anda bisa diangkat kedalam jabatan akademik Lektor dengan syarat (Permendikbud 92 2014):

 

  1. memiliki ijazah doktor atau yang sederajat dari perguruan tinggi dan/atau program studi terakreditasi sesuai dengan penugasan;
  2. pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c bagi PNS;
  3. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir;
  4. melaksanakan tugas mengajar paling singkat 1 (satu) tahun;
  5. melaksanakan tugas mengajar paling singkat 1 (satu) tahun;
  6. mempunyai paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional sebagai penulis pertama;
  7. melaksanakan paling sedikit 1 (satu) kegiatan pengabdian kepada masyarakat;
  8. telah memenuhi paling sedikit 10 (sepuluh) angka kredit di luar angka kredit ijazah yang dihitung sejak yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai dosen tetap termasuk angka kredit Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan; dan
  9. memiliki kinerja, integritas, etika dan tata krama, serta tanggung jawab yang dibuktikan dengan Berita Acara Rapat Pertimbangan Senat Fakultas bagi Universitas/Institut atau Senat Perguruan Tinggi bagi Sekolah Tinggi/Politeknik dan Akademi.

 

 

  • Karya ilmiah di jurnal internasional, prosiding terindeks database internasional bereputasi dan jurnal internasional bereputasi selama menempuh pendidikan S2 dan S3 dapat dipergunakan untuk pengangkatan pertama dalam jabatan Asisten Ahli dan Lektor. (Pedoman PAK 2014 hal. 43)
  • Nah setelah miliki jabatan fungsional anda bisa memenuhi persyaratan untuk mengikuti program sertifikasi dosen, dengan catatan masuk ke dalam kuota dan mengikuti antrian (urut kacang) di kampus. Ada prosedur lain dalam program sertifikasi dosen seperti mengisi berbagai isian online dan juga mengikuti TOEP dan TPA online. Setelah bersertifikat, selamat, anda akan mendapatkan tunjangan satu kali gaji pokok.
  • Apakah tugas anda sebagai dosen?, silahkan perhatikan tabel berikut:Screenshot 2014-08-05 12.38.48Screenshot 2014-08-05 12.40.48

  • Setelah dua tahun di golongan IIIC anda bisa mengajukan kenaikan pangkat ke IIID. Jika angka kredit lektor anda  hanya 200, maka anda mesti mengumpulkan 100 angka kredit. Namun jika angka kredit lektor anda mencapai 300, maka anda tidak perlu mengumpulkan angka kredit lagi. Oh ya, walaupun sering disebut kenaikan otomatis, sebetulnya anda mesti tetap mengurus ke bagian kepegawaian dengan beberapa persyaratan administratif, terutama nilai prestasi kerja (DP3). Pola ini terus berlangsung setiap dua tahun, karena salah satu kelebihan jabatan fungsional dosen adalah boleh mengajukan kenaikan pangkat setiap dua tahun, berbeda dengan PNS struktural yang minimal 4 tahun.
  • Setelah dua tahun di Jabatan Fungsional akademik Lektor, anda bisa mengajukan kenaikan jabatan fungsional ke Lektor Kepala, dengan mengumpulkan angka kredit minimal 400 dikurangi angka kredit lektor anda. Oh ya, lebihan angka kredit di pengangkatan pertama tidak dapat dipakai dalam pengajuan selanjutnya alias hangus. Perhatikan juga persyaratan khusus, seperti kewajiban memiliki publikasi di Jurnal nasional terakreditasi dikti.

Screenshot 2018-01-31 08.31.25

  • Untuk path career  selanjutnya silahkan perhatikan tabel berikut:

Screenshot 2018-01-31 08.36.50

  • Anda mau jadi guru Besar? ini syarat khususnya
  • Screenshot 2018-01-31 08.31.34Screenshot 2018-01-31 08.31.41Screenshot 2018-01-31 08.31.49
  • Apakah bisa lebih cepat? Bisa saja. Ada jalur loncat jabatan dari Lektor langsung ke Guru Besar, perhatikan tabel di bawah ini :

Screenshot 2018-01-31 08.00.30

  • Perhatikan, bahwa semakin anda produktif menulis di jurnal internasional bereputasi, maka semakin cepat karir anda di dunia akademik. Simak kisah sukses beberapa dosen menjadi Profesor di usia muda di sini.
  • Silahkan pelajari di link berikut, apa itu jurnal internasional bereputasi.