Jadi Ketua Iluni UI Banten

Tanggal 10 Agustus jadi hari yang cukup meriah. Ini hari pengukuhan saya sebagai Ketua Iluni UI Banten sekaligus juga pengukuhan semua pengurus Iluni UI Banten. Alhamdulillah. Cukup banyak yang hadir, terutama para alumni termasuk Gubernur Banten, teman-teman sewaktu kuliah dan banyaaaaaak yang lain. Sengaja memilih tempat di Rumah Dunia bukan hotel atau kantor gubernur. Dari…

Edisi Lengkap dan Terbaru Jurnal Terakreditasi Dikti (Update 31 Mei 2019)

Pada hari ini untuk kesekian saya mengupdate tulisan ini di blog. Bangga juga sih, posting ini bertahan bertahun-tahun, diupdate berkala dan menyediakan daftar jurnal akreditasi terlengkap, mungkin di Indonesia. Istimewanya adalah, dalam update kali ini, jurnal yang dikelola oleh institusi saya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta masuk ke dalam daftar jurnal terakreditasi. Lumayan banget, Sinta…

Dilema Dosen Millennial Memberi Nilai

Tahukah anda saat-saat tersulit seorang Dosen? Ya, ketika Ia harus memberi nilai kepada mahasiswa-mahasiswi-nya. Maklum dosen masa kini (baca: millennial) tentu harus memberi nilai dengan cara sebaik-baiknya. Bukan jamannya jadi dosen diktator: jual diktat terus beli motor, trus ngasih nilai bagus untuk yang beli diktat. Nah, kesulitan menilai ini terbentang dalam dua aspek sekaligus. Pertama,…

Perpustakaan Kampus

Saya beruntung pernah menikmati beberapa kampus dengan perpustaan yang luar biasa. Di Kyoto sewaktu saya studi S3 di Doshisha, perpustakaan adalah tempat saya menghabiskan waktu. Selain meminjam buku, juga untuk belajar. Perpustakaan berada beberapa lantai ke dalam bumi. Terdapat ruang baca di permukaan tempat membaca beberapa hardcopy jurnal dan buku. Di kampus terpisah terdapat ruang…

Dosen Asing vs Dosen Pribumi

Membaca berita bahwa dosen asing mau digaji 5000 US dolar (sekitar 65 juta rupiah)  (https://www.jpnn.com/news/datangkan-200-dosen-asing-gaji-hingga-rp-65-juta) oleh Kemeriting, dan itu pastinya pakek duit mbahmu rakyat , maka setelah geleng-geleng kepala, ada beberapa hal yang mau saya sampaikan, sebagai dosen pribumi (baca: WNI) yang merasa (lagi-lagi) terdiskriminasi. Di dunia akademik mancanegara, sepemahaman saya yang terjadi adalah kesetaraan…

Diaspora Indonesia Dipermudah Jadi Dosen PNS? Yang Bener aja ;)

Lagi-lagi saya geleng-geleng kepala. Kemeriting (Kementerian Riset, teknologi dan perguruan tinggi) ini memang sedang demen-demennya bikin aturan instant, tidak berbasis persoalan riil yang ada di dunia pendidikan tinggi, dalam hal ini negeri. Sebagaimana judul tulisan ini, beberapa media melansir kesepakatan KeMenPAN RB dan Kemeriting tentang rekrutmen diaspora Indonesia menjadi dosen PNS tanpa test. Baca: JPNN, Okezone, dan…

Dosen Milenial (2)

Baiklah, saya mau menggunakan kisaran waktu kelahiran 1981 – 2000 untuk menyebut generasi millenial. Generasi sebelumnya, yaitu yang lahir tahun 1965 – 1980 sebagai generasi X, dan yang lahir 1946 – 1964 sebagai generasi baby boomers. Generasi setelah milenial disebut generasi Z. Kenapa ini dipilih, karena saya lahir di tahun 1981, jadi bisa dengan belagu menyebut…

Menjadi Dosen di Indonesia #Edisi Revisi

(Seorang fans pembaca mengirim permintaan agar saya merevisi tulisan ini. Ditambah pula tetiba ada lonjakan traffic blog ini kemarin, khususnya di topik pendidikan tinggi. Saya putuskan pagi-pagi habis subuh merevisi tulisan berikut ini, agar tidak banyak yang tersesat tulisan lama, he he. Semoga bermanfaat terutama memberi gambaran awal dunia persilatan, eh perdosenan dari perspektif karir….

Meluluskan Mahasiswa

Kemarin saya memposting beberapa foto sidang dan yudisium mahasiswa MAP Untirta di instagram. Menyenangkan sekaligus mengharukan. Sebagai Kaprodi, pembimbing sekaligus penguji untuk beberapa mahasiswa, saya tahu betul bagaimana teman-teman mahasiswa ini berjibaku dengan segala upayanya menyelesaikan studinya di MAP. Bahasa saya, lolos lubang jarum. Telat sedikit, mesti bayaran lagi 🙂 Nah, karena saya mengajar di…

Setelah Menjadi Doktor

  Ini renungan di hari Jumat Menjadi Doktor ini bukan pencapaian puncak di dunia akademik. Ia adalah sebuah terminal saja, semacam mendapatkan lisensi untuk meneliti. Seorang Doktor telah dianggap mampu untuk secara independen melakukan proses penelitian sampai selesai dalam bentuk laporan dengan kualitas tertentu, bahkan terpublikasi. Soal kualitas pun tentu tidak dianggap sempurna. Karena itulah…

Bagaimana Melanjutkan S3 ke Luar Negeri?

Tulisan ini diilhami beberapa hal. Pertama, adanya kawan yang minta rekomendasi untuk sekolah ke luar negeri; kedua, teman yang bertanya tentang proses untuk bersekolah; ketiga, pertemuan dengan Ken Miichi Sensei yang juga menyinggung tentang kesempatan studi di Waseda; kelima, email Sensei beberapa waktu lalu yang minta rekomendasi tentang seorang pelamar; dan keenam, kamu. Ya tulisan ini…

Kabar Gembira dan Kabar Sedih

Hmmm, mau kabar gembira dulu atau kabar sedih? Sedih dulu aja ya, biar diakhiri dengan gembira. Kabar sedihnya tentu saja ketika proposal riset PKLN saya dan kawan-kawan tak berhasil lolos seleksi. Sedih? Ya iya lah, manusiawi, udah berusaha pake keras.   Tapi gak usah pembelaan macam-macam. Gagal ya gagal saja, seorang kawan mengatakan, “Belum rejeki X (baca=…