Peneliti Hebat Indonesia

Satu waktu saya berbincang dengan seorang sahabat. Ia lulusan S3 dari salah satu Universitas terbaik di Jepang dan menyandang dua gelar master, satu dari Inggris dan satu dari Jepang. Oh ya, kalau tak salah gelar sarjananya juga dua. Ia dosen di salah satu PT keagamaan di Jakarta. Setiap tahun, selama tiga bulan ia mengajar dan…

Nyeker

Seperti ketika menyetir, saya juga punya kebiasaan melepas sepatu ketika bekerja. Sepatu saya copot dan diganti dengan semdal jepit. Rasanya lebih nyaman saja, walaupun kagok juga ketika Sensei sidak ke ruangan dan saya cuma pake sendal jepit. Mungkin karena memang dari kecil tak biasa bersepatu ya, kurang mantap kalau kulit kaki tak menjejak di tanah…

Hayu Kerja Keras

Saya memilih bekerja di bidang akademik, namun saya selalu menaruh hormat kepada para pengusaha. Karena itulah selain membaca majalah dan berita-berita politik, saya rajin membaca majalah SWA terutama profil di bagian belakang. Saya menikmati membaca kisah sukses dan jatuh bangun para pengusaha (dan juga eksekutif sukses). Mereka lahir dari beragam kalangan, namun dipertemukan dengan kesamaan:…

Surat Terbuka untuk Pak M Nasir, Menteri Riset dan Dikti

Pak Nasir, selamat atas penetapan Bapak menjadi MenRistek Dikti. Sebagai dosen biasa, saya orang yang berharap besar dengan kementerian baru ini. Pak Nasir, ada kekhawatiran di sebagian kolega bahwa dibentuknya kementerian ini hanya memindahkan posisi subordinasi pendidikan tinggi dari Kemendikbud ke Kemendiktiristek. Kekhawatirannya adalah pendidikan tinggi disubordinasi ristek, terlalu fokus pada riset dan teknologi, dan…

Tentang Linieritas di Dunia Akademik

Saya kerapkali menerima pertanyaan soal linieritas. Misalnya, apakah jika saya kuliah S1 di jurusan x dan S2 di jurusan Y, bisakah disebut linier? Apakah akan menjadi masalah bagi pengurusan jabatan fungsional? Pertanyaan-pertanyaan ini sulit sekali dijawab, karena memang tidak pernah ada ketegasan, mahluk apa sebenarnya linieritas itu. Pada prakteknya, interpretasi mereka yang berwenang di lapanganlah…

Calon Menteri yang Gagal Dilantik

Saya termasuk yang kecewa karena tidak jadinya pengumuman nama-nama menteri semalam. Alasan utamanya adalah karena semakin lama tertunda, ada banyak urusan negara yang terbengkalai. Seharusnya waktu dari sejak ditolaknya gugatan Prabowo oleh MK sampai pengucapan sumpah sebagai Presiden, cukup bagi Jokowi – JK mencari sosok tepat menjadi menteri. Tapi isu lainnya karena ada satu nama…

Mengawal Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi

Oleh Abdul Hamid Fisip Untirta MENURUT kabar, Jokowi akan memecah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi dua kementerian: “Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah” dan “Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi”. Ide ini menarik untuk menarik gerbong pendidikan tinggi kita dari situasi tidak menguntungkan belakangan ini. Ketertinggalan Dunia pendidikan tinggi kita jauh tertinggal dari negara-negara lain. Berdasar data…

Klarifikasi Tentang lama kuliah S2 Menjadi 4 Tahun

Belakangan ini dunia pendidikan tinggi dihebohkan oleh berbagai pemberitaan bahwa lama kuliah S2 dan S3 menjadi lebih lama dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan oleh diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Nah dalam peraturan tersebut dinyatakan dalam pasal 17 ayat 2 dan 3 (2) Untuk memenuhi…

Beberapa persoalan pendidikan tinggi di Indonesia (1)

Saya bekerja sebagai pendidik di perguruan tinggi, dan tulisan ini akan bicara tentang persoalan-persoalan di dunia pendidikan tinggi. Oh ya, tulisan ini mewakili diri saya sendiri, bukan institusi tempat saya bekerja. Ada banyak persoalan di dunia pendidikan tinggi. Hmmm, mulai dari mana ya? Baiklah, untuk tulisan pertama, saya mau mulai dari rendahnya kinerja riset di…

Jika Saya dan atau Anda Nyapres

Sebagian anda kenal saya secara baik, sebagian kenal sekilas, tapi tentu saja sebagian besar rakyat Indonesia tidak mengenal saya. Katakanlah cerita dibawah ini terjadi dua puluh tahun mendatang ketika saya maju jadi calon Presiden. Oh ya, hal berikut bisa juga terjadi pada anda.   Eng ing eng, lawan politik saya memasang foto ini: Media mereka…

PRASYARAT UNTIRTA MAJU di 2025

Menarik sekali mebaca tulisan Dodi Nandika di Radar Banten  (25/3) yang berjudul Untirta Tahun 2025. Ia menggambarkan berbagai kondisi Indonesia dan Banten, serta menggambarkan bagaimana Untirta (seharusnya) di tahun 2025. Optimisme terpancar dari tulisan tersebut bahwa Untirta bisa menjadi  bagian dari 10 besar kampus di Indonesia. Prasyarat Sebuah keinginan, mimpi atau visi tentu memiliki prasyarat…