Respon-respon Terhadap Isu Dosen Asing

Media sosial menjadi sarana berkespresi yang menarik untuk melihat berbagai sudut pandang terhadap isu dosen asing yang mau digaji Kemeriting (Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi). Saya sendiri juga cukup aktif di medsos, sebagai sarana berbagi dan tukar pikiran. Terdapat berbagai sudut pandang mengenai rencana masuknya dosen asing tersebut. Saya ambil tiga ekspresi yang menurut saya…

Masih Soal Dosen Asing

Banyak yang tidak mengerti, seakan-akan akan dimasukannya dosen asing dengan gaji sekitar Rp.65 juta/bulan hanya sekedar persoalan keirian dosen pribumi terhadap mereka. Padahal naiknya isu ini adalah gunung es dari persoalan manajemen SDM pendidikan tinggi kita yang betul-betul buruk. Dengan isu ini, sebetulnya, semua sepakat bahwa gaji tinggi (baca: pantas) adalah prasyarat mutlak bagi dihasilkannya…

Dosen Milenial (2)

Baiklah, saya mau menggunakan kisaran waktu kelahiran 1981 – 2000 untuk menyebut generasi millenial. Generasi sebelumnya, yaitu yang lahir tahun 1965 – 1980 sebagai generasi X, dan yang lahir 1946 – 1964 sebagai generasi baby boomers. Generasi setelah milenial disebut generasi Z. Kenapa ini dipilih, karena saya lahir di tahun 1981, jadi bisa dengan belagu menyebut…

Dosen Milenial

Saya masih bingung sebenarnya, Dosen Millennial atau Milenial. Tapi karena beberapa media menggunakan milenial (dengan satu n san satu l), judul tulisan ini jadinya Dosen Milenial. Belakangan istilah milenial ramai diperbincangkan di mana-mana. Istilah ini merujuk kepada sebuah generasi yang lahir di akhir 70-an atau awal 80-an sampai tahun 1995. Perhatikan infografik dari Tirto berikut…

Masih Tentang Kepemimpinan

Dari sekian banyak kisah kepemimpinan, ada dua kisah yang sampai sekarang menjadi pedoman saya. *** 1 Kisah pertama adalah kisah Rasulullah Muhammad dan Pengemis Buta Yahudi. Sebagai pemimpin, Rasulullah tentu bisa saja memaksa siapapun di Madinah untuk memeluk Islam. Namun itu tidak dilakukannya. Pembuktiannya sederhana. Ada seorang pengemis Yahudi yang mengemis di tepi jalan yang setiap…

Tentang Kepemimpinan

Saya pernah berdiskusi tentang kepemimpinan dengan seorang sahabat. Kapan dan mengapa kita mesti menjadi pemimpin? Kira-kira itu topiknya. Saya sendiri selalu menganggap bahwa pemimpin itu tak selalu harus bermahkota. Ia adalah tindakan, bukan jabatan. Perhatikan saja. Kadangkala dalam sebuah organisasi, kalaupun ada pemimpin formal di sana, seringkali kita menemukan ada orang yang lebih dihormati, lebih didengar, atau kadang lebih dituakan, dibandingkan sang…

Ngopi Enak

Orang punya gaya ngopi yang berbeda-beda. Mulai dari mau kopi yang digiling apa disobek? Kopi hitam atau kopi berwarna? Kopi pahit, pake gula merah, atau pake gula putih? Kopi panas, sedang, atau pake es? (NG)opi di ruangan ber-AC atau ruangan berkeringat? Kopi Arabika atau Robusta? de el el.. de es be Saya mau cerita gaya ngopi…

Menjadi Dosen di Indonesia #Edisi Revisi

(Seorang fans pembaca mengirim permintaan agar saya merevisi tulisan ini. Ditambah pula tetiba ada lonjakan traffic blog ini kemarin, khususnya di topik pendidikan tinggi. Saya putuskan pagi-pagi habis subuh merevisi tulisan berikut ini, agar tidak banyak yang tersesat tulisan lama, he he. Semoga bermanfaat terutama memberi gambaran awal dunia persilatan, eh perdosenan dari perspektif karir….

Meluluskan Mahasiswa

Kemarin saya memposting beberapa foto sidang dan yudisium mahasiswa MAP Untirta di instagram. Menyenangkan sekaligus mengharukan. Sebagai Kaprodi, pembimbing sekaligus penguji untuk beberapa mahasiswa, saya tahu betul bagaimana teman-teman mahasiswa ini berjibaku dengan segala upayanya menyelesaikan studinya di MAP. Bahasa saya, lolos lubang jarum. Telat sedikit, mesti bayaran lagi 🙂 Nah, karena saya mengajar di…

Setelah Menjadi Doktor

  Ini renungan di hari Jumat Menjadi Doktor ini bukan pencapaian puncak di dunia akademik. Ia adalah sebuah terminal saja, semacam mendapatkan lisensi untuk meneliti. Seorang Doktor telah dianggap mampu untuk secara independen melakukan proses penelitian sampai selesai dalam bentuk laporan dengan kualitas tertentu, bahkan terpublikasi. Soal kualitas pun tentu tidak dianggap sempurna. Karena itulah…

Bagaimana Melanjutkan S3 ke Luar Negeri?

Tulisan ini diilhami beberapa hal. Pertama, adanya kawan yang minta rekomendasi untuk sekolah ke luar negeri; kedua, teman yang bertanya tentang proses untuk bersekolah; ketiga, pertemuan dengan Ken Miichi Sensei yang juga menyinggung tentang kesempatan studi di Waseda; kelima, email Sensei beberapa waktu lalu yang minta rekomendasi tentang seorang pelamar; dan keenam, kamu. Ya tulisan ini…

Kabar Gembira dan Kabar Sedih

Hmmm, mau kabar gembira dulu atau kabar sedih? Sedih dulu aja ya, biar diakhiri dengan gembira. Kabar sedihnya tentu saja ketika proposal riset PKLN saya dan kawan-kawan tak berhasil lolos seleksi. Sedih? Ya iya lah, manusiawi, udah berusaha pake keras.   Tapi gak usah pembelaan macam-macam. Gagal ya gagal saja, seorang kawan mengatakan, “Belum rejeki X (baca=…