Meningkatkan Ranking Perguruan Tinggi Menuju Kelas Dunia (Atau Akhirat Saja?)

Kemarin Kemriting (Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi) merilis 100 PT terbaik non-vokasi. Ada yang naik, dan tidak sedikit yang turun. Tulisan sederhana banget ini tentu tak bermaksud memberi resep cespleng menaikkan ranking perguruan tinggi. Hanya memberikan mindset bahwa ranking adalah hasil dari proses aktivitas harian yang dilakukan di PT. Jika berkesesuaian dengan mekanisme atau kriteria…

Ujung Tombak

Dulu saya pernah menulis tentang, Jadi kaprodi Ngapain Aja. Tulisan itu semacam refleksi atau bisa dibaca sebagai laporan akuntabilitas a la blogger, he he Nah sekarang saya masih kaprodi, tapi beda lokasi. Semenjak Februari saya pulang kandang, jadi Kaprodi di S1 Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta. Masih jadi ujung tombak, adanya di ujung trus ditombakin ūüėČ…

Menguji Calon Dosen

Kemarin saya menjadi salah satu penguji calon dosen tetap non PNS di kampus tempat saya bekerja. Wah saya langsung merasa tua. Menguji anak-anak muda yang usianya sekitar 10 tahun lebih muda. Lucu juga ya, rasanya belum lama diuji sekarang menguji. Yang menarik dari rekrutmen dosen baik yang saya alami sebagai pihak direkrut maupun merekrut adalah…

Perpustakaan Kampus

Saya beruntung pernah menikmati beberapa kampus dengan perpustaan yang luar biasa. Di Kyoto sewaktu saya studi S3 di Doshisha, perpustakaan adalah tempat saya menghabiskan waktu. Selain meminjam buku, juga untuk belajar. Perpustakaan berada beberapa lantai ke dalam bumi. Terdapat ruang baca di permukaan tempat membaca beberapa hardcopy jurnal dan buku. Di kampus terpisah terdapat ruang…

Home Coming Day FISIP UI

Sebenernya, dalam beberapa waktu ini saya sedang banyak berurusan dengan FISIP UI, he he Sekira dua minggu lalu, saya dan Mas Arie Dekan FISIP UI sama-sama ketemu dan dilantik menjadi pengurus HIPIIS di Jakarta. Beberapa hari kemudian saya mengikuti pelatihan Metodologi Etnografi Jaringan Sosial di Puska Antrop. Di sela-sela kegiatan sempat ketemu Ipul, makan bareng…

Respon-respon Terhadap Isu Dosen Asing

Media sosial menjadi¬†sarana berkespresi yang menarik untuk melihat berbagai sudut pandang terhadap isu dosen asing yang mau digaji Kemeriting (Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi). Saya sendiri juga cukup aktif di medsos, sebagai sarana berbagi dan tukar pikiran. Terdapat berbagai sudut pandang mengenai rencana masuknya dosen asing tersebut. Saya ambil tiga ekspresi yang menurut saya…

Masih Soal Dosen Asing

Banyak yang tidak mengerti, seakan-akan akan dimasukannya dosen asing dengan gaji sekitar Rp.65 juta/bulan hanya sekedar persoalan keirian dosen pribumi terhadap mereka. Padahal naiknya isu ini adalah gunung es dari persoalan manajemen SDM pendidikan tinggi kita yang betul-betul buruk. Dengan isu ini, sebetulnya, semua sepakat bahwa gaji tinggi (baca: pantas) adalah prasyarat mutlak bagi dihasilkannya…

Dosen Asing vs Dosen Pribumi

Membaca berita bahwa dosen asing mau digaji 5000 US dolar (sekitar 65 juta rupiah)¬† (https://www.jpnn.com/news/datangkan-200-dosen-asing-gaji-hingga-rp-65-juta) oleh Kemeriting, dan itu pastinya pakek duit mbahmu rakyat , maka setelah geleng-geleng kepala, ada beberapa hal yang mau saya sampaikan, sebagai dosen pribumi (baca: WNI) yang merasa (lagi-lagi) terdiskriminasi. Di dunia akademik mancanegara, sepemahaman saya yang terjadi adalah kesetaraan…

Diaspora Indonesia Dipermudah Jadi Dosen PNS? Yang Bener aja ;)

Lagi-lagi saya geleng-geleng kepala. Kemeriting (Kementerian Riset, teknologi dan perguruan tinggi) ini memang sedang demen-demennya bikin aturan instant, tidak berbasis persoalan riil yang ada di dunia pendidikan tinggi, dalam hal ini negeri. Sebagaimana judul tulisan ini, beberapa media melansir kesepakatan KeMenPAN RB dan Kemeriting tentang rekrutmen diaspora Indonesia menjadi dosen PNS tanpa test. Baca: JPNN,¬†Okezone,¬†dan…

Dosen Milenial (2)

Baiklah, saya mau menggunakan kisaran¬†waktu kelahiran 1981 – 2000 untuk menyebut generasi millenial. Generasi sebelumnya, yaitu yang lahir tahun 1965 – 1980 sebagai generasi X, dan yang lahir 1946 – 1964 sebagai generasi baby boomers. Generasi setelah milenial disebut generasi Z. Kenapa ini dipilih, karena saya lahir di tahun 1981, jadi bisa dengan belagu menyebut…

Dosen Milenial

Saya masih bingung sebenarnya, Dosen Millennial atau Milenial. Tapi karena beberapa media menggunakan milenial (dengan satu n san satu l), judul tulisan ini jadinya Dosen Milenial. Belakangan istilah milenial ramai diperbincangkan di mana-mana. Istilah ini merujuk kepada sebuah generasi yang lahir di akhir 70-an atau awal 80-an sampai tahun 1995. Perhatikan infografik dari Tirto berikut…

Masih Tentang Kepemimpinan

Dari sekian banyak kisah kepemimpinan, ada dua kisah yang sampai sekarang menjadi pedoman saya. *** 1 Kisah pertama adalah kisah¬†Rasulullah Muhammad dan Pengemis Buta Yahudi. Sebagai pemimpin, Rasulullah tentu bisa saja memaksa siapapun di Madinah untuk memeluk Islam. Namun itu tidak dilakukannya. Pembuktiannya sederhana. Ada seorang pengemis Yahudi yang mengemis di tepi jalan yang setiap…