Dari Field School ke ICDeSA

Minggu lalu pada tanggal 4 dan 5 September 2019, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Untirta sukses menggelar International Conference on Democratisation in Southeast Asia (ICDeSA). Kegiatan ini bekerjasama dengan Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University.

Program ini direncanakan dari setahun silam dan dianggarkan (secara terbatas) dari anggaran Prodi IP untirta.

Ambisinya besar, menjadikan FISIP Untirta sebagai pusat kajian asia tenggara nomor dua di Indonesia. Lho kok nomor dua? Karena ada kampus senior, UGM yang memang punya Pusat Studi Sosial Asia Tenggara yang memang sudah berdiri lama. Biar saja mereka nomor satu, he he

***

Keberhasilan ICDeSA tidak terlepas dari bantuan CSEAS Kyoto University. Kebetulan dengan CSEAS kami memang punya hubungan dekat. Utamanya melalui peran sohib lama saya, Okamoto Sensei.

Nah kebetulan, Okamoto Sensei datang ke Indonesia pada tanggal 8 Februari 2019. Kedatangannya sih sebetulnya untuk ke lokasi tsunami di Pandeglang, menyampaikan bantuan dari para peserta Field School tahun 2009. Oh ya pada tanggal 2-12 Agustus 2009 memang CSEAS dan kami pernah menyelenggarakan pelatihan riset lapangan untuk mahasiswa S2/S3 grad. School Asian African Studies Kyoto University di Taman Jaya, Ujung Kulon dengan nama Field School 2009.

field school

Screenshot 2019-09-09 10.40.23Screenshot 2019-09-09 10.40.01Screenshot 2019-09-09 10.39.37

Para mantan peserta yang masih mengalami keterikatan dengan warga Taman Jaya kemudian urunan begitu mendengar terjadi tsunami di sana. Bantuan disampaikan Okamoto Sensei dibantu Kang Arif Kirdiat. Catatan tentang field School bisa dibaca di sini. 

Sebetulnya relasi personal dalam bentuk kolaborasi akademik sudah lebih lama lagi. Bisa dibilang sejak 2004 saya dan Okamoto Sensei sudah melakukan penelitian bareng. Tahun 2008 bahkan kami menulis paper bareng untuk Jurnal Indonesia di Cornell. Saya juga dua kali jadi peneliti tamu di CSEAS Kyoto dan sekali di CSEAS office Bangkok.

Nah kedatangan Okamoto Sensei tentu saja tidak kami sia-siakan. Dari bandara, Okamoto Sensei diantarkan ke kampus oleh Kang Arif Kirdiat. Kegiatan yang digelar adalah diskusi tentang bagaimana sih mencari beasiswa ke luar negeri dari perspektif potential supervisor? Nah dari perspektif itulah Okamoto Sensei menyampaikan materinya kepada dosen-dosen muda FISIP Untirta.

Tentu saja diikuti dengan makan duren ๐Ÿ™‚

Screenshot 2019-09-09 10.29.24

Nah diplomasi makan duren ini utamanya adalah meminta kesediaan Okamoto Sensei menjadi pembicara dalam ICDeSA.

Nah, entah karena durennya enak atau tergugah oleh semangat kami, Okamoto Sensei tidak bersedia, eh kamsudnya tidak hanya bersedia menjadi pembicara. Ia menawarkan bantuan anggaran termasuk membiayai kedatangan sebagian pembicara.

Wah kami tambah semangat makan duren, eh maksudnya membahas ICDeSA. Satu syarat yang diminta adalah menyiapkan Untirta untuk menyiapkan diri sebagai pusat studi asia tenggara. Kami malah senang sekali ๐Ÿ™‚

Screenshot 2019-09-09 10.29.09

***

Lama setelah makan duren. Komunikasi berjalan via email dan beberapa pertemuan lanjutan, baik di Jakarta maupun Bangkok di sela-sela konferensi AAS.

Screenshot 2019-09-09 10.52.48

Screenshot 2019-09-09 10.50.23Pembicaraan kemudian mengerucut kepada para pembicara. Okamoto Sensei bersemangat sekali menawarkan pembicara untuk dihadirkan. Jadilah kemudian jumlah pembicara berkembang dari berbagai jaringan yang kami miliki. Ada Prof. Janet dan Prof. Jayum dari jaringan Pak Riswanda. Kemudian ada senior di Politik UI Prof. Firman Noor Kapus P2P LIPI. Kemudian dari jaringan CSEAS ada Direktur CSEAS Prof Hayami dan Prof. Nakanishi, Prof Jeon dari Korea yang pernah ketemu di Mokpo, dan Dr. Mukda dari Chulalongkorn. Seniornya Mukda ini, Prof Ukrist adalah teman saya dan pernah bareng mancing di Bojonegara. Satu lagi adalah Dr. Alan dari CSEAS Taiwan, hanya beliau kena serangan jantung di Amerika. Kemudian ada Prof Hermin yang merupakan Direktur PSSAT UGM. Ternyata beliau adalah pembimbing sohib saya, Pak Arif dari UNRI.

Untuk publikasi juga semakin mantap. Kontrak dengan Atlantis Press, walaupun biayanya mihil, bagaimanapun dibuat. Dengan CSEAS, paper terpilih juga akan dipublish di jurnal mereka, walaupun  keputusan ada di editor mereka.

***

Alhamdulillah. Walaupun jumlah pengirim paper turun drastis dari 120 pengirim abstrak menjadi sekitar 80 pengirim full paper, ini melampaui ekspektasi.

Kegiatan berjalan lancar, dibuka oleh Rektor dan diikuti penandatanganan beberapa MoU: dengan CSEAS kyoto University, ISEAS Chonbuk University dan Prodi Ilmu Politik USU.

WhatsApp Image 2019-09-04 at 17.24.06

WhatsApp Image 2019-09-04 at 08.53.01

Nah yang menarik, dengan CSEAS sebetulnya Untirta sudah pernah membuat MoU bulan Oktober 2007, ditandatangani oleh Prof Rahman Abdullah (alm.) sebagai Rektor Untirta dan Prof. Mizuno, Direktur CSEAS. Ini fotonya:

Screenshot 2019-09-09 10.36.10

Nah kali ini, MoU ditandatangani oleh Dr. Fatah Sulaiman sebagai Rektor Untirta dan Prof Yoko Hayami sebagai Direktur CSEAS.

WhatsApp Image 2019-09-04 at 08.47.56WhatsApp Image 2019-09-04 at 17.24.05

Selebihnya, kegiatan berlangsung sukses. Bisa dilihat dari wajah pembicara dan peserta yang sumringah.

WhatsApp Image 2019-09-05 at 13.04.47WhatsApp Image 2019-09-05 at 13.54.27

Terima kasih untuk semua pihak ya… terutama dosen, staf, dan mahasiswa yang perannya mulai dari substansi sampe jadi sopir antar jemput, ngurus perlengkapan, motret, jaga gerbang, LO, asrot, dsb, he he.

Oh ya, terakhir kesan semua pembicara baik sekali. Mereka berharap kerjasama bisa dilanjutkan. Ini yang terpenting, membawa Untirta ke peta dunia ๐Ÿ˜ƒ

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.