Kabar Gembira dan Kabar Sedih

Hmmm, mau kabar gembira dulu atau kabar sedih?

Sedih dulu aja ya, biar diakhiri dengan gembira.

Kabar sedihnya tentu saja ketika proposal riset PKLN saya dan kawan-kawan tak berhasil lolos seleksi. Sedih? Ya iya lah, manusiawi, udah berusaha pake keras.

2014-10-09 18.24.38

Cappucino dengan latte Art Sedih

 

Tapi gak usah pembelaan macam-macam. Gagal ya gagal saja, seorang kawan mengatakan, “Belum rejeki X (baca= kali)”. Temen saya ini memang kalau WA singkat-singkat 🙂

Ya, rejeki tak akan tertukar, emang putri pake tertukar segala, he he

***

Tapi duka lara ini terkurangi beberapa kabar gembira.

Kabar gembira #1 datang dari Sensei yang mengatakan bahwa saya “harus” datang ke tempatnya menjalani Sabbatical untuk presentasi. Yeps, itu adalah salah satu kampus terbaik dunia, dan Sensei nampaknya ingin saya datang menengoknya dan bonusnya menjadi salah satu pembicara seminar. Sejujurnya sempat menolak sih, karena registration fee-nya mihil banget dan rencananya akan ke Hiroshima saja. Tapi Sensei membalas bahwa reg. fee bisa diupayakan gak bayar, dinegosiasikan. Jadilah insyaAllah berangkat. Mohon doanya pemirsah, maklum saya hanya nubitol 🙂

Kabar gembira #2 adalah ketika dihubungi salah satu kolega yang dengan nada riang mengabari bahwa Ia insyaAllah jadi ke Jepun atas garansi personal saya. Gaya ya pake garansi personal? he he

Ceritanya memang cukup unik. Hari minggu seorang kawan dari asosiasi pengacara buruh di Jepun nelpon saya, ia minta satu nama untuk dikirimkan kepadanya untuk jadi pembicara di salah satu konferensi di Jepun. Syaratnya menguasai topik hukum perburuhan dan usianya di bawah 40. Nah lho, jadilah saya menghubungi beberapa kawan sebagai kandidat. Ada dari almamater tempat saya sekolah, ada juga yang dari sekolah tempat saya bekerja.

Yang beruntung kolega dari sekolah (kampus) tempat saya bekerja, ia merespon lebih cepat dan langsung saya kirim nama dan CV-nya. Padahal ya ndak pernah ketemu atau kenal juga sih.

Prosesnya cepet bingit, kemarin sore, kolega saya tadi menelpon dan ia sudah dihubungi panitia secara formal, segala biaya konferensi (termasuk tiket ke Jepun, hotel, dsb) ditanggung bahkan akan mendapat lumpsum segala. Ia senang sekali. Saya juga senang sekali bisa membantu 🙂

Ah itu seperti salju yang mengguyur api, nyess…

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s