Kelas-kelas

Sambil menunggu mesin cuci mengerjakan tugasnya catatan ini saya buat. Diselingi lagu “Akad” dari payung teduh, he he. Walaupun sesungguhnya lagu “Resah” lebih pas. Ups sudah sudah šŸ™‚ Siang ini saya hendak ke Amsterdam, menemui Hana dan Bowo, menyampaikan beberapa hal yang di bawa dari tanah air. Mungkin tak lama karena minggu ini beberapa sesi akan dilaksanakan di VU.

***

Sudah kurang lebih sepuluh hari ini kami belajarĀ denganĀ para scholars yang amat terpelajar. Kesempatan mengikuti shortcourse ini tentu kesempatan yang amat baik, tidak hanya untuk mendapatkan ilmu baru, tapi juga persepktif dan trend baru di dunia ilmu pengetahuan. Bagi dosen lutju seperti saya, hal ini amat berharga dan saya merasa amat beruntung. Apalagi bisa belajar juga dari para peserta lain yang hebat-hebat, dari 20 kampus di Indonesia.

WhatsApp Image 2017-10-30 at 20.14.37

Kelas pertama adalah dengan Pak Henk. Kalau anda belajar ilmu sosial dan ilmu politik pasti setidaknya pernah mengenal namanya, Henk Schulte Nordholt. Ia seorang Indonesianis dan banyak menulis tentang politik di Indonesia. Sekarang Henk menjabat Direktur Riset di KITLV. Nah Henk menyambut kami dan menyampaikan kuliah tentang memformulasikan pertanyaan penelitian. Henk menyampaikan untuk menghindari pertanyaan deskriptif menggunakan kata tanya, “How”, tapi lebih baik menggunakan what atau why?

WhatsApp Image 2017-10-28 at 22.06.07 (3)

Kelas selanjutnya adalah kelasnya Prof. Bambang dan Nancy Joew. Kedua orang ini merupakan orang-tua kami selama di Belanda, mengatur semua aktivitas akademik. Mereka menyampaikan jadwal, rules, dan juga gambar besar kegiatan kami. Termasuk menekankan kewajiban: Review artikel yang dikumpulkan setiap senin, he he

WhatsApp Image 2017-10-28 at 22.06.07 (2)

Nah kelas ketiga adalah kelasĀ Dr. Ward Berenschot, ia menyampaikan materiĀ  ā€œCurrent issues on the citizenship in Indonesia”. Catatan penting dari kuliah ini bagi saya adalah bahwa citizenship bisa menjadi framework yang digunakan untuk cukup banyak riset. Hmm.

WhatsApp Image 2017-11-05 at 09.49.42

Nah selanjutnya adalah klinik publikasi ilmiah olehĀ Dr. Freek Colombijn: ā€œHow to publish peer reviewed articles and academic publishingā€. Karena Freek adalah editorĀ ijdragen tot de Taal-, Land en Volkenkunde, an interdisciplinary journal on Southeast Asia academic journal, maka apa yang disampaikannya amat otoritatif. Sebagai catatan jurnal yang digawangi Freek ini mulai terbitĀ pada tahun 1853. Wow…

WhatsApp Image 2017-11-05 at 09.51.34

Kelas besoknya dimulai denganĀ  kelasnyaĀ Dr. Bart Barendregt, lecture on ā€œPopular culture, global interaction and citizenship issues in Southeast Asia, topics and methodologiesā€. Bart ini adalah ahliĀ pop culture dan mantanĀ supervisornya Buni Yani ;). Ia menyampaikan kuliahnya dengan bersemangat, mengawali dengan cerita soal Rhoma Irama, he he

WhatsApp Image 2017-11-05 at 09.49.43

Nah kelas selanjutnya disajikan olehĀ Prof. Fridus Steijlen. Ia menyampaikan materi: ā€œAudio, audiovisual, oral history, and social media; problem of methodologies in social sciences and humanities researchā€

WhatsApp Image 2017-11-05 at 09.57.56

Sebagai antropolog, Fridus menyampaikan bagaimana riset yang dilakukannya tentang komunitas Ambon di Belanda, juga tentang proyek audio -visual yang sedang dikerjakannya di beberapa lokasi di Indonesia.

Hari Kamis 2 November, hari belajar dari persepktif sejarah. Dimulai denganĀ Dr. Marieke Bloembergen yang menyampaikan ā€œImagining India in Asia in global perspective, a cultural citizenship issueā€.


Dalam paparannya, Marieke menyampaikan relasi besar India dan Indonesia di masa lalu dalam konteks the Greater India. Borobudur menjadi contoh yang amat menarik. Daikhiri dengan risetnya soal Suyono, tokoh penghayat kepercayaan yang dipengaruhi ajaran dari India.

Nah kelas terakhir di minggu lalu adalah kelas Nancy Jouwe. Ia menyampaikan kuliah berjudulĀ  ā€œMapping slavery, global interaction and citizenshipā€. Menarik bahwa peradaban Eropa khususnya Belanda tak bisa dilepaskan dari sejarah perbudakan. Terdapat setidaknya tiga monumen memperingati hal tersebut.

WhatsApp Image 2017-11-05 at 09.49.43 (2).jpeg

Nah, di atas adalah kegiatan di kelas. Selain kelas kami punya “research day” di mana kami menghabiskan waktu di perpustakaan untuk mengobrol belajar mandiri. Kesempatan menulis, mencari literatur dan mempelajari cara kerja perpustakaan yang, wah keren banget.

Sampai mikir. Dari sekian banyak pejabat atau pengambil keputusan yang sudah pernah mampir ke Leiden, adakah yang pernah serius membuat perpustakaan serius? Ah sudahlah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s