Dikunjungi Sensei dan Senpai

Alhamdulillah, Oyamada Sensei fix menjadi salah satu pembicara dalam ICMS di Pascasarjana Untirta. Setelah proses menghubungi beliau yag penuh drama, dapat juga kepastian kehadiran beliau.

Nah, saya sendiri kebagian dua tugas utama: Pertama sebagai sopir tembak untuk mendampingi Sensei selama pelaksanaan ICMS, Kedua menjadi moderator dalam sesi dimana Sensei menjadi pembicara.

Kedua tugas ini saya jalankan dengan sungguh-sungguh. Selain karena saya bawahan yang baik hati, tidak sombong dan lutju, saya juga menghormati Sensei sebagai Guru dan Orang Tua. Beliau banyak sekali membantu tak hanya soal studi, tapi kehidupan kami di Kyoto, mulai dari sekolah anak-anak sampai membantu mempersiapkan diri menghadapi musim dingin di Jepang. Keluarga kami saling mengenal baik dan saya berkali-kali mampir ke rumahnya untuk memakan masakan Denise, istrinya Sensei serta bercengkarama dengan Jun, anaknya.

WhatsApp Image 2017-09-28 at 13.23.45

Saya menjemput Sensei dini hari, jam 24.10 Sensei tiba di Bandara. Sebagai murid yang baik, tentu saja setengah jam sebelumnya saya sudah tiba. Begitu Sensei mendarat dan keluar Bandara, kami segera menuju Serang. Sepanjang jalan kami me ngobrol, ngalor ngidul.  Wah Oyamada Sensei ternyata betul-betul meniatkan diri ke Indonesia hanya untuk bicara di seminar kami. Sepulang nanti dari Serang, ia akan langsung ke Cambridge untuk menjalankan program Sabbatical. Denis dan Jun sudah lebih dahulu berada di Cambridge.

Kami tiba di Serang pukul 2 dini hari, Sensei saya check-inkan di Hotel Le Dian dan saya sendiri menuju hotel murah lainnya untuk tidur. Kuliah hari ini ditiadakan karena terlalu mengantuk dan lelah.

Nah kegiatan esoknya hari ini agak santai. Sensei mempersiapkan materi, saya stand-by di Serang sambil menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. Alhamdulillah juga, Pak Ishaq, senior di Doshisha dan teman sekamar, tiba di Serang dengan Damri dari Bandara.  Wah padahal beliau pasti sibuk sebagai Ka. Humas Universitas Hasanuddin.

Jadilah siangnya bersama Bu Nia yang baik, kami makan siang di SKI Ciracas, ngobrol ngalor ngidul tentang berbagai hal. Selepas makan Sensei kembali ke Hotel, saya dan Pak Ishaq ngopi-ngopi cantik ganteng di rumah kopi, lama gak ketemu soalnya. Dan kehidupan kami selama enam bulan tinggal bersama memang banyak dihabiskan berburu warung kopi di Kyoto.

WhatsApp Image 2017-09-28 at 13.23.44 (3)

Malamnya baru deh ada makan malam resmi di Frangipani. Tiga pembicara hadir: Oyamada Sensei, Takada Sensei, dan Prof. Yaya. Prof Khairurijal masih dalam perjalanan. Pimpinan Pasca, panitia dan staf juga hadir di sana. Hmm makanannya enak, ada angen lada yang isinya buntut ditambah nasi goreng.  Untung bisa menahan diri dengan lebih banyak memakan salad. Kalau ndak bisa bubrah, he he. 

Oh ya, kalau yang lain berpakaian agak resmi, saya dan Sensei hanya memakai kaos berkerah, padahal gak janjian πŸ™‚

WhatsApp Image 2017-09-28 at 13.23.44 (2)

Acara inti berlangsung esoknya. Pada salah satu sesi, saya jadi moderator dan Sensei menjadi pembicara. Menarik juga tema presentasinya, Sensei bicara soal berbagai inovasi untuk “menghidupkan” berbagai kota di Jepang yang mulai berkurang penduduknya. Ada proyek “Farming Girls” segala, proyek dimana para gadis bertani sambil tetap berdandan dan menggunakan pakaian yang bagus. Keren.

Nah setelah itu serah terima cendera mata…

WhatsApp Image 2017-09-28 at 13.23.44

Sehabis Sensei presentasi. Saya kembali menjalankan tugas utama yang lain, yaitu menjadi sopir tembak. Sensei maunya diantar sampai Tangerang dan dari sana mau mencoba taksi online ke Bandara. Jadilah kami bertiga menuju Tangerang, rencananya mampir ngopi. Lah ternyata Sensei minta mampir ke rumah. Waduh, padahal gak ada orang di sana, hanya ada Ayal (Lha emang Ayal bukan orang?)

Sempat mengalami kemacetan superparah di kawasan Islamic (Pake nama Islamic tapi gak Islami, muacet dan semrawut poll) nyampe juga di rumah. Duh langsung disambut anak-anak kucing.

Ternyata memang Sensei ada oleh-oleh buat Ayal dan Ilham. Mereka mengobrol dalam Bahasa Jepun, duh ternyata Ayal sudah banyak lupa juga.

WhatsApp Image 2017-09-28 at 13.23.44 (1)Habis itu kami ke Bu Tjondro untuk makan. Ilham datang menyusul diantar Mang Komeng. Ilham senang juga dapat cha-cha bermerek disneyland.

Sensei dan Pak Ishaq buru-buru juga, setalah makan langsung berangkat ke Bandara, khawatir ketinggalan pesawat. Maklum seharian ini di mana-mana macet gara-gara hujan deras.

Ilham yang gak sempat berfoto bersama Sensei dan hanya ketemu sebentar terlihat sedih. Nah Abah tinggal teparnya aja :I

***

Nah, apa moral story dari cerita ini?

Hmm hubungan Sensei – Mahasiswa di Jepang memang unik. Ia melampaui aspek-aspek administrasi perkuliahan di kampus. Maka untuk calon mahasiswa khususnya master atau doktor yang mau sekolah ke Jepun, mendapatkan Sensei yang chemsitry-nya pas adalah tantangan tersendiri. Sensei akan menjadi orang tua kita selama studi dan membantu aspek-aspek di luar persoalan studi.

Maka jika berlaku tidak hormat dan melukai hati Sensei, bisa dipastikan akan ada persoalan dalam proses kuliah. Saya pernah menemukan cerita itu di sebuah kampus tempat saya studi dimana dosen yang mengajar saya cerita bahwa ia berkonflik dengan pembimbingnya. Akibatnya fatal, dicuekin sampai akhir masa studi, alias DO. Glek.

Sebaliknya, jika kita berkomunikasi dengan baik, disiplin dan cukup bisa membuktikan kapasitas dalam riset, bukan hanya studi yang selesai dengan lancar, tapi juga akan banyak kesempatan lain, seperti menjadi asisten riset, asisten mengajar, sampai terlibat di berbagai kegiatan, bahkan setelah lulus. Maklumlah calon Doktor yang dibimbing seorang Sensei di Jepun gak bakal banyak-banyak, apalagi nyampe ratusan πŸ˜‰ 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s