Kampus Ungu

Ini nitip ide saja, karena seharusnya ditulis dengan lebih serius, dan memang akan.

Dicatat agar ide-ide dasarnya tidak menguap..

Kampus ungu bertekad mendapatkan akreditasi A di tahun ini. Sungguh cita-cita yang mulia. Hal ini ditegaskan dalam acara capacity building pimpinan minggu lalu. Bentuk capacity buildingnya outbound dan tidur di tenda, sebagai reward bagi pimpinan sampai tingkat Kepala Lab (Bisik-bisik para Kaprodi sebaiknya rewardnya berupa tunjangan jabatan atau pelatihan non gelar di luar negeri yg dibiayai IDB saja, he he)

Beberapa peserta yg tak lagi muda mundur teratur, khawatir diterkam biawak.

Kampus ungu juga menerima bantuan besar dari IDB dalam bentuk hard program (membangun gedung, lab, dll) serta soft program (beasiswa kuliah ke LN, training dalam dan luar LN, riset, dsb). Membangun gedung anggarannya sebesar 49.683.886 USD atau Rp. 645.890,500, dana pendamping dari Kementerian Ristek Dikti sebesar 3.797.289 USD atau Rp. 49.364.757.000, dan dari PNBP Untirta 3.813.500USD atau Rp. 50.000.000,-. Semoga bisa selesai di tahun 2019 dan tahun 2020 bisa dimanfaatkan (Sumber: Pidato Rektor, 19 Agustus 2017)

Tema yang harus diwujudkan adalah menjadi pusat unggulan food security.

Menurut Prof. Dodi Nandika, ini berat karena Kampus Ungu bertetangga dengan IPB yang sudah dari sononya didesain di bidang pertanian, termasuk food security.

Prof Dodi menyampaikan perlunya diferensiasi, karena kalau berhadapan apple to apple tak mungkin bisa. Ada dua topik yg ditawarkan prof. Dodi: (1) Kajian kawasan, (2) Kajian hutan pangan.

whatsapp-image-2016-11-17-at-11-58-28-am-2

Nah ini masukan penting, secara Prof Dodi dari IPB.

Ngomong-ngomong memang sudah seharusnya Kampus ungu lebih maju, lha wong Doktornya sudah 152 dan terus bertambah dari 528 Dosen PNS. masih ditambah 111 Dosen non PNS, berstatus dosen BLU dan Non BLU. (Sumber: Pidato Rektor, 19 Agustus 2017) Jumlah Profesornya memang masih 9, tapi kelihatannya akan bertambah. Cepat tidaknya tergantung dari publikasi riset. Nah publikasi ndak bisa ajaib dengan academic writing coaching saja, tapi perlu program riset yang didanai secara serius, plus pembiayaan seminar terutama ke luar negeri untuk memberikan pengalaman dan menambah jejaring.

Jadi semoga bisa dapat akreditasi A, termasuk naik peringkat, tahun ini 83, tahun lalu 74, nah tahun depan harusnya lebih baik biar tidak masuk kaum yang merugi.

Begitu Bro and Sis

Catatan: Istilah ungu mungkin tidak tepat, seharusnya merah marun. Tapi ah, apalah arti sebuah warna. 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s