Saya, Mas Tirta, Mas Eko dan Mas Eep

Tulisan ini diinspirasi oleh pertemuan saya dengan Prof. Tirta N Mursitama (Biasa saya panggil Mas Tirta) hari sabtu lalu. Saya berkesempatan memoderatori Mas Tirta sebagai Narasumber dalam Kuliah Umum untuk mahasiswa baru Pascasarjana Untirta. Kebetulan undangan untuk kegiatan tersebut saya juga yang menyampaikan via WA, karena kami tergabung di Grup WA alumni HMI FISIP UI.

Percaya atau tidak, kami baru bertemu kedua kalinya. Pertemuan pertama terjadi sekitar 3 minggu lalu di pernikahan Kang Pangeran, hanya say hello. Namun kami langsung akrab, karena ternyata suka saling kepo. Saya tentu saja diam-diam menyimak banyak hal tentang Mas Tirta di media dan media sosial, dan Mas Tirta ternyata membaca blog saya.

Ndilalah, kami ternyata memiliki jejak pengalaman yang sama. Sama-sama pernah kuliah di FISIP UI (Saya Politik, Mas Tirta di HI), sama-sama ambil doktor di Jepang walaupun beda kampus, pernah menjadi Ketua Forum Studi islam (FSI) dan Senat mahasiswa FISIP UI di era yang berbeda. Hanya kadar HMI-nya Mas Tirta lebih kuat, sampai jadi ketua Cabang, saya hanya ketua bidang di tingkat komisariat saja.

Jadilah walaupun baru bertemu langsung punya chemistry.

Nah omong-omong, ada dua orang lagi yang pernah jadi Ketua FSI dan kemudian ketua Senat Mahasiswa FISIP UI. Prof Eko Prasodjo, sekarang Dekan FIA UI, dan sempat menjadi Wakil MenPAN RB dan Mas Eep Saefullah Fatah, Bos PolMark, Konsultannya Anies-Sandi.

Dengan Mas Eko saya sempat berinteraksi di kampus, dan belakangan di beberapa kegiatan. Walaupun tidak intens. Saya waktu Kepala Lab pernah mengundang beliau ke Untirta dalam sebuah seminar.

abaheko
Guru Besar, Prof. Dr. Eko Prasodjo (berbatik merah) bersalaman dengan Guru berperut besar (berbatik biru) 😉

Nah Mas Eep dan saya pernah sama-sama ngajar di Jurusan Ilmu Politik FISIP UI. Hanya entah kenapa rasanya tidak pernah berinteraksi intensif.

Yang menarik, kami berempat sama-sama pernah mengajar dan sama-sama sudah tidak di FISIP UI lagi. Mas Tirta menjadi Guru Besar di Binus University, Mas Eko menjadi Dekan di FIA (FIA lepas dari FISIP UI) dan Mas Eep menjadi Konsultan profesional, melepas baju akademisi sebagai dosen Ilmu Politik UI.

Saya di generasi paling muda memilih pulang kampung, menjadi Kaprodi S2 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, biasa disingkat Un-Tirta. Semoga bisa mengejar jadi Professor di usia muda seperti Mas Eko dan Mas Tirta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s