Kemarin pagi ada WA masuk dari Wakil Rektor 1, saya diminta merapat waktu itu juga ke Cilegon, dipanggil Menteri untuk mendiskusikan Permenristekdikti 20 2017.

Kebetulan Menteri ada di Cilegon meresmikan gedung dekanat FT Untirta dan setelahnya menggelar dialog. Waduh, kesempatan emas sebetulnya, hanya sayang saya masih di Bangkok untuk menulis dan diskusi. Jadilah saya ndak bisa bertemu dan menyampaikan langsung pendapat saya dan juga mendengarkan langsung sikap Menteri.

Jadilah cukup saya tulis di sini, moga-moga ada yang mau baca, siapa tahu Pak Menteri.

Sikap saya masih sama. Saya menganggap Perpres 20 2017 diksriminatif dan tak masuk akal. harus dicabut. Alasannya sudah berkali-kali saya sampaikan.

Lektor kepala tak punya tunjangan khusus sehingga tak bisa di berikan kewajiban khusus. Tak masuk akal.

Apalagi sanksinya pencabutan tunjangan profesi. Ini khusus lektor kepala pula. Tak masuk akal dan diskriminatif.

Udah, gitu.

Bahwa dosen (yang sekaligus peneliti) mesti didorong dan dipaksa untuk meneliti itu benar. Namun tentu semua itu ada caranya yang benar, tidak dengan cara diancam dicabut tunjangannya. Itu sih gaya saya ke Ilham: Kalo gak makan sayur gak boleh ke Planet Dinosaurus πŸ˜‰

Tentu ada banyak cara yang bermartabat dan saya amat siap bersdiskusi. Jika dipaksa bisa saya siapkan makalah, kita adu argumentasi, tapi bukan maen otoritas: saya atasan, kamu dosen biasa bawahan saja.

karena pake atasan gak pake bawahan bisa malu kan?

Saya sedang membuat tulisan untuk edisi pertama jurnal tentang pendidikan tinggi di Indonesia yang akan diterbitkan oleh Forum Dosen Indonesia. Sudah separo jalan dan semakin nampak bahwa berbagai kebijakan di pendidikan tinggi kita tak memperkuat dunia riset dalam jangka panjang. Hanya main dalam tempo-tempo singkat saja.

Telrihat juga bahwa berbagai aturan tak dibaca seksama sebagai konsideran. Misalnya PP 39 No. 37 tahun 2009, berisikan hal-hal progresif yang sampai sekarang tak dijalankan. Katakanlah soal sabbatical, maslahat tambahan, dan sebagainya.

Jadi begitu kira-kira. Moga-moga dalam sebulan nanti sudah ada tulisan-tulisan ilmiah tentang kebijakan pendidikan tinggi. Nampaknya ini bisa jadi pilihan topik riset baru setelah lama terbenam dalam politik lokal yang makin membosankan.

Salam

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s