Tulisan ini seharusnya sudah dibuat dan diposting beberapa minggu lalu. Namun apa daya, baru sempat. Justru ketika hari ini kena flu, bisa duduk manis depan laptop.

***

Jadi memang dari awal tahun lalu, saya mendapat undangan dari CSEAS Kyoto University melalui Okamoto Sensei untuk ikut menjadi bagian dari panel dari sebuah seminar tentang Asia Tenggara di Taipei. Saya tentu menyetujui, apalagi akomodasi dan transportasi ditanggung mereka. Saya akan dipanelkan dengan dua kawan lain murid Okamoto Sensei : Dr. Nia dari LIPI dan Kim Yujin. Kami akan bicara soal Leadership di beberapa Kota Besar di Indonesia.

Oh ya, saya bersama Okamoto dan beberapa Professor lain memang berada dalam satu grup riset Local Politics in Capital City in Southeast Asia. Kami beberapa kali mengadakan field research bareng di Jakarta, termasuk mewawancarai Ahok.

***

Nah dari Indonesia ternyata Dr. Wahyu dari UIN juga berangkat. Jadilah kami berangkat bareng dari Cengkareng dan sempat makan siang bareng.

14689850_10154713220474015_1840707151_o

Sebagian besar penumpang pesawat ke Taipei adalah pekerja asal Indonesia. Ada yang terlihat sudah biasa bolak-balik Indonesia-Taiwan, ada juga yang nampak masih canggung.

Sampai di Taipei malam,  karena belum punya Taiwan Dolar, saya dan Dr. Wahyu menukar US dolar di money changer di Bandara Taoyuan. Nah dolar lama punya Kang Wahyu ternyata ndak diterima, mereka minta dolar baru.

Sempat kebingungan menemukan transportasi, akhirnya kami memutuskan naik bis ke Taipei Main Station (setiap orang sekitar 120 NTD) dan dilanjutkan naik taksi (sekitar 400-an NTD) ke Hotel kami yang ternyata terletak di New Taipei City.

Capek banget dan Jetlag, tapi apa daya masih harus menyelesaikan bahan presentasi, besok presentasi jam 10 soalnya. Jadilah kerja sampai jam 2 malam. Oh ya, saya lupa mengecek tipe colokan yg ada di taiwan, untungnya sama dengan Jepun, jadi bisa kerja dengan nyaman.

14686173_10154713220534015_609429932_n

 

***

Paginya lupa menyetel jam di handphone (Taiwan lebih dulu satu jam), akibatnya tak sempat sarapan dan lari-lari mencari shuttle yang akan mengantar ke National Chengcu University, tempat seminar dilaksanakan.

Sampai di kampus, pemeriksaan lumayan ketat. Ternyata Presiden Taiwan sendiri yang akan membuka konferensi ini. Belakangan diketahui, Taiwan memang sedang punya “keinginan lebih” di kawasan asia tenggara. Ditambah IIR NCCU ternyata memiliki posisi cukup kuat di belakang Presiden.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Presiden menyampaikan keynote speechnya, dan pesan utamanya adalah Taiwan menginginkan kerjasama beyond economic cooperation dengan negara-negara Asia tenggara.

Saya sendiri menyampaikan paparan sekitar jam 10. Senang sekali, chairnya Okamoto Sensei ahli politik lokal di Indonesia, dan discussantnya Arai Sensei, ahli urban politics, khususnya politics of housing.

whatsapp-image-2016-09-24-at-5-43-46-am

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah itu giliran mereka yang presentasi bersama Kang Wahyu juga.

Oh ya aku ketemu dengan Mas Itok, Dosen HI UI yang sedang studi di NCCU. Mas Itok sendiri menyajikan presentasi tentang militer, keahliannya dan minat studinya sejak dulu.

 

Malamnya kami makan-makan dan minum-minum. Panitia menyediakan makanan yang halal dan juga minuman segar. Kami membuat janji jalan-jalan besoknya dipandu Mas Itok.

***

Besoknya kegiatan dimulai pagi. Aku mengikuti beberapa sesi diskusi. Setelah makan siang kami kabur jalan-jalan karena memang tinggal sesi berbahasa Cina saja.

Tujuan utama jalan-jalan adalah ke Museum nasional Taiwan. Perjalanan cukup panjang karena mesti berganti-ganti moda: Bis dan kereta api.

whatsapp-image-2016-09-24-at-5-25-32-am

Museumnya besar sekali. Isinya adalah peninggalan dari jaman China kuno yang dibawa Kuomintang ketika pindah dari Mainland China ke Pulau Formosa. Wah soal museum gak bisa diceritakan lah, megah dan banyak sekali koleksinya. Musti jadi tujuan utama kaau teman-teman datang ke Taiwan.

Hanya Okamoto Sensei agak kecewa karena gagak menemukan kubis dari giok yang katanya amat legendaris.

Selesai dari sana kami menuju Taipei main station. Mbak Nia penasaran dengan hall tempat biasa ngumpulnya para pekerja dari Indonesia setiap sabtu dan minggu. Sayangnya ini hari jumat sehingga tak ada pekerja Indonesia yang terlihat.

whatsapp-image-2016-09-24-at-4-44-11-am

Nah kegiatan malam ini kami tutup dengan makan malam, merayakan Professorshipnya Okamoto Sensei. Bulan september lalu baru saja diangkat jadi Full Professor. Keren bingits.

Hanya ada drama yang gak enak, supir taksi yang kami naiki salah membaca alamat hotel, jadinya nyasar. Sebagai catatan upayakan membawa selalu alamat tujuan dalam bahasa China kalau bepergian. Beberapa supir taksi yang kami naiki selama di Taipei kurang piawai membaca alamat dalam bahasa latin.

Oh ya, baru nyadar kalau hotel yang kami inapi ternyata muslim friendly

whatsapp-image-2016-09-24-at-5-25-31-am

 

***

Besoknya pulang deh.

14699759_10154713220469015_1500748140_n

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s