Mendadak Bromo

Banyak teman nampaknya jatuh hati pada foto yang aku pasang di IG dan fesbuk. Walaupun berkomentar mengagumi latarbelakangnya, diam2 aku percaya mereka menyukai modelnya, terutama cukuran yang berjambul ituh.

Sebenarnya pergi ke Bromo bukan rencana liburan yang direncanakan panjang. Mendadak, mendadak sekali.

Mestinya sejak senin aku udah di kampus memasang jariku di mesin finger print yang menjawab lantang”TERIMA KASIH”.

Maklum, sebagai dosen jelata, tiket mudik ke Surabaya amatlah mahal. Namun sesuatu terjadi, neneknya istriku divonis kanker paru2 stadium akhir, dan karena faktor usia, nampaknya sulit mengikuti kemoterapi.

Alhasil diniatkan pulang sekeluarga ke Surabaya, menyenangkan hati beliau. Jadilah setelah berlebaran hari pertama di Pandeglang, malamnya pulang ke Karawaci dan dini hari meluncur ke bandara. Tergopoh2 karena telat, bukan lagi nyaris telat. Untunglah batik air berbaik hati melakukan check in atas nama kami dan kami masih diperbolehkan terbang. Walaupun bagasi terpaksa ikut penerbangan selanjutnya (Thanks Pak David atas kebaikan hatinya).

Nah sampai di Surabaya agenda utama tentu saja menengok nenek. Tetap tampil ceria ya πŸ™‚

Nah, selain silaturahmi ke beberapa kerabat, tiba2 terpikir menengok nenek yang sedang batuk2, nenek Bromo. Duh padahal batuknya membuat penerbangan dari dan ke Malang dialihkan.

Kami memutuskan setengah backpackeran ke Bromo, tentu melalui Probolinggo, dua jam perjalanan dari Surabaya.

Selama di Bromo biarlah Ayal yang menceritakannnya di blognya. Aku mau berbagi fotonya saja πŸ™‚

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s