Sudah Tua

Semester ini saya mengajar mahasiswa semester satu.

Nah, suatu ketika saya menjelaskan beberapa perbedaan situasi politik sebelum dan sesudah reformasi.

Ketika itu saya tanya, tahun 1998 ketika berlangsung gerakan mahasiswa mejatuhkan Soeharto, berapa usia kalian?

Jawabannya: “Satu bulan Bah”, “Setengah tahun Pak”, atau “Baru lahir Pak”.

Astaga, giliran saya tercengang. Ternyata mereka rata-rata kelahiran 1998.

Nah, jadilah di penjelasan selanjutnya saya mengatakan “..di zaman kalian belum lahir…” untuk menyebut era orde baru, sambil saya tersenyum-senyum.

Habisnya, saya jadi nyadar kalau saya sudah tuwir.

Saya menghadapi anak-anak generasi yang pastinya sulit membayangkan bahwa ada zaman di mana partai politik cuma boleh ada tiga (bahkan satu gak ngaku sebagai partai), orang bertato bisa ditembak mati tanpa pengadilan, atau pemilu skornya bisa diatur seperti mafia mengatur skor sepakbola.

Pantesan dalam beberapa waktu ini terasa ada upaya menghadirkan kembali orde baru sebagai pahlawan. Targetnya ya anak-anak generasi baru ini, yang mulai punya hak pilih πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s