Makan Malam-Makan Malam Terakhir

Ini minggu terakhir Ramadhan, juga minggu terakhir saya di Kyoto.

Ya, 12 Juli saya akan pulang kampung, mudik.

Kali ini back for good, hmm apa ya artinya? Kira-kira pulang beneran, bukan sementara. Ya setelah ujian disertasi, tak ada aktivitas studi lagi, Sensei mempersilahkan saya pulang dan menunggu hasilnya pada tanggal 21 Juli.

Jadi memang setelah sidang tak lantas hasilnya diumumkan. Rapat para penguji hanya menyepakati, apakah mereka merekomendasikan saya untuk diluluskan atau tidak. Berdasarkan bocoran dari Sensei, semua penguji sepakat saya lulus.

Tapi hasil ujian hanya menjadi rekomendasi yang disampaikan di faculty meeting. Para Professor akan bersidang dan mengambil suara, apakah saya dianggap pantas jadi pehade atau tidak. Mekanismenya: Sensei pembimbing akan menyampaikan resume disertasi di rapat tersebut, kemudian diadakan pemungutan suara tanpa nama. Jika lolos maka saya berhak memakai gelar pehade, walaupun tentu saja ijazah baru bisa didapatkan di bulan September nanti.

***

Nah karena 12 Juli saya hendak pulang, beberapa sahabat dan Sensei menggelar makan-makan. Hampir di setiap malam ada makan-makan, buka puasa bersama gitu.

Dimulai dengan buka puasa KMA, Kyoto Muslim Association. Ini hajat tahunan, warga negara-negara muslim memasak makanan khas negaranya dan menyajikannya di Miyako Messe. Ada banyak sekali makanan dan juga ratusan warga hadir, muslim maupun non muslim. Pokoknya makan enak sampai kenyang.

Besoknya makan malam bareng Okamoto Sensei. Kami ke Yumotokan, mandi air panas dan diakhiri dengan makan sapi ohmi rank A5. Uenak pisan.

Malam selanjutnya, buka puasa bareng teman-teman Lab Oyamada. Ini teman-teman yang berada di bawah bimbingan Oyamada Sensei, baik mahasiswa Doktor maupun Master. Ada dari Jepun, Afghan, Vietnam dan Indonesia. Kami makan makanan Thai. Seorang kawan mewakili teman2 yang lain menyampaikan souvenir perpisahan: foto kami sewaktu pesta di rumah Sensei dan juga teh empat musim.

Malam berikutnya, kawan-kawan mahasiswa Indonesia mengadakan diskusi dan buka puasa bersama. Sistemnya potluck, jadi pada bawa makanan dan dinikmati bersama-sama. Diskusinya seputar benang kusut riset dan pendidikan tinggi, seru karena selain perspektif para dosen, teman2 dari litbang kementan juga menyampaikan pandangannya. Diskusi tak berjalan tuntas karena keburu beduk, eh maksudnya waktu berbuka. Jadilah kami makan makanan enak-enak yang dimasak ibu-ibu Kyoto.

Sumber:https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10153457708952138&set=a.10150682250537138.419061.762717137&type=1&theater&notif_t=like_tagged

Nah besoknya, persis sebelum pulang giliran Oyamada Sensei mengajak saya dan Pak Ishaq makan bersama. Kami makan tempura yang spesial di isetan, Kyoto Station. Koki meramu dan memasak tempura dan langsung meghidangkannya. Enak dan segar, diakhiri makan nasi dalam kuah teh hijau. Karena hanya bertiga, kami membicarakan banyak hal, termasuk beberapa rencana setelah kelulusanku, membangun kerjasama antara Doshisha University dengan Untirta. Sangat mungkin, kata Sensei.

Alhamdulillah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s