Kesempatan Mendapat Pembiayaan Bagi Kegiatan Mahasiswa

Waktu masih mahasiswa dulu rasanya susaaaaah banget mencari dana untuk kegiatan. Alhamdulillah, waktu saya jadi ketua senat sempat mendapatkan donasi untuk berbagai kegiatan. Saya ingat, yang terbesar adalah donasi ExXon mobil untuk desa binaan di Leuwinanggung, sekitar Rp. 95 juta. Sponsor kegiatan lain kalo gak salah dari sebuah merek permen, lupa namanya. Waktu itu cukup membiayai sebuah kegiatan kesenian. Proses dapet sponsornya menarik karena presentasi dan nego di perusahaannya langsung, bersaing dengan teman2 dari fakultas lain di UI.

Inget juga waktu itu membantu keberangkatan beberapa teman ke Jerman untuk study tour. Waduh ribet dan sulit banget dapet sponsor atau donatur. Yang saya inget waktu itu menjembatani teman2 tersebut dengan Dekan FISIP UI Mas Gumilar. Nah di depan kita Mas Gumilar menelepon beberapa jaringannya pake HP Communicator yang guede, pake speaker pula, ha ha.

Kalau ini foto Study tour (beberapa) mahasiswa UI dan ITB ke beberapa kampus di China dan Hongkong.
Kalau ini foto Study tour (beberapa) mahasiswa UI dan ITB ke beberapa kampus di China dan Hongkong.

Nah, info di bawah ini menarik banget untuk mahasiswa atau dosen yang ngurusi mahasiswa. Ada kesempatan mendapatkan pendanaan bagi kegiatan kemahasiswaan dari Dikti termasuk kegiatan ke luar negeri lho

Monggo disimak…

Persyaratan kegiatan yang dapat memperoleh bantuan dana adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan kemahasiswaan yang dilaksanakan oleh mahasiswa (perseorangan maupun kelompok) atau organisasi kemahasiswaan antarperguruan tinggi.

2. Kegiatan kemahasiswaan dilaksanakan untuk dan oleh mahasiswa program Sarjana (S1) dan atau program Diploma. Kegiatan dengan sasaran/menyertakan siswa diperbolehkan hanya sebagai pelengkap/kegiatan tambahan.

3. Permohonan bantuan dana diajukan dengan menyampaikan proposal (sistematika terlampir), serta harus mendapat persetujuan (lembar persetujuan terlampir) dari Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan (Wakil Rektor/Ketua/Direktur Bidang Kemahasiswaan).

4. Kegiatan kemahasiswaan bertaraf regional yang dapat memperoleh bantuan dana, paling sedikit melibatkan (panitia dan peserta) mahasiswa dari perguruan tinggi yang berasal dari sekurang-kurangnya 5 (lima) perguruan tinggi di Indonesia.

5. Kegiatan kemahasiswaan bertaraf nasional yang dapat memperoleh bantuan dana, paling sedikit melibatkan (panitia dan peserta) mahasiswa dari sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) perguruan tinggi yang berasal dari sekurang-kurangnya (tiga) provinsi di Indonesia.

6. Ketentuan tentang jumlah perguruan tinggi dan atau provinsi yang terlibat bersifat relatif disesuaikan dengan kondisi geografis atau pertimbangan lain.

7. Kegiatan kemahasiswaan bertaraf internasional, dengan ketentuan:

a) Apabila Indonesia sebagai tuan rumah, paling sedikit diikuti oleh mahasiswa peserta yang berasal dari sekurang-kurangnya 3 (tiga) negara asing.

b) Apabila mahasiswa mengikuti kegiatan internasional di luar negeri, jumlah mahasiswa yang akan dikirim ke luar negeri disesuaikan dengan jenis kegiatan

c) Apabila beberapa perguruan tinggi mengajukan proposal kegiatan untuk kegiatan yang sama, dana bantuan hanya diberikan kepada salah satu perguruan tinggi, tetapi dapat ditambah sesuai skala kegiatan yang diikuti.

d) Disertai data dan informasi yang jelas tentang kegiatan yang akan diikuti dan profil/prestasi mahasiswa yang dikirim.

7. Perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

8. Kegiatan diselenggarakan pada periode bulan Maret s.d. Desember.

Oh ya, ini dia skema pembiayaannya

Besaran bantuan dana yang diberikan adalah sebagai berikut:

1. Sebanyak-banyaknya Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) untuk kegiatan kemahasiswaan bertaraf regional/wilayah.

2. Sebanyak-banyaknya Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) untuk kegiatan kemahasiswaan bertaraf nasional.

3. Sebanyak-banyaknya Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) untuk kegiatan kemahasiswaan bertaraf internasional.

4. Selain ke tiga skema bantuan di atas, bantuan juga diberikan kepada UKM nasional yang telah diselenggarakan secara rutin tahunan atau dua tahunan (Racana, KSR, TWKM, Menwa, dan kegiatan lain yang disepakati dalam Rakernas pimpinan bidang kemahasiswaan).

Besaran bantuan dana ditentukan berdasarkan hasil penilaian kelayakan usulan dan harus ada dana dari sumber lain di luar bantuan dari Ditjen Dikti.

Prosedurnya adalah:

1. Proposal yang telah disetujui dan atau disertai Pengantar Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan (PR/WR/Puket/Pudir) dikirimkan ke Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, cq. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Proposal harus sudah diterima paling lambat 45 (empat puluh lima) hari sebelum tanggal pelaksanaan kegiatan.

3. Kegiatan kemahasiswaan yang disetujui untuk dibantu akan diberitahukan secara tertulis melalui email, pos dan atau faks, sekaligus memberitahukan kepada perguruan tinggi dan pelaksana untuk melengkapi persyaratan administrasi keuangan.

4. Setelah persyaratan administrasi keuangan diterima, maka dana yang disetujui akan diproses melalui kontrak dan dananya akan ditransfer oleh KPPN (Kemenkeu) ke rekening perguruan tinggi pengusul (rekening lembaga).

5. Bantuan dana untuk kegiatan kemahasiswaan dalam jumlah tertentu dikenakan pajak sebesar 1,5% yang akan dipotong pada waktu pengiriman dana ke perguruan tinggi pengusul.

Sementara mekanisme laporannya:

1. Laporan disampaikan paling lambat dalam waktu 1 (satu) bulan setelah kegiatan dilaksanakan. Pelaksana mengirimkan 2 (dua) eksemplar laporan menggunakan format terlampir, dan dialamatkan ke:

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kompleks Kemdikbud Gedung D Lantai 7 Jalan Jenderal Sudirman Pintu I Senayan Jakarta 10270 Softcopy dikirimkan melalui e-mail: subditmawa@dikti.go.id

2. Mahasiswa/Organisasi Kemahasiswaan yang tidak menyampaikan laporan kegiatan tidak akan diberikan bantuan pada kesempatan atau tahun berikutnya.

Jika tertarik template proposal dan pedoman teknis bisa diambil di sini.

Catatan: surat pengantar Bu Ilahnya Januari 2014, tapi pengumuman adanya bantuan ini 30 April 2015. Mungkin yang ngetik lelah πŸ˜‰

Iklan

One comment

  1. kalo kegiatan nya februari 2016 tapi baru bisa memberikan proposal December in I,kira kira masih bisa dibantu tidal yaa by dalam pembiayaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s