Haduh lama tak menulis.

Mumpung belum lupa, saya mau cerita pengalaman dua hari mengurus mutasi SIM A. Saya memutuskan mengurus dengan benar, sesuai prosedur. Tidak mengontak siapapun untuk meminta bantuan. Lagipula da saya mah siapa atuh?

Lagipula, apa kata Ayu dan Ilham kalau saya mengurus dengan cara menembak. 😉

Hmm, setidaknya ini untuk mengingat jika lima tahun lagi mengurus hal serupa. Jika bermanfaat buat teman-teman, saya lebih bahagia lagi.

Jeng-jeng-jeng.

Cerita dimulai ketika saya hendak berulang tahun ke-34. Artinya SIM saya segera habis. 😦

#Hari Pertama

Tanggal 9 April saya berangkat dari Kalibata menuju Pandeglang. Jam 5.15 saya keluar rumah, diiringi hujan rintik-rintik yang berubah menjadi amat deras. Naik angkot nomor 34 yang ngetemnya luamaaaaaa. Nyambung Transjakarta di Pancoran dan mesti beli kartu Flazz seharga 40 ribu (saldonya 20 ribu) sampai Slipi Jaya (muacet di sebelum perempatan kuningan). Habis itu disambung Arimbi ke Serang. Dari Pakupatan, Serang, naek bis Murni melalui jalur Pakupatan – Palima – Pandeglang. Jalan Pakupatan-Palima jelek sekali padahal bolak-balik diperbaiki.

Turun di Cadasari-Pabrik, nyambung ojek ke Polres Pandeglang. Sampai jam setengah sepuluh.

Saya melapor ke petugas di pintu gerbang menyampaikan mau memperpanjang SIM dan diarahkan mengurus KIR dokter di poliklinik depan BRI Pandeglang. Oh ya, awalnya memang mau perpanjangan karena lima tahun lalu perpanjangan bisa dilakukan walaupun KTP Pandeglang saya sudah ganti dengan KTP Jakarta.

Di Poliklinik saya ditimbang dan diukur, bayar dua puluh ribu rupiah.

Selanjutnya saya ke loket BRI. Mas-mas di loket meminta KTP Pandeglang, nah saya bilang KTP saya mati. Jadi doi menyarankan saya konsultasi ke petugas.

Saya pun bertanya ke Mbak-mbak yang bertugas. Ia menjelaskan mesti mutasi ke Jakarta, saya diminta fotokopi KTP dan SIM sebanyak tiga lembar masing-masing. Ia juga berkata “Ngerti?” dengan tegas. Saya mengangguk-angguk.

Setelah fotokopi saya menunggu surat mutasi diproses, lamaaaaa sekali. Saya bertanya, masih diproses katanya.

Ada tukang lahang, saya minum, segar sekali, harganya lima ribu rupiah segelas.

IMG_0152

Saya juga mengamati orang-orang yang test praktek. Beberapa mungkin grogi kelihatan kagok gitu. Hmm lima tahun lalu fasilitas ini belum ada nampaknya (CMIIW). Oh ya ada juga seorang Bapak berjubah putih dan bersorban bawa rombongan, ia keluar masuk ruangan petugas mengantar sebagian anggota rombongannya. Saya ber-husnuzhon, Bapak ini membantu Pak Polisi.

Perut semakin lapar minta sarapan.

Jam satu kurang, setelah peserta ujian dan perpanjangan SIM hampir habis mulailah pemohon mutasi dipanggil, saya urutan kedua. Dipanggil ke ruangan pembuat surat saya diminta membayar biaya administrasi lima puluh ribu rupiah.

Alhamdulillah, tinggal urus di Jakarta besok.

Saya segera pergi ke Kampus Untirta naik ojek dan (lagi-lagi) bus Murni. Sampai Warung Padang depan kampus jam setengah dua langsung sarapan, aih ketemu sobat lama Pak Ridwan. 🙂

#Hari Kedua, 10 April 2015

Pagi sebelum jam delapan saya sudah nongol di layanan SIM keliling depan TMP Kalibata. Mobil SIM keliling tak lama datang. Nah saya bertanya ke petugas, ia mengatakan kalau mutasi mesti diurus langsung ke Satpas SIM Daan Mogot.

Saya langsung naik 640 ke Pancoran disambung Busway ke grogol dan dilanjut ganti koridor ke arah kalideres. Turun di halte Taman Kota langsung disambut ojek (lima ribu rupiah). Pak Ojek bercerita bahwa sekitar tiga minggu terakhir kondisinya steril, gak bisa dibantu diurus. Ia bilang selama itu semua pihak mulai biro jasa sampai petugas tak bisa membantu. “Yang bisa hanya wartawan”, katanya. Ia tentu saja menawarkan jasanya kepada saya. Empat ratus ribu rupiah untuk mutasi SIM (Bisa ditawar sampai 350 rupiah), ada jasa untuk tipe SIM lain sebesar 650.000 sampai 750.000. Ia bilang, bisa langsung foto. Wallahua`lam.

Saya sih bilang nggak punya uang dan memang ingin mengurus sesuai aturan.

Oleh petugas saya diarahkan ke bagian pemeriksaan mata, biayanya 25.000 rupiah. Pemeriksaan mata hanya diminta duduk dan menyebutkan angka-angka di layar. Ringkas dan cepat.

Dari sana mendapat gelang hijau sebagai tanda peserta pemohon SIM dan masuk ke ruangan besar dengan banyak loket.

IMG_0159

Karena berkas pencabutan SIM lengkap saya diarahkan langsung ke loket BRI, bayar biaya 80 ribu rupiah. Dari sana ke loket asuransi pengendara bayar 30.000 rupiah. Nah disambung ke bagian formulir, mendapatkan formulir gratis dan diisi. Setelah beres lanjut ke loket 18, berkas diperiksa, dinyatakan OK dan diminta ke bagian foto dan sidik jari.

Nah di sini agak panjang antriannya, mepet jumat pula. Kami diminta membuat kelompok setiap sepuluh orang dan menyerahkannya ke petugas. Saya kebagian kelompok tujuh.

IMG_0157

Cukup lama menunggu sampai mepet Jumatan. Akhirnya kelompok kami dipanggil juga, foto dan sidik jari dengan cepat, langsung bergegas ke Mesjid.

Beres jumatan masuk ruangan 32 untuk antri pengambilan SIM. Puanas sekali ruangannya, tapi mau bagaimana lagi, speakernya menghadap ke dalam, jadi kalau menunggu di luar bisa nggak kedengaran kalau dipanggil.

Menunggu sejam setengah akhirnya dipanggil juga. Artinya SIM A Jakarta sudah di tangan, alhamdulillah.

Prosesnya cukup tertib dan teratur. Nampaknya memang pemohon membludak sementara waktu terpotong Sholat Jumat. Ya ada sih sepertinya “biro jasa” yang masih bermain. Misalnya ketika yang lain dipanggil ada dua orang (satu pemberi jasa dan satu nampaknya pengguna) bisa mengambil sim tanpa namanya dipanggil.

Tapi secara umum oke menurut saya. Artinya jika kita memenuhi persyaratan dan berkas bisa mengurus dengan lancar kok. Bahkan ada remaja yang mengurus sesuai prosedur walaupun nampaknya anak orang penting, kelihatan didampingi pengawal bersafari coklat lengan panjang.

Mari mengurus dengan benar, repot sedikit tak mengapa tho?

Ini dia hadiah ulang tahun terindahnya:

IMG_0163

Iklan

2 tanggapan untuk “Mengurus Mutasi SIM dengan Benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s