Anak dan Potensinya

Semua anak punya kelebihan, saya percaya itu.

Dulu ketika saya SD, hampir semua anak menggambar hal yang sama di mata pelajaran kesenian: pemandangan dua buah gunung dengan matahari ditengahnya. Ada sawah dan jalan raya, dan kadang-kadang rumah.

Sumber: http://lh6.ggpht.com/D9j5qY9uwHRWUVuT8cd2hbWn_Xz9n-tVrj-xZn48CVCQOBBXHqFadrleeUPdD6r7Cs7GnkNQPW1wWYXuh3np7cS8XA

Gambar ini menunjukkan keseragaman berpikir anak-anak di masa itu yang dibentuk oleh sekolah dengan kurikulumnya, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Ditambah minimnya informasi yang bisa didapatkan guru, orang tua dan anak-anak itu sendiri.

Di zaman sekarang, dengan banyaknya informasi, mestinya gambar anak-anak SD sudah mulai beraneka ragam.

Nah, apakah anda percaya anak-anak anda memiliki kelebihan? Saya mau bercerita tentang Ayu dan Ilham.

Ayu anak pertama selalu mengeluh tentang matematika. Ada masa-masa ia mengerjakan PR sambil bercucuran air mata. Ia juga tak suka olahraga, terutama lari.

Kami sendiri terus memotivasinya agar tak membenci matematika dan membuatnya suka olahraga. Tak Mudah tentu saja. Namun Ayu punya kegemaran sendiri, ia mampu menamatkan buku ratusan lembar hanya dalam beberapa hari saja. Ia juga nampaknya suka belajar bahasa. Ia menyerap pelajaran bahasa Jepang seperti spon menyerap air. Hampir semua test kanji dilalui dengan nilai sempurna, dan ia mengeluh jika hanya dapat 80 atau 85.

Ayu juga suka menulis. Ia menikmati perannya sebagai blogger di http://ayuzahrany.wordpress.com/. Menulis pengalaman, curhat atau hasil “penelitiannya”. Ya kadangkala di sekolahnya memang ada tugas meneliti fenomena tertentu. Dulu Ayu menyelidiki negara produsen barang-barang rumah tangga yang ada di Apato. Ia kaget, sebagian besar berasal dari China 😉 Ayu menggambarkan hasil risetnya dalam sebuah peta dunia besar.

Nah beberapa waktu lalu ia mendapat tugas menjawab keingintahuan yang ada di kepalanya dengan mencari jawabannya di buku perpustakaan. Karena sedang keranjingan game, ia kemudian menuliskan sejarah game. Nah, Ayu kemudian menuliskannya di blog dalam bahasa Jepang. Hal yang Abah dan Ibunnya tak bisa lakukan bahkan untuk  membacanya sekalipun.

Screenshot 2015-03-10 19.21.47

Nah Ilham tak begitu suka menulis, membaca pun masih sulit dan malas-malasan. Ia suka menggambar dan menyanyi. Bakat berkesenian Ilham bahkan diakui Abe Sensei, Guru Bahasa Jepang mereka di sekolah. Ayu bercerita bahwa Abe Sensei meyakini bahwa Ilham akan menjadi Artist, entah pelukis atau performer. Ilham juga cekatan dan mudah saja memainkan alat musik pianika yang ada di rumah. Hal yang mesti susah payah dilakukan Ayu.

Ilham juga suka menyanyi. Hasilnya beberapa bisa dilihat di sini.

Terakhir Ilham minta direkam memperagakan tata cara melipat kertas susu kotak, ini dia:

 

Ha ha, jadi cerita Ilham dan Ayu.

Ini ceritaku, bagaimana ceritamu?

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s