Permenristekdikti No. 1 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pada PTN

Juga bisa didownload di sini

Iklan

Terbit Juga Secara Resmi: Pedoman Operasional PAK Kenaikan Pangkat/Jabatan Akademik Dosen

Akhrnya setelah beredar presentasi dan draftnya, yang ditunggu muncul juga, Pedoman  Operasional PAK Kenaikan Pangkat/Jabatan Akademik Dosen yang secara resmi diedarkan Dirjen Dikti, lengkap dengan tanda tangan Pak Djoko. Oh ya, lagi-lagi sumbernya Bunda Fitri yang baik 🙂

Monggo jika mau didownload di sini, atau langsung dibaca di bawah ini.

 

ISIS, Jepang dan Ummat Islam

Dalam minggu ini, kata “Islam” banyak muncul di televisi Jepun.

Sayangnya bukan dalam tone positif.

Ya, masyarakat Jepang sedang berduka dan marah karena salah satu warganya, Haruna Yukawa menurut kabar sudah dieksekusi dan Kenji Goto sedang menunggu giliran, jika permintaan ISIS tidak dipenuhi.

isis jepun
Sumber:hhttp://www.vocativ.com/gallery/culture/photos/isis-japan-hostage-manga/

Islam mendadak populer. Berita di televisi tak menyebut ISIS, namun “Islamic State”.
Bagi saya, keluarga dan masyarakat Islam lain di Jepun, ini tentu saja mengejutkan.
Ya, bagi kalangan terpelajar yang berinteraksi dan bisa membedakan antara Islam dengan ISIS, mereka mungkin tak terpengaruh. Mereka bisa menilai bahwa ISIS tak mencerminkan islam atau ummat islam. Hanya mengatasanamakan islam saja.
Tapi bagi mereka yang tak kenal islam, penyebutan “islamic state” di berbagai pemberitaan bisa membentuk frame tertentu seperti menganggap penganut islam memang berpaham radikal dan penyebar kekerasan.
Hal ini juga bisa mempengaruhi relasi warga Jepang dengan pendatang (termasuk pelajar) beragama Islam.
Secara pribadi, saya nyaman tinggal di Jepang. Warga Jepang terbuka dan menerima kami dengan baik. Secara umum, warga Jepang relatif tak memiliki prasangka tertentu atau phobia terhadap Islam. Bahkan di beberapa tempat sudah mulai disediakan tempat untuk melaksanakan sholat, seperti di bandara Kansai maupun di pusat perbelanjaan di Namba.

Sholat jumat di Kyoto juga berlangsung baik dan aman. Memang selama ini selalu ada intel polisi yang bejaga-jaga, tapi lebih untuk menjaga agar banyaknya jamaah sholat jum’at tak mengganggu kenyamanan warga: mengatur agar parkir sepeda tak menghalangi jalan atau rumah tetangga mesjid. Bahkan tak jarang saya sendiri menyaksikan beberapa warga Jepang yang mengucapkan dua kalimah syahadat di mesjid Kyoto.

Belakangan industri makanan halal sudah mulai tumbuh. Ada bakery yang menjual roti dengan label halal atau bahkan saya pernah menjadi tester catering yang khusus menyediakan makanan halal. Ini perkembangan yang amat menggembirakan.

Nah, semua bisa berubah hanya gara-gara penyanderaan yang mengatasnamakan “Islamic State” tersebut.
Oh ya, ini dia video warga muslim di Tokyo berkumpul mendoakan keselamatan sandera Jepang oleh ISIS. Saya juga ikut mendoakan.

Kasihan Jokowi

Kasihan Presiden Jokowi,

Pemilihnya bukanlah sekumpulan manusia nunut manut dan sami’na wa ato’na, membenar-benarkan segala apa yang dilakukan olehnya.

Pemilih Jokowi adalah sekelompok penagih hutang yang galak. Ya, karena janji yang disampaikan oleh Jokowi adalah hutang yang mesti ditunaikan, seperti: memberantas korupsi.

kasihan Jokowi. Pemilihnya  memposisikan Jokowi sebagai Presiden, tidak kurang dan tidak lebih. Jokowi bukan nabi dan malaikat yang mesti dibela jika membuat kebijakan yang ngawur, atau tidak mempergunakan kekuatannya sebagai Presiden di jalan yang seharusnya.

Pemilih Jokowi adalah orang-orang bawel yang memahami, memilih berarti berkonsekuensi mengingatkan dengan keras. Ketika Jokowi memilih bersekutu dengan para bedebah, maka bisa jadi para pemilih ini juga akan mengingatkan dengan lebih keras. Jika tak bisa, ya putus hubungan dan mencari sosok pemimpin masa depan yang lebih baik, pintar dan kuat.

Ini bukan tiba-tiba waras, insyaf atau kembali ke akal sehat. Jokowi pilihan paling masuk akal dan paling menjanjikan perubahan di Indonesia ketika pemilihan Presiden. Bukankah lebih sulit mempercayakan republik ini kepada mereka yang jelas-jelas dikelilingi pembuat bencana lumpur di Sidoarjo, tersangka korupsi haji atau kelompok yang bersikeras membubarkan KPK?

Yang saya perhatikan, sebagian  mereka yang berada di barisan paling depan membela KPK ya mereka yang memilih Jokowi. PDIP sedang melakukan bunuh diri politik. Jokowi, bisa memilih, mau ikut bunuh diri, atau tetap waras dengan memenuhi janji-janjinya kepada rakyat, bukan kepada para bedebah. Ingat, sebagian besar pemilih Jokowi bukanlah pemilih PDIP. Ada banyak stok pemimpin masa depan Indonesia yang bisa didorong maju empat tahun lagi.

Jadi mau ikut siapa, memenuhi keinginan rakyat atau kepinginan Ibu Budi?

***

btw kalau mau kaos Ibu Budi, klik gambar di bawah 😉

kaos ibu budi

Dikti Mau Impor Gubes Asing?

Menurut berita ini (http://www.jawapos.com/baca/artikel/11821/Tingkatkan-Kualitas-PTN-Dikti-Impor-Gubes-Asing), Menteri Keriting (Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi) memiliki gagasan mengimpor Guru Besar.

Screenshot 2015-01-23 09.03.54

“Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk mengatrol kualitas akademik perguruan tinggi negeri (PTN). Salah satunya adalah rencana mengimpor atau mendatangkan guru besar (gubes) asing untuk mendampingi mahasiswa program doktoral di dalam negeri.”

ditambahkan

“Menurut Nasir impor gubes asing ini tidak perlu direspon berlebihan. Program ini bukan berarti mengenyampingkan posisi gubes lokal. Dia mengakui jumlah gubes di Indonesia masih minim sehingga, untuk menggenjot kualitas pembelajaran, memerlukan bantuan gubes asing. Jika suatu saat jumlah gubes di Indonesia sudah cukup, impor gubes asing ini akan ditinjau ulang.

Jumlah gubes yang relatif banyak hanya di kampus-kampus top. Seperti di Universitas Indonesia (UI) memiliki sekitar 250 orang. Kemudian, Universitas Andalas Padang ada sekitar 130 orang. Selain jumlahnya yang sedikit, gubes Indonesia mulai ada yang terjerat kasus pidana. Seperti korupsi dan narkoba”

Lagi-lagi, Menteri melulu berpikir di wilayah hilir seakan-akan masalah hulu sudah selesai.

Saya sendiri tidak keberatan dengan kehadiran para Professor asing di kampus-kampus di Indonesia. Asal berkualitas, mereka bisa menjadi sparring partner yang baik bagi para dosen-dosen di Indonesia. Tentu juga menambah jejaring di mancanegara. Namun ini tentu saja kebijakan instant yang juga berdampak instant. Ada beberapa kebijakan mendasar yang mesti dibenahi oleh Kementerian.

Penerimaan dosen selama ini menempatkan calon dosen sebagai orang baru di dunia pendidikan tinggi. Sehebat apapun calon dosen di Indonesia, sebanyak apapun karya ilmiah yang pernah dihasilkan atau bahkan paten, semua dihitung nol (0) ketika dia menjadi dosen. Dia akan memulai dari nol lagi ketika memulai karir sebagai dosen. Seleksi sebagai calon dosen juga tidak memperhitungkan portofolio akademik si calon dosen. Selesinya ya administratif (berkas, linieritas, ijazah, dll), test kemampuan dasar dan micro teaching. Seleksi dosen lebih melihat si calon sebagai calon pengajar saja, bukan calon peneliti.

Jadilah kemudian terjadi berbagai fenomena, mereka yang memiliki pendidikan tinggi, katakanlah S3 dan memiliki reputasi akademik yang baik (katakanlah memiliki publikasi internasional dan jejaring internasional) seringkali tersingkir dalam proses penerimaan dosen gara-gara persoalan administrasi. Padahal tentu saja, orang-orang semacam inilah yang dibutuhkan kampus-kampus Indonesia jika mau diakui di tingkat internasional.

Pada akhirnya mereka mungkin menjadi bagian dari brain drain, memilih bekerja dan berkontribusi di luar negeri.

Nah mereka yang kemudian tersaring kemudian karirnya dimulai dari nol lagi sehebat apapun mereka. Jadi kalau dia adalah Doktor yang pernah mengajar di MIT dan pernah menerbitkan tulisan di puluhan jurnal bergengsi sekalipun, dia harus menjadi Lektor 3C dengan standar pendapatan yang memprihatinkan karena masih harus mengantri untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi dosen.

Jadi menurut saya, jika mau mendongkrak Universitas di Indonesia secara permanen: Benahi sistem rekrutmen dan karir dan berikan kesejahteraan yang baik sehingga pekerjaan pengajar di perguruan tinggi menjadi pekarjaan yang kompetitif untuk menarik anak-anak bangsa terbaik. If you pay peanuts, you get monkeys.

Jika mau agak instant, panggil pulang akademisi Indonesia yang bekerja di pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan dunia, berikan mereka status yang baik (tidak dimulai dari nol) di kampus, fasilitas yang baik (lab, perpustakaan) juga kesejahteraan yang baik. Mereka akan jadi katalisator yang baik dan lebih permanen ketika berkolaborasi dengan koleganya dan juga para mahasiswa.

Tentu saja berbagai persoalan klasik yang tidak kunjung dibenahi seperti kesejahteraan dosen, fasilitas kampus dan banyaknya urusan administratif sudah mesti diselesaikan. Kalo ndak nanti yang terjadi Professor import itu yang ngajar di kelas dan para dosen tetap nyambi mencari proyek di luar kampus untuk bayar cicilan rumah 😉

Begitu Pak Nasir…

Melawan Cewek Mabuk

Lama-lama saya terganggu juga dengan serbuan cewek mabuk, santri mabuk, cewek cabul, dan lain-lain.

Screenshot 2015-01-21 12.00.38

Spam tersebut menyebar dan tersebar dari akun teman-teman saya. Hmm komputer ini juga hampir saja kena, namun anti virusnya cukup oke, jadinya nggak mempan 😉

Menghapus postingan di media sosial juga tak akan menghapus virus/spam/malware tersebut. Ini dia cara membersihkan secara cepat malware tersebut jika bersarang di browser kita.

Jika menggunakan  chrome

1. Ketik: chrome://extensions/

2. Temukan extensions yang tidak kita kenal seperti Temp Show, dll. Langsung hapus.

Screenshot 2015-01-21 12.13.36

3. Kemudian bersihkan cache dan cookies dengan menekan: ctrl+shift+del

4. Maka akan terbuka jendela untuk membersihkan cache dan cookies browser. Jika tak yakin kapan terjangkit spam tersebut, pilih pilihan waktunya: the beginning of time.

Screenshot 2015-01-21 11.49.47

5.Restart browser chrome

Jika kita menggunakan browser mozilla firefox.

1. Ketik: about:addons

2. Cari addons yang nggak kita kenal berupa pemutar video seperti :Temp Show, dll. Langsung hapus.

Screenshot 2015-01-21 12.13.21

3. Sempurnakan dengan menghapus cookies dan cache. Tekan ctrl+shift+del. akan muncul jendela

Screenshot 2015-01-21 11.54.23

4. Restart browser mozilla

Mestinya akun media sosial kita sudah bersih dari cewek mabuk tersebut.

Jalan-jalan di Pasar Santa

Hmm kemarin  puas juga jalan-jalan di pasar Santa.

Ha ha, tentu saja ndak beneran nongol di sana.

Ya, saya (baca: akun instagram @abahamid) cuma berkeliling di beberapa akun instagram mereka.

Pasar Santa kabarnya memang jadi tempat nongkrong yang lagi seru di Jakarta. Buat yang bosen sama mall, cafe dan berbagai tempat mainstream lainnya, rasanya ini memang menarik. Nongkrong di pasar gitu loh.

Beberapa kedai makanan juga nampaknya dibuat nggak asal-asalan. Pake konsep yang serius gitu.

Mereka juga memanfaatkan jejaring sosial dengan antusias. Misalnya beberapa kedai buka secara iregular, untuk mengetahui jadwal kapan buka mesti memantau akun instagram mereka.

Jadilah saya yang ribuan kilometer jauhnya cuma bisa ngiler melihat @roti_eneng, @roastbeefgusto, @abcd_coffe, @kedaiaput, @barnana_jkt, @mie.chino, atau @papricano_mexicacantina.

Hmmm di bawah ini hasil blusukan kemarin di pasar Santa, tentunya via instagram.

Kalo punya akun di sana, follow aja akun mereka yang tertera di foto ya.

15695623334_43fa0abcc9_o 15698164833_9a11a1466c_o 16130663850_9dda0d3df4_o 16131856969_4509411275_o 16132182317_9005ce1639_o 16292101986_5cf2345e60_o 16292102766_69a0a75d48_o 16317178502_9cdef53526_o 16318045425_71a1a8a813_o 16318045985_18ae29036c_o

Hari ini

Hari ini makan siang dengan beberapa teman.
Ah ternyata sudah tahun ketiga di Kyoto.
Pulang naik bis, melewati sungai Kamo.
Hmm terbayang anak-anak langsung main di sana, hari kedua begitu mendarat di Kyoto.
Beberapa bulan lagi ereka akan pulang ke tanah air dan rasanya sulit menemukan sungai yang bisa diceburi sambil mencari ikan.