Bagaimana ngopi anda pagi ini? (1)

Anda sudah ngopi?

Ya, minum kopi pagi hari bisa mempercepat kerja otak, he he. Saya percaya, apalagi setelah semalam isi kepala didefrag dengan tidur lelap. Hmm lebih mantap lagi karena pagi di Kyoto amat dingin selepas musim gugur berlalu.

Bukan ngopi apa pagi ini yang saya tanyakan, tapi, bagaimana ngopi anda?

Ya, ada berbagai macam menikmati kopi atau cara bikin kopi.

Dalam beberapa waktu ini, saya sedang nggak nubruk. Maklum persediaan kopi dari Indonesia yang enak ditubruk sedang habis. Ya baik kopi bubuk beneran maupun kopi instan. Hmm nubruk a la Indonesia, terlebih kopi instan memang nggak perlu disaring, ampas terbenam nyaman di dasar cangkir. Karena rasa ampas ada di gelas, maka rasa kopi bertahan lama. Terlepas dari kualitas kopi instan yang … begitulah.

Tapi kalau kopi spesialiti, misalnya kopi aceh, rasanya perlu disaring. Karena bubuk kopi sering mengapung di permukaan mengganggu kenikmatan kopi aceh yang nikmat banget itu. Saya sampai sekarang suka banget kopi Ulee kareng. Ini kopi yang tegukan pertamanya membuat saya tersenyum bahagia. Suer.

Hmm tapi saya sedang kehabisan kopi Indonesia, jadi terpaksa beli kopi Jepun. Maksudnya kopi blue mountain dari Jamaica yang diolah di Jepun. Dipanggang dan digiling terus diberi kemasan. Kebetulan ada toko kopi di dekat rumah. Kita bisa minta digilingkan, jadi rasanya segar.

Setidaknya ada empat cara bikin kopi yang selama ini saya praktekkan

1. Disaring

Ini cara yang paling gampang, asal punya saringan. Air dimasak sampai mendidih, bubuk kopi disimpan di cangkir. Nah kemudian air mendidih dimasukkan ke cangkir dan ditutup agar keluar aromanya dan mengembang. Kemudian saring ke cangkir yang lain. Rasanya enak


20141203_163126

2. Pake alat penyeduh kopi (Coffee machine)

Yups, kalau ini sih tinggal masukkan kopi ke  tempatnya yang sudah diberi kertas drip coffee. Kemudian masukkan air sesuai takaran, pencet tombol power. Air akan menguap dan turun ke bubuk kopi. Kopi bisa dinikmati. Cukup enak.

Belum sempat dipotret, mesin penyeduh kopi saya lagi rusak, he he.

3. Drip Coffee

Hmm bagaimana menjelaskannya ya?

Cara menyeduh kopi dengan drip kopi mesti ada drip-nya (kayak cangkir, tapi berlobang), kertas drip coffee-nya (untuk menaruh kopi). Kertas drip ditaro di drip (menurut kabar dibasahi dulu lebih enak hasilnya), kemudian masukkan kopi secukupnya, dan taruh di atas cangkir. Kemudian air mendidih dituang pelan-pelan. Kopi akan tergenang air dan air kopi akan mengalir ke cangkir di bawahnya.

Untuk hasil lebih nikmat, tuang pertama sedikit saja hanya untuk membasahi kopi. Tunggu lima detik sampai aroma keluar. Setelah itu tuang lagi memutar pelan-pelan sampai keluar buih berwarna cokelat. Jangan sampai luber lho.

Kopi siap dinikmati. Enak juga.

20141203_163106

20141203_1634134. French Press

Nah metode ini baru saya pakai beberapa minggu. Tepatnya setelah saya berhasil mendapatkan sebuah alat french press dari bazaar, seharga 35 yen 😉

Ajaibnya ini langsung menjadi cara favorit saya ngopi. Soalnya menyeduh kopi dengan cara ini menghasilkan cita rasa yang kuat.

Sederhananya, kopi dituang ke tabung french press-nya, kemudian diberi air mendidih secukupnya, setelah itu pasang jaring dan tutupnya. Tunggu sekitar 15 detik sampai kopi mengembang dan aroma keluar. Tekan jaringnya ke bawah. Proses menekan ini menyenangkan karena ampas kopi akan tertekan ke bawah dan akan dihasilkan kopi yang bersih dari ampas tapi memiliki cita rasa kuat. Nah tinggal kemudian disaring ke cangkir dan dinikmati.

Hasilnya: Enak banget 😉

2014-11-15 19.25.50

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s