Nemu Buku Java Diary: Perjalanan Eliot ke Ujung Kulon

Kemarin saya ke Bazaar buku “Autumn Antiqurian Book Fair 2014” di  Chion-ji Temple. Sendirian saja karena istri dan anaks sedang ke pengajian di Mesjid Kyoto bersama muslimah dan anak-anak dari negara lain.

Bazaarnya cukup luas, dan buku-buku yang dijual juga beraneka ragam. Ada buku-buku teks, koleksi buku tentang kereta api, majalah-majalah lawas, dan sebagainya. Sebagaian besar berbahasa Jepun, tapi ada juga yang berbahasa Inggris, Jerman atau Perancis. Harganya, murah meriah, di bagian buku berbahasa Inggris, bandrolnya 500 yen (sekitar 50ribu rupiah) dapet tiga buku.

2014-11-01 16.09.33 2014-11-01 16.51.49 2014-11-01 16.51.53 2014-11-01 16.51.56 2014-11-01 16.52.04 2014-11-01 16.52.16

Nah, saya tiba-tiba terantuk sebuah buku hijau. Judulnya, “Java Diary” karya Eliot Elisofon.

Waaa, isinya tentang Ujung Kulon.

Rupanya, ini diary Mbah Eliot waktu ekspedisi memotret hewan liar di Ujung Kulon, selama 3 bulan di tahun 1967. Niatnya menemukan Badak cula satu (Rhinoceros Sundaicus). Jadilah Mbah Eliot yang fotografer Majalah Life melaukan perjalanan dan berkemah di beberapa titik di hutan semenanjung Ujung Kulon

Photo on 11-2-14 at 9.26 AM #2 Photo on 11-2-14 at 9.27 AM Photo on 11-2-14 at 9.29 AM Photo on 11-2-14 at 9.30 AM

Bagi saya ini menarik. Pertama, Ujung Kulon Pandeglang – Banten, my hometown. Kedua, kualitas foto di buku ini juga bagus banget, untuk sebuah buku yang terbit tahun 1969. Ketiga, saya memang suka catatan perjalanan semacam ini, membaca maupun menulis. Keempat, saya merasa “dekat” dengan Ujung Kulon.

Ya, pada tahun 2009 saya dan beberapa teman di Untirta dan Banten Institute pernah mendampingi rombongan dari CSEAS Kyoto University  untuk melakukan field school di Ujung Kulon.

Mahasiswa dari CSEAS Kyoto dititipkan di rumah warga Taman Jaya dan belajar menjadi bagian dari masyarakat. Pak Komar membantu sekali mempersiapkan kegiatan, akomodasi dan sebagainya.

Selain berbagai kegiatan di Taman Jaya, kita juga melakukan perjalanan ke Pulau Peucang, termasuk hutan di dalamnya. Nah, menariknya dalam rombongan kami ada Prof. Yamada yang pada tahun 1960-an juga melakukan ekspedisi ke Ujung Kulon membantu Prof. Schenckel. Prof Schenckel diceritakan beberapa kali oleh Mbah Eliot dalam bukunya.

He he, jadilah bernostalgia, ini dia beberapa foto ke Ujung Kulon waktu itu, diambil dari foto di akun facebookku dan facebook Pak Komar.

Jadi kangen Ujung Kulon.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s