Pak M. Nasir dan Tekanan Media

Siapa bilang enak jadi Menteri?

Habis disebut nama dan dilantik, dibully habis-habisan: dikuliti soal pribadi, masa lalu sampai penampilan. Media massa menampilkan menteri sesuai dengan selera masing-masing. Prinsip yang dipakai: bad news is good news. Ada yang memberitakan soal tato, rokok sampai plagiasi. Penghuni media sosial saling membagi dan menggunakan berita-berita tersebut untuk membully. Sebelum pengumuman, Presiden dianggap lambat, setelah diumumkan, Presiden dan Menteri dihantam habis-habisan.

Ini resiko yang memang hanya bisa dijawab dengan kerja. Siapa suruh jadi Presiden dan Menteri di era sekarang?

Ketika mulai bekerja, semenjak hari pertama, menteri pun sudah dikuntit oleh media. Sehari bisa satu atau dua berita tentang seorang menteri, bisa baik atau buruk.

Saya sih memandang baik saja, kerasnya tekanan media massa dan media sosial membuat menteri tidak bisa bekerja seenaknya.

Sebagai pembayar pajak, enak toh karena menteri mendapat gaji dan fasilitas dari pajak yang kita bayar.

Pak Nasir, Menristek Dikti salah satu yang nggak luput dari pemberitaan media.

Positifnya, sebagian besar media memiliki panggilan positif bagi Pak Nasir: “Pakar Anggaran”.

Ini juga mungkin ekspektasi publik karena dana yang dikelola dengan bergabungnya dikti (dan berarti seluruh perguruan tinggi) ke ristek memang nggak main-main besarnya.

Namun media memang punya selera sendiri. Berita kompas (http://sains.kompas.com/read/2014/10/27/17475031/Pakar.Anggaran.Jadi.Menteri.Ristek.dan.Dikti.Apa.Kata.Peneliti.?utm_source=news&utm_medium=bp&utm_campaign=related) misalnya menuliskan

Berbeda dengan menteri sebelumnya, Nasir berlatar belakang pengelolaan anggaran. Dia meraih gelar doktor dalam bidang akuntasi dari University of Science, Malaysia. Di Google Scholar, nama Nasir sulit terlacak, menunjukkan minimnya publikasi.

Nakal ya? mosok dicari di google scholar, he he

Namun untunglah di bagian lain berita yang sama ditulis

“Info awal yang didapatkan profil Menristek-Dikti adalah pakar anggaran yang punya komitmen pada pengembangan penelitian,” kata Thomas saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/10/2014).

Rosichon Ubaidillah, Kepala Museum Zoologi Bogor, juga mengatakan bahwa pada prinsipnya tidak masalah seorang pakar anggaran menduduki jabatan Menteri Ristek dan Dikti. “Asal bisa mengelola ristek dan pendidikan,”

Sorotan media lain juga bisa dibaca di berita tempo

Namun untunglah, di berita lain Kompas, nadanya positif:

Menurut dia, Nasir selama ini menjalin hubungan baik dengan warga. Tak hanya terpandang, menurut Suwarno sosok Nasir juga aktif dalam kegiatan RT.
“Beliau itu orangnya dermawan. Jika ada yang membutuhkan, dengan spontanitas dia akan membantu,” ((http://regional.kompas.com/read/2014/10/27/14534541/Jokowi.Umumkan.Kabinet.Saparmi.Langsung.Sentuh.Wajah.Nasir.di.TV) aspek positif juga diberitakan)

Nah, semoga kepakaran dalam anggaran dan kedermawanan Pak Nasir bisa berimbas ke tidak terlambatnya beasiswa luar negeri dikti. Hal ini yang dikhawatirkan Pak Haryono Umar dalam sebuah berita:

“Ada kemungkinan perguruan tinggi akan terganggu mulai Januari. Beasiswa juga terganggu,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Haryono Umar di gedung KPK Jakarta, Kamis. Pihak yang berpotensi paling terkena dampak adalah mahasiswa penerima beasiswa di luar negeri. “Contoh begini, yang besasiswa anak-anak di luar negeri itu kasihan mereka. Keuangannya terhambat sampai tiga bulan. Kalau di dalam negeri akan mereka bisa pinjam, kalau di luar negeri bagaimana?” tambah Haryono.(http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/14/10/30/ne9293-anggaran-pendidikan-tinggi-akan-terganggu-karena-perubahan-kementrian)

Selamat bekerja Pak Nasir !!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s