Hayu Kerja Keras

Saya memilih bekerja di bidang akademik, namun saya selalu menaruh hormat kepada para pengusaha. Karena itulah selain membaca majalah dan berita-berita politik, saya rajin membaca majalah SWA terutama profil di bagian belakang. Saya menikmati membaca kisah sukses dan jatuh bangun para pengusaha (dan juga eksekutif sukses). Mereka lahir dari beragam kalangan, namun dipertemukan dengan kesamaan:…

Betis Menteri Susi

Betis Menteri Susi tiba-tiba saja naik daun, mendominasi media massa dan media sosial. Pasalnya, menteri Susi tak lulus SMA, apalagi bergelar sarjana apalagi doktor. Menteri Susi juga tampil nyeleneh dengan merokok di halaman istana negara selepas namanya disebut sebagai menteri. Masa lalunya juga tidak cemerlang: putus sekolah, bercerai berkali-kali, menikah dengan warga negara asing dan…

Kabinet Bukan Avengers

Bagaimana perasaan anda tentang menteri-menteri yang dipilih Presiden? Hmm, perasaan saya biasa-biasa saja. Serius. Pertama, saya ndak bahagia sehingga harus salto dan teriak wow karena saya ndak dipilih jadi menteri. Lagipula menteri pilihan Presiden biasa-biasa saja, ada yang menonjol seperti Anies, tentara perang kayak Ryamizard, Ibu diplomat karier seperti Bu Retno, perempuan nyentrik seperti Bu Susi,…

Surat Terbuka untuk Pak M Nasir, Menteri Riset dan Dikti

Pak Nasir, selamat atas penetapan Bapak menjadi MenRistek Dikti. Sebagai dosen biasa, saya orang yang berharap besar dengan kementerian baru ini. Pak Nasir, ada kekhawatiran di sebagian kolega bahwa dibentuknya kementerian ini hanya memindahkan posisi subordinasi pendidikan tinggi dari Kemendikbud ke Kemendiktiristek. Kekhawatirannya adalah pendidikan tinggi disubordinasi ristek, terlalu fokus pada riset dan teknologi, dan…

Tentang Linieritas di Dunia Akademik

Saya kerapkali menerima pertanyaan soal linieritas. Misalnya, apakah jika saya kuliah S1 di jurusan x dan S2 di jurusan Y, bisakah disebut linier? Apakah akan menjadi masalah bagi pengurusan jabatan fungsional? Pertanyaan-pertanyaan ini sulit sekali dijawab, karena memang tidak pernah ada ketegasan, mahluk apa sebenarnya linieritas itu. Pada prakteknya, interpretasi mereka yang berwenang di lapanganlah…

Calon Menteri yang Gagal Dilantik

Saya termasuk yang kecewa karena tidak jadinya pengumuman nama-nama menteri semalam. Alasan utamanya adalah karena semakin lama tertunda, ada banyak urusan negara yang terbengkalai. Seharusnya waktu dari sejak ditolaknya gugatan Prabowo oleh MK sampai pengucapan sumpah sebagai Presiden, cukup bagi Jokowi – JK mencari sosok tepat menjadi menteri. Tapi isu lainnya karena ada satu nama…

Omong Kosong Revolusi Mental

Pesta rakyat usai dan sampah membanjiri monas dan sekitarnya. Padahal panitia sudah mengingatkan: Apa daya, sampah tetap menggunung. Media sosial juga kemudian dipenuhi sampah. Ups maksud saya banyak pernyataan negatif bahwa revolusi mental yang menjadi slogan presiden terpilih adalah omong kosong, karena pendukungnya membuang sampah sembarangan. Bagi saya, perilaku membuang sampah sembarangan adalah justru produk…

Update ke Yosemite

Beberapa hari lalu saya upgrade OS Macbook ini ke Yosemite. Untunglah berada di Jepun, jadi gak ada masalah dengan proses download file nya yang mencapai lebih dari 5GB. Proses download sendiri menggunakan jaringan kampus memakan waktu 41 menit. Hmm di rumah waktu upgrade macbook yang satu lagi, prosesnya kayaknya lebih cepat deh. Nah setelah itu…

Pesta Sudah Selesai

Jika beberapa kawan di Jakarta mengatakan bahwa akan memberi masa 100 hari masa bulan madu untuk Jokowi, saya tidak sepakat. Bagi saya, pesta dan bersyukur memiliki Presiden baru cukup satu hari. Indonesia punya banyak persoalan yang tidak akan selesai jika kita terus menerus bersuka ria. Dua hari lalu kami di Kyoto berkumpul mendoakan Presiden baru…

Untuk Mereka yang Masih Nyinyir

Ah, masih ada saja yang nyinyir. Selepas Jokowi diambil sumpah dan rakyat melakukan pesta di Monas, masih saja ada komentar-komentar yang negatif. Hmm sebenarnya pesta rakyat Jokowi nggak orisinil kok, nyontek dari pesta rakyatnya Jawa Barat. Ya, pesta rakyat, makan gratis selepas pelantikan Aher dan Dedy jadi Gubernur-Wagub Jawa Barat, anggarannya sekitar 200-300 juta rupiah (http://news.okezone.com/read/2013/05/21/526/810364/ada-pesta-rakyat-di-gedung-sate-usai-pelantikan-aher-deddy)….

Marketing Kebencian

Jokowi mengucapkan sumpah menjadi Presiden “Sakitnya tuh disini..” Mungkin itu ucapan beberapa sahabat kita Yups, masih ada rupanya yang belum move on, merasa pertarungan dengan Jokowi masih belum selesai Ya, masih berusaha mencari kata-kata penuh kebencian untuk dilontarkan, bahkan ketika Jokowi dan Prabowo sudah bertemu untuk bersilaturahim. Hmm Sampai sekarang saya masih heran, dengan embel-embel…