Solusi Persoalan Beasiswa Dikti versi Mendikbud

Ada banyak hal yang terjadi hari ini.
1. Beasiswaku mencair, Alhamdulillahirobbil’alamin.
Ada masalah sih dengan jumlahnya, tapi nanti saja hal tersebut dibahas. Semoga ratusan teman-teman yang menunggu pencairan juga segera mendapat haknya, amin.

2. Diwawancarai beritasatu tv soal beasiswa dikti.
Yups langsung ketemu Pak Supriadi Rustad via skype. Wah rupanya beliau “mengenal” saya (baca: mereken kalau bahasa Jawa) dengan baik, “Abdul Hamid Kyoto” yang bermasalah dengan nama, he he. Semoga dengan kenal malah bisa berkomunikasi dengan baik ya, bukan sebaliknya. InsyaAllah maksud kita baik kok. Nanti saya akan tayangkan videonya ya.
3. Ada twit dari Pak Nuh tentang persoalan beasiswa ini. Bisa dibaca di bawah ini

Silahkan dibaca berurutan. Intinya akan dibentuk unit khusus untuk menangani beasiswa.

Ini ide yang menarik dan patut diapresiasi karena persoalan beasiswa memang tidak hanya pada beasiswa luar negeri saja, tapi juga beasiswa yang lain seperti Bidik Misi atau BPPS. Kita berharap ini diselesaikan secara permanen. Niat baik saja tidak cukup bukan? butuh cara yang baik juga.

Nah, tapi tentu saja kita berharap ini bukan memindahkan masalah dari Dikti ke unit yang baru. Karena itu butuh sistem pengelolaan yang baru, semacam BLU yang tidak terikat dengan skema pencairan yang menurut Dikti memang menghambat.

Atau gabungkan saja semua ke LPDP yang sudah establish agar dana-dana di Dikti bisa dialokasikan ke penguatan perguruan tinggi di dalam negeri, terutama pasca sarjananya?

Bagaimana menurut anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.