17 Agustus Dapet Hadiah Juga

Semalam, beberapa sahabat mengunjungi kami. Makan hidangan enak: bakso, ayam + sambel (kremesnya gosong) dan kakigori (かき氷, es serut) buatan Bang Zaidan. Habis itu nonton kanji dai yang ada di gunung daimonji dibakar dari lantai atas apato.

2014-08-16 20.09.10

Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Sekira pukul setengah sepuluh para tamu pulang. Kami beberes, sholat isya berjamaah dan bersiap-siap tidur.

Pukul setengah dua belas malam futon sudah dipasang dan kami sudah berbaring seperti sarden. Menunggu lelap.

Tiba-tiba bel berbunyi, membuat kami melonjak. Siapa yang datang larut malam begini. Khawatirnya ada barang ketinggalan atau ada sesuatu yang tidak enak terjadi.

Aku ke pintu dan terkaget-kaget karena ada seorang gadis Jepun tersedu-sedu. Dia seperti meminta tolong.

Haduh kagak ngerti pula.

Jangan-jangan diganggu pemuda mabuk, atau ada kekerasan dalam rumah tangga.

Ayu akhirnya ikut membantu, ternyata si gadis muda mengatakanゴキブリ (gokiburi).

Ayu berbisik kepadaku, “orang itu takut kecoa”

Ha, kecoa? Ternyata si mbak Jepun meminta tolong aku ke ruangannya di lantai 4 untuk ikut mengusir kecoa.

Hadeuh…

Demi kemanusiaan akhirnya: Aku, Ayu dan Ilham naik ke ruangan di lantai 4.

Si Mbak Jepun menunjukkan sebuah lubang tempat gas yang di dalamnya ada kecoa. Memang terlihat ada sungut kecoa bergerak-gerak. Duh ini pasti kecoa jantan mengganggu gadis jepun yang tinggal sendiri.

Aku memakai penyemprot serangga menyemprot lubang gas tersebut. Sungut kecoa tiba-tiba menghilang. Aku coba semprot lagi dan kemudian aku korek-korek dengan sumpit. Wah ternyata si kecoa nggak muncul-muncul. Mungkin di dalam sana dia sudah memakai masker dan ketawa-ketawa.

Karena ditunggu lama nggak keluar-keluar. Akhirnya aku minta selotip besar untuk menutup rapat lubang tersebut. Biar si Mbak Jepun bisa tidur nyenyak tanpa terganggu.

Alhamdulillah selesai sudah misi kami.

Si Mbak membungkukkan badan berkali-kali. Ayu dengan mantap dalam bahasa Jepang mengatakan “Kalau ada apa-apa, jangan ragu-ragu minta tolong lagi ya”

Kami turun dan kemudian tidur sambil tertawa-tawa (emang bisa?)

****

Siangnya kami ke sungai Kamo melihat bekas hujan kemarin dan makan di sana. Memang sungai menjadi favorit kami berkegiatan.

Nah begitu sore pulang, ada sesuatu tersangkut di pintu. Astaga, ternyata hadiah dari si gadis Jepun. Hadiah mengusir kecoa 😉

2014-08-17 14.48.46

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s