Masak Ayam Goreng Kremes

Lagi bosen dengan ayam goreng tepung, opor dan soto. Tiba-tiba pengen ayam kremes. Baca beberapa situs yang menyediakan resep online, akhirnya terjun ke dapur.

Dimulai dari memotong ayam beku yang sudah mencair. Oh ya, ayamnya beli di mesjid Kyoto, ada cap halalnya. Kemudian menyiapkan bumbu ayam goreng. Aku mencampur bumbu ayam goreng bikinan sendiri (bawang putih, bawang merah, garam, dan temen-temennya), trus dicampur dengan bumbu instan ayam goreng, demi stabilitas rasa.

Nah, kemudian ayamnya direbus dengan api kecil, sampai matang dan air menyusut. Tapi tidak boleh sampai benar-benar habis, karena kaldunya akan dipakai menjadi kremesnya. Setelah dianggap cukup. Ayam ditiriskan, dan setelah nggak panas dimasukkin wadan dan ditaro di kulkas. Aku sempat menonton anime The Cat Returns bareng anak-anak, dilanjutkan dengan Kungfu Panda 😉

Nah menjelang makan siang, anak-anak pamit mengembalikan buku ke Tosyokan (perpustakaan), mengembalikan dan meminjam buku. Kebetulan Tosyokan punya Sakyo Ku hanya berjarak 500 meter dari rumah.

Aku kembali ke dapur dan mulai menggoreng ayam. Menggoreng ayam tentu saja kita semua sudah tahu caranya, minyak agak banyak, digoreng sampai ayam tenggelam dengan api sedang, sampai coklat keemasan.

Karena ayam goreng paling cihuy dimakan dengan sambal. AKu membuat sambal sendiri. Sambal sederhana saja, campur beberapa butir cabe, bawang merah dan putih, tomat, gula dan garam, ditambah satu sendok minyak goreng. Karena sedang malas mengulek, diblender saja, he he. Warnanya kurang asyik, tapi rasanya mantap juga.

Sekarang giliran bikin kremesnya. Nah membuat adonan kremes, mestinya mencampur kaldu dengan beberapa sendok makan tepung beras. Hanya karena di dapur tak ada tepung beras, akhirnya pakai tepung takoyaki yang tersedia. Adonannya nggak terlalu kental dan cair, sedang-sedang saja.  Setelah ayam selesai digoreng, baru kremes digoreng. Nah adonan dimasukkan kedalam wajan sedikit demi sedikit dalam api sedang sambil terus diaduk-aduk, jangan sampai menggumpal kayak bakwan. Mengaduk2nya mirip kalau kita bikin telur orak-arik. Nah mesti sabar sampai berwarna coklat keemasan, kemudian disaring agar garing dan minyaknya hilang. Jadi deh ..

Penampilan dan rasanya oke, puas rasanya. Begitu anak-anak pulang, kami sholat duhur berjamaah dan dilanjutkan makan siang. Ayam dan kremesnya habis tak bersisa… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.