Ini kali kedua kami menonton bareng debat calon presiden di CSEAS Kyoto University. Tapi ini debat ke tiga yang saya tonton. Ini ulasan singkat saya, maaf kalau banyak yg terlewati ya…

  1. Kedua belah pihak cukup mengalami peningkatan dalam penampilannya di debat. Oh ya, tapi pihak terbaik dalam debat semalam ya moderator 😉
  2. Saya membayangkan, dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, maka Prabowo akan mendominasi, namun ternyata debat nampak amat berimbang.
  3. Entah apa yang terjadi dengan Prabowo, ia membuang kesempatan mendulang poin sebanyak-banyaknya. Apakah karena sakit, kurang latihan, atau memang kurang megikuti perkembangan lima belas tahun terakhir sejak diberhentikan dari Dinas Militer.
  4. Padahal sebuah sumber mengatakan, Dinno Pati Djalal mejadi coach bagi Prabowo. Sementara Jokowi dimentori oleh Andi WIdjajanto, Rizal Sukma dan Riefki Muna.
  5. Dalam pemaparan awal, Jokowi langsung bicara prioritas politik LN, termasuk persoalan Palestina, mengejutkan. Prabowo bicara lebih umum dan mengedepankan membangun kekuatan dalam negeri sebagai upaya membangun kekuatan.
  6. Prabowo bicara membangun alutista modern, Jokowi bicara menggunakan drone untuk mengontrol wilayah perbatasan. Sayangnya Jokowi tak bicara bagaimana BPPT sedang mengembangkan drone, dan Surya University bekerjasama dengan TNI dalam pengembangan drone.
  7. Jokowi berusaha “ mengadu” antara SBY dengan Prabowo dalam konteks kebijakan dan perubahan yang ditawarkan, sayang jawaban Prabowo yang akan melanjutkan kebijakan luar negeri SBY tak menunjukkan ia sebagai leader yang punya gagasan.
  8. Prabowo “menyerang” kebijakan Megawati menjual Indosat. Jokowi menjawab dengan membela kebijakan Mega dengan alasan imbas dari krisis ekonomi, dan menawarkan opsi buy back. Ini bisa dilihat sebagai upaya recalling atas kasus penjualan indosat,  hal yang bisa dianggap kesalahan Megawati (PDIP) yang bisa terulang di era Jokowi, bila terpilih. Bagaimanapun, Mega menjadi beban Jokowi.
  9. Jokowi bertanya soal pembelian Tank Leopard. Hal yang mengejutkan, Prabowo menjawab dengan amat normatif, tak menunjukkan bahwa ia adalah Jenderal perang (bukan jenderal teritorial) yang menguasai hal-ihwal persenjataan dan medan tempur. Sanggahan Jokowi yang pastinya berasal dari diskusi dengan mentor, tak dijawab dengan tangkas. Nampaknya Prabowo terbebani dengan SBY dan kekuatan tertentu, entahlah. Namun seperti tak lepas saja.
  10. Prabowo bertanya soal Laut Cina Selatan. Jawaban awal Jokowi meyakinkan, namun tanggapannya mengecewakan. Harusnya untuk hal-hal yang tidak diketahui secara pasti, tim debat memberi sebuah template “Jika sejengkal tanah dan laut Indonesia akan dicaplok, akan kita bikin rame”, he he
  11. Ya, inilah debat kedua belah pihak, namun di media sosial ada debat yang lebih ramai lagi. netizen tiba-tiba saja jadi ahli perbatasan, ahli drone, ahli Palestina, ahli Tank, dsb.
  12. Semoga debat ke empat bisa lebih bagus ya. Saya menunggu debat tersebut karena membicarakan soal pendidikan, semoga ada tawaran konkrit untuk meningkatkan lualitas pendidikan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s