Ruang Belajar

Waktu pulang, seorang kawan bertanya, bagaimana kondisi ruang belajarku di kampusku.

Ya, sistem belajar di Jepun untuk mahasiswa S3 memang beda dengan di tanah air. Di sini mahasiswa ditekankan untuk memiliki self-dicsipline yang tinggi dan memiliki passion dengan risetnya. Di kampusku, aku tak diwajibkan mengambil satu mata kuliahpun. Kalaupun mengambil, biasanya berdasar pertimbangan tertentu, misalnya keterkaitan mata kuliah dengan riset. Atau sebetulnya lebih kepada menuruti perintah Sensei.

Karena itulah, peran ruang belajar menjadi penting. Walaupun tidak diabsen, kami mengerjakan berbagai hal di ruang belajar. Membaca, menulis atau buka facebook πŸ˜‰

Ruang belajarku cukup luas, diisi oleh 17 mahasiswa dengan 17 meja dan 17 kursi serta 17 rak buku. Ada jaringan internet yang bisa diakses dengan kabel LAN atau juga Wifi. Kecepatannya, cepet banget, belum dibuka, udah kebuka sendiri, he he.

Mari lihat foto-fotonya ya

photo 1

Masih pagi, jadi sepi dan bisa foto-foto.

Nah kalau di bawah ini, pojok makanan dan minuman. Ada juga yang nyimpen kulkas, heater dan oven. Teman-teman rajin menyimpan berbagai macam teh dan kopi. Aku juga rajin mengambili πŸ˜‰

photo 2

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s