1. Lagi-lagi, secara umum keduanya masih tampil payah, ini menunjukkan tim debat kedua capres memang kurang berkualitas.
  2. Prabowo tampil lebih baik dibandingkan Jokowi, ini menebus kekalahan di debat pertama. Namun kelebihan Prabowo lebih terletak pada kemampuan “ public speaking”, bukan pada penguasaan materi yang lebih baik.
  3. Prabowo melulu bicara kebocoran uang negara, disaat cawapresnya adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap hal tersebut. Lagipula saya tak menangkap ide baru perbaikan sistem mencegah kebocoran tersebut selain menaikkan gaji.
  4. Ini amat disayangkan, karena Prabowo harusnya bisa mencuri poin lebih banyak, ekonomi adalah isu yang seharusnya ia kuasai lebih baik sebagai putra begawan ekonomi, pelaku pasar maupun sebagai capres yang menggunakan jargon kedaulatan ekonomis sebagai isu utama kampanye.
  5. Namun Prabowo lebih banyak bicara jargon, daripada bagaimana cara untuk mencapainya. Bombastis, namun mungkin inilah yang disukai rakyat. Namun saya surprise karena Prabowo berhasil meredam emosi ketika mendapatkan pertanyaan tak diduga dari Jokowi.
  6. Jokowi, secara substansi sedikit lebih baik, namun nampak sering blank. Ini tampaknya akibat Jokowi dipaksa menjadi “orang lain” oleh tim debatnya. Tim Debat gagal menjadikan Jokowi sebagai dirinya dalam bentuk terbaik, ayo jadikan Pandji sebagai coach, percayalah, Jokowi lebih pantes tampil dengan gaya stand up comedy.
  7. Substansi yang kacau dari Jokowi justru terletak pada pengulangan soal kartu. Lebih baik Jokowi menawarkan konsep perbaikan BPJS daripada menawarkan sistem baru yang tidak meyakinkan. Soal pendidikan, saya pikir Anies seharusnya mampu memberi perspektif dan ide lebih baik kepada Jokowi, bicara peningkatan kualitas daripada jualan kartu.
  8. Industri kreatif pertanyaan yang bagus dari Jokowi. Jawaban Prabowo cukup baik, namun seharusnya bisa lebih gamblang bercerita tentang kondisi, hambatan serta tawarannya. Sesi tanggapan jadi ajang Jokowi menguliahi Prabowo, namun Prabowo membalas dengan gimmick yang baik: membenarkan pernyataan Jokowi, berjabatan tangan dan menyebut nama anaknya.
  9. Infrastruktur merupakan pertanyaan yang bagus dari Prabowo. Jokowi menjawab dengan cukup baik: tol laut dan double track railway. Namun sebagai pelaku blusukan, Jokowi seharusnya bisa bercerita lebih baik tentang kondisi hancurnya infrastruktur di berbagai daerah, kesenjangan jawa-non jawa dan solusi mengatasinya. Pun ia bisa cerita bagaimana dalam kasus Jakarta pemerintah pusat lebih berperan menghambat daripada memperbaiki kondisi infrastruktur.
  10. Pidato penutup, Prabowo sedikit lebih baik, Jokowi amat buruk.
  11. Ini tentu saja bukan lomba pidato, namun tak ada salahnya menghibur rakyat dengan tampil lebih baik kan?
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s