Sekolah Ayu dan Ilham

Saya jarang ke sekolahnya Ayu dan Ilham. Oh ya, sekarang mereka sekolah di tempat yang sama, Yotoku Shouggakou. Sekolahnya bukan sekolah swasta apalagi sekolah internasional, tapi sekolah negeri biasa yang tentu saja menggunakan pengantar bahasa Jepang.

Ayu yang kelas 3 menjadi Senpai-nya Ilham yang baru masuk. Proses pendaftaran Ilham masuk SD berlangsung dengan lancar. Pendaftaran dilakukan kolektif di TK nya berbasiskan lokasi rumah. Karena itulah sebagain besar teman TK nya Ilham masuk SD yang sama. Tidak ada rebutan kursi, titip-menitip atau sogok menyogok dalam penerimaan siswa baru.

Sekarang, setiap pagi Ayu dan Ilham berangkat bersama berjalan kaki. Mereka juga mendapatkan kelas tambahan bahasa Jepang, gratis dari sekolahnya. Tapi yang membuat saya senang, di sekolah mereka juga diwajibkan beberes (bahasa sunda artinya bersih-bersih), jadi sekitar lima belas menit setiap harinya semua murid membersihkan kelas bergotong royong.

Ayu dan temannya beberes di kelas

13997910542_6bd1295941_b

Bagaimana dengan biaya? Alhamdulillah gratis. Malah sebagai mahasiswa kismin, yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan kami mendapat berbagai subsidi, mulai dari kodomo teate (subsidi anak), subsidi makan siang, dan beberapa lagi, baik dari kota maupun provinsi.

Biaya yang keluar hanyalah untuk membeli kebutuhan tertentu, seperti alat tulis (kecuali buku paket, karena gratis), pakaian olahraga, sepatu dalam ruangan dan baju berenang. Oh ya, kadangkala ada kebutuhan tertentu seperti pianika, recorder atau alat membuat kaligrafi yang mesti dibeli sendiri.

Nah, minggu lalu saya datang ke SD Yotoku untuk menghadiri Undokai. Undokai adalah kegiatan olahraga tahunan sekolah. Murid-murid dari kelas 1-6 dibagi kedalam tiga kelompok: Merah, Biru, dan Kuning. Setiap kelompok lantas bertanding dalam olahraga dan permainan tertentu: lari, lari halang rintang, memasukkan bola ke keranjang, tarik tambang, lari estafet, joget persembahan kelas-kelompok, dan lain-lain. ย ย  14195264853_459922c600_b

Setiap kelompok mengumpulkan point untuk kemudian mencariย  juara tahun ini.

Selain nonton Undokai, saya menyempatkan berkeliling. Sekolahnya luas, seperti sekolah Nobita di film Doraemon. Selain ruang kelas, ada lapangan yang besar. Lapangan ini dipakai setiap harinya untuk berolahraga dan bermain. Jika hujan, anak-anak berolahraga di ruang serba guna yang juga bisa dipakai untuk pertunjukkan drama (Hapyokai) dan upacara penerimaan siswa baru.

14370923316_66a92f6aa8_b

Selain itu ada juga kolam renang. Nah, kolam renang ini digunakan hanya di musim panas, dimana anak-anak diwajibkan untuk berenang.

13988510250_d1e8e8dc79_b

Adanya lapangan dan kolam renang ini membuat saya berpikir bahwa aspek fisik nampaknya juga diperhatikan oleh pemerintah Jepang dalam pendidikan dasar. Gile, ini sekolah negeri, men. Adanya ruang yang cukup membuat anak-anak bisa berlari, main bola, bersepeda roda satu, berlatih senam ketangkasan, tanpa harus khawatir terserempet sepeda motor. Pantas Ayu dan Ilham nampak lebih sehat dan kuat.

14362724721_1492ee0e5a_b

Di sisi yang lain, ada kebun kecil dimana murid-murid mempelajari biologi. Oh ya, Ilham cerita, di kelasnya Ia sedang menunggu munculnya kupu-kupu keluar dari kepompong. Ia dan teman-temannya memelihara ulat sampai jadi kepompong dan nanti jadi kupu-kupu.

14195266793_38e89c9c9d_b

Lain hari Ayu cerita, untuk pelajaran IPS ia mesti berkeliling lingkungan sekitar sekolah untuk mencatat apa saja yang ada, dan kemudian membuat peta kawasan sekolahnya dan juga mewawancara orang dengan profesi tertentu. Ayu kebagian wawancara kasir di Family Mart. Oh ya, ini dia buku pelajarannya, kata Ayu IPS nya khusus tentang Kyoto saja, mungkin semacam Mulok begitu.

14195746998_24f5c71336_b

Oh ya, soal makanan sekolah amat membantu. Mereka menandai makanan yang dikategorikan haram dengan stabillo. Jadi di hari dimana ada stabillo, maka Anak-anak membawa bento. Nah, suatu hari jam 8 malam, Kepala Sekolah datang ke Apato kami. Ia membungkukkan badan beberapa kali meminta maaf karena lalai memberikan tanda pada jadwal makanan. Walaupun ternyata di sekolah, pada jam makan siang guru tersadar dan memberitahu Ayu dan Ilham untuk tidak memakan makanan yang mengandung butaniku tersebut. jadi sebetulnya tidak ada persoalan.

Menurut Ayu, (Koucho Sensei) kepala sekolah juga memegang kunci sekolah. Jadi Koucho Sensei lah yang membuka gerbang di pagi hari dan juga menutup gerbang sekolah di malam hari. Ia juga wajib mencicipi makanan yang disajikan untuk makan siang, menjamin anak-anak tidak keracunan.

Guru juga beberapa kali datang ke rumah, untuk mengobrol dengan orang tua tentang perkembangan anak. Guru mengatakan Ayu cukup berisik di sekolah dan butuh banyak belajar matematika. Gurunya Ilham menyampaikan kalau Ilham amat pendiam tapi sering dikelilingi teman-teman perempuannya karena hasil gambarnya bagus-bagus. Teman-temannya Ayu juga sering bilang kalau Ilham Kawaiii.

14171844311_9e01da67ec_b

Senang rasanya mendapatkan bahwa anak-anak saya sempat merasakan tumbuh di tempat yang baik. Walaupun seringkali kami menyampaikan juga realitas di negeri asal mereka, biar Ayu dan Ilham selalu bersyukur. Masih banyak anak SD yang bersekolah tanpa sepatu, banyak bangunan sekolah rubuh yang tak kunjung mendapat bantuan, ada anak sekolah yang mesti bergelantungan di kawat untuk sampai ke sekolah, atau Si Budi kecil yang mesti jualan koran untuk biaya sekolah.

Saya sampaikan ke anak-anak, bahwa negeri mereka bukan tak punya uang. Uang berlimpah, tapi dicuri orang-orang jahat dan serakah. Akibatnya banyak saudara-saudara mereka tak bisa bersekolah dengan baik. Ayu yang kebanyakan baca detik.com nampaknya mulai mengerti, sementara Ilham hanya mengangguk-angguk.

Semoga pemerintahan baru nanti punya komitmen tinggi terhadap dunia pendidikan dan bekerja keras sehingga anak-anak Indonesia bisa bersekolah dengan riang gembira. Seperti kata Ayu “Semoga kita nggak dapet Presiden berhati Jelek”

 

 

 

Iklan

6 comments

  1. mestinya sampean kirim tulisan ini ke presiden yg terpilih nanti.
    tentu saja ditulis tangan oleh anak sampean.
    sapa tau presidennya lebih tersentuh hatinya oleh cerita anak SD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s