Catatan untuk Debat Keempat

Malam ini saya menonton (tepatnya mendengar) debat dalam sakit. Maklumlah, mentang-mentang masuk bulan puasa, badan mendadak manja. Ada beberapa catatan dalam debat semalam 1. Setelah minggu lalu kita disuguhkan debat yang amat baik antara Prabowo-Jokowi, malam tadi kita disuguhi debat kurang bemutu, bahkan juga moderator yang mirip MC. (mosok kurang dua detik diingatkan jeh) 2….

Jika Saya dan atau Anda Nyapres

Sebagian anda kenal saya secara baik, sebagian kenal sekilas, tapi tentu saja sebagian besar rakyat Indonesia tidak mengenal saya. Katakanlah cerita dibawah ini terjadi dua puluh tahun mendatang ketika saya maju jadi calon Presiden. Oh ya, hal berikut bisa juga terjadi pada anda.   Eng ing eng, lawan politik saya memasang foto ini: Media mereka…

Catatan terhadap debat ke 3 Calon Presiden

Ini kali kedua kami menonton bareng debat calon presiden di CSEAS Kyoto University. Tapi ini debat ke tiga yang saya tonton. Ini ulasan singkat saya, maaf kalau banyak yg terlewati ya… Kedua belah pihak cukup mengalami peningkatan dalam penampilannya di debat. Oh ya, tapi pihak terbaik dalam debat semalam ya moderator 😉 Saya membayangkan, dengan…

Pelajaran dari Pemilihan Presiden

Bagi anak muda optimis seperti saya, Pilpres ini ajang belajar yang asik lho. Beredarnya banyak kampanya hitam dan negatif menjelaskan sisi baik masyarakat kita, mereka mencari orang yang sempurna: baik hati, tidak sombong, rajin menabung, suka menolong, beriman dan bertakwa, rajin beribadah, setia pada pasangan, berketurunan jelas, cinta tanah air, dan lain-lain dan sebagainya. Jadi…

Mushola di Doshisha

Masih tentang Kampus. Ini tentang bagaimana kampusku, Doshisha University menyediakan fasilitas untuk Sholat di Kampus. Mencari tempat Sholat merupakan hal yang sulit. Mesjid hanya ada satu di seantero Kyoto. Mushola, nyaris tidak ada dimana-mana. Di gedung kampusku yang lama, tempat sholatnya ada di bagian paling atas tangga menuju loteng, nyempil begitu. Alhamdulillah, gedung yang baru…

Hanko

Di Jepun, tanda tangan saja tidak cukup, kita membutuhkan Hanko. Hanko adalah stempel pribadi pengganti tanda tangan yang digunakan untuk urusan-urusan resmi, seperti membuka rekening, atau mengisi berbagai form dari pemerintah atau kampus. Hanko setiap orang berbeda yang biasanya bertuliskan kanji nama. Nah, karena saya gaijin dan nama saya ditulis dalam Katakana, maka Hankonya ditulis dalam…

Pos Selanjutnya

Alhamdulillah, saya sudah sampai di pos ke sekian dalam perjalanan akademik. Ya, hari ini paper soal Jokowow sudah terbit secara online di JCSAA. Soal kualitasnya, terserah pembaca saja. Yang jelas, ini tulisan yang memberanikan diri menggunakan populisme untuk membedah fenomena politik di Indonesia. Rasanya masih jarang dan (semoga) untuk jurnal mungkin yang pertama. Sepertinya ke depan…

Penistaan

Ya, saya sepakat, banyak orang mencampakkan intelektualitasnya ke tempat sampah dalam ajang dukung mendukung calon presiden. Terakhir dan paling panas, adalah foto yang dishare Wimar di akun facebooknya.               Foto diatas bisa dipersepsikan menistakan umat Islam. Ada foto-foto politisi dan lambang partai politik yang memang menjadi bagian dari kubu…

Ruang Belajar

Waktu pulang, seorang kawan bertanya, bagaimana kondisi ruang belajarku di kampusku. Ya, sistem belajar di Jepun untuk mahasiswa S3 memang beda dengan di tanah air. Di sini mahasiswa ditekankan untuk memiliki self-dicsipline yang tinggi dan memiliki passion dengan risetnya. Di kampusku, aku tak diwajibkan mengambil satu mata kuliahpun. Kalaupun mengambil, biasanya berdasar pertimbangan tertentu, misalnya…

Selamat Pagi !!!

Selamat hari rabu !!! Saya memulai hari ini dengan datang pagi ke kampus. Ya, saya datang paling pagi, pukul 10.30 sudah sampai kampus. Belum ada satu orangpun di ruangan. Teman-teman Jepun memang punya kebiasaan berbeda, mereka datang siang dan pulang malem. Bahkan malem banget, atau sampai menginap. Semalem saya pulang jam 8 malam, mereka masih…

Catatan terhadap debat Capres Kedua

Lagi-lagi, secara umum keduanya masih tampil payah, ini menunjukkan tim debat kedua capres memang kurang berkualitas. Prabowo tampil lebih baik dibandingkan Jokowi, ini menebus kekalahan di debat pertama. Namun kelebihan Prabowo lebih terletak pada kemampuan “ public speaking”, bukan pada penguasaan materi yang lebih baik. Prabowo melulu bicara kebocoran uang negara, disaat cawapresnya adalah orang…