Revisi PerMenPAN 17 2013

Rekan-rekan Dosen,

Pembaca blog http://www.abdul-hamid.com bernama Mbak Linggany memberitahu bahwa telah diundangkan PerMENPAN 46 2013 tentang Perubahan PerMenPAN 17 20013. Berikut saya sampaikan beberapa perubahan dalam aturan tersebut:

1. Pada pasal 10 ditambahkan ayat (3) sebagai berikut:

 Rincian jumlah angka kredit kumulatif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

2. Perubahan minor pada ayat 7 pasal 17.

3. Penghilangan pasal 24 (1c) yang berbunyi, mungkin karena pengulangan saja:

4. Pasal 26 memiliki banyak perubahan signifikan, sehingga menjadi (perubahan dengan huruf tebal)i:

Dosen dapat dinaikkan jabatannya, apabila:

a. mencapai angka kredit yang disyaratkan;

b. paling singkat 2 (dua) tahun dalam jabatan terakhir;

c. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan

d. memiliki integritas dalam menjalankan tugas.

(2) Dosen dapat dinaikkan pangkat setingkat lebih tinggi,apabila:

a. mencapai angka kredit yang disyaratkan;

b. paling singkat 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir;

c. nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan

d. memiliki integritas dalam menjalankan tugas.

(3) Kenaikan jabatan Akademik Dosen untuk menjadi:

a. Lektor minimal wajib memiliki karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah.

b. Lektor Kepala yang memiliki:

1) ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat harus memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi.

2) ijazah Magister (S2) atau yang sederajat harus memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional.

c. Profesor harus memiliki:

1) ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat;

2) paling singkat 3 (tiga) tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3);

3) karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi; dan

    4) memiliki pengalaman kerja sebagai dosen paling singkat 10 (sepuluh) tahun.

4) Dosen yang berprestasi luar biasa dan memenuhi persyaratan lainnya dapat diangkat ke jenjang jabatan akademis dua tingkat lebih tinggi atau loncat jabatan.

(5) Dikecualikan paling singkat 3 (tiga) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c angka 2), apabila Dosen yang bersangkutan memiliki tambahan karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi setelah memperoleh gelar Doktor (S3) dan memenuhi persyaratan lainnya.

(6) Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) diatur oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Catatan: Kenaikan jabatan akademik bisa dilakukan jika sudah dua tahun di jabatan akademik sebelumnya (sebelumnya 4 tahun), Dosen berijazah S2 dapat mengajukan diri ke Lektor Kepala asap punya publikasi di jurnal internasional (sebelumnya tidak boleh), Dosen yang mengajukan ke Profesor harus menunggu 3 tahun setelah lulus kecuali memiliki publikasi di jurnal internasional SETELAH bergelar S3, namun ada syarat tambahan mesti memiliki masa kerja 10 tahun sebagai dosen.

5.   Ketentuan Pasal 31 ayat (1), ayat (3), ayat (5), dan ayat (7) diubah, di antara ayat (5) dan ayat (6) disisipkan 1 (satu) ayat yakni ayat (5a) serta ayat (6) dihapus, sehingga Pasal 31 berbunyi sebagai berikut:

(1) Dosen yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a, dapat diangkat kembali dalam jabatan Akademik Dosen apabila pemeriksaan oleh yang berwajib telah selesai atau telah ada putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan dinyatakan bahwa yang bersangkutan tidak bersalah.

(2) Dosen yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf b, dapat diangkat kembali ke dalam jabatan Akademik Dosen sebelum mencapai batas usia pensiun sesuai dengan jabatan terakhir yang didudukinya.

(3) Dosen yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf c, dapat diangkat kembali ke dalam jabatan Akademik Dosen apabila telah selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara.

(4) Dosen yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf d, diangkat kembali ke dalam jabatan Akademik Dosen apabila telah selesai menjalani tugas belajar.

(5) Pengangkatan kembali dalam jabatan Akademik Dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki.

(5a) Pengangkatan kembali dalam jabatan Akademik Dosen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (4) menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dapat ditambah angka kredit dari pengembangan profesi yang diperoleh selama pembebasan sementara.

(6) Dihapus.

(7) Pangkat yang ditetapkan bagi PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan ayat 5(a) sama dengan pangkat terakhir yang dimiliki.

Catatan: Ini berarti penegasan bahwa kegiatan  tertentu yang disebut dengan istilah “pengembangan profesi”dihitung sebagai angka kredit. Silahkan baca tautan disini. 

6. Ketentuan Pasal 35 ayat (1) diubah dan ayat (3) dihapus, sehingga Pasal 35 berbunyi sebagai berikut:

Pasal 35 (1) Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Dosen yang masih memiliki ijazah Sarjana (S1), apabila tidak memperoleh ijazah Magister (S2), jenjang jabatan/ pangkat golongan ruang paling tinggi adalah Lektor, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d atau jabatan/pangkat golongan ruang terakhir yang dimiliki.

Catatan: pasal lama yang hilang adalah pasal yang mengatur bahwa dosen berpendidikan S2  yang memiliki jabatan Lektor kepala tidak dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya, paling tinggi IIID. Dengan demikian Dosen S2 DAPAT mengajukan Jabatan akademik ke Lektor kepala (maksimal IVC) dengan syarat pasal 26.3.b. 2 “…. harus memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional.”

7.  Lihat tabel lampiran 2 berikut yang juga berubah


Screen Shot 2014-02-18 at 3.25.53 PM

8. lampiran 5 juga berubah karena ada posisi Lektor Kepala bergelar Magister

Screen Shot 2014-02-18 at 3.27.34 PM

Lampiran 6 juga berubah

Screen Shot 2014-02-18 at 3.29.00 PM

Permenpan 46 2013 dapat dibaca di  disini atau di link resmi ini

Iklan

Buah Pendidikan di Negeri Kita

Beberapa waktu lalu, survey PISA yang menempatkan anak-anak Indonesia sebagai kedua paling “bodoh” tapi paling “bahagia” di dunia membuat banyak orang marah. Sibuklah banyak orang mencari pembenaran kesana-kemari.

Saya sedang tidak tertarik untuk mengukur keberhasilan pendidikan kita dengan angka-angka atau medali olimpiade sains. Sesungguhnya pendidikan mesti menempa manusia menjadi beradab dan jika tidak mampu bermanfaat, setidaknya tidak merugikan orang lain.

Ketika masyarakat memilih manusia korup untuk jadi pemimpin dalam pemilihan umum, sesungguhnya pendidikan telah gagal. Ketika orang-orang, tua-muda bahu membahu membuang pelastik, kasur dan kulkas di sungai, sesungguhnya pendidikan telah gagal. Ketika masyarakat bersama-sama melanggar aturan dan kemudian bergotong-royong menghindari konsekuensinya, sesungguhnya pendidikan juga telah gagal.

https://www.facebook.com/TMCPoldaMetro/photos/a.10150162110965331.405170.345623530330/10153861976090331/?type=1&theater
motor busway 2
Foto: Laman Facebook Polda Metro Jaya
1797478_10153861840530331_1165604998_n
Foto: https://www.facebook.com/TMCPoldaMetro/photos/a.10150162110965331.405170.345623530330/10153861840530331/?type=1&theater