Publikasi Selama Studi Diakui Angka Kreditnya

Saya tak sabar membaginya.

Pagi-pagi, Dr. Agus Trihartono mengirimkan sebuah pesan berisikan sebuah dokumen, trims ya Pak. Oh lala, isinya adalah salinan surat dari Direktur Ditnaga Supriadi Rustad kepada Rektor UGM. Suratnya masih hangat karena bertanggal 13 desember 2013. Isinya soal apakah kegiatan tridharma selama tugas belajar diakui atau tidak.

isinya, untuk dosen yang sedang tugas belajar berlaku ketentuan berikut:

1. Hanya karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan paper di jurnal internasional yang diakui angka kreditnya untuk kenaikan pangkat/jabatan akademik.

2. Karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bersifat melekat sebagai karya dosen.

3. Angka kredit sebagaimana disebut pada angka 1 hanya bisa digunakan untuk kenaikan pangkat/jabatan ketika ybs telah menyelesaikan tugas belajarnya.

Jadi untuk teman-teman yang sedang tugas belajar, silahkan menulis di Jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional. Juga salinan surat ini bisa disampaikan kepada Tim PAK yang biasanya ngotot, he he.

Silahkan baca dan download suratnya:Β penjelasan jafung dosen.

Oh ya, satu lagi. Jika anda sudah lektor kepala dan mau mengajukan ke Guru Besar setelah lulus dan memiliki publikasi jurnal internasional ketika studi, apakah bisa?

Jawabannya, jika normal, sesuai PermenPAN 17 2013, maka anda mesti menunggu tiga tahun sejak bergelar Doktor. Apakah bisa lebih cepat? Bisa jika anda menjadi penulis pertama di paper jurnal internasional bereputasi ketika sudah bergelar Doktor. Jadi mari atur ritme publikasi kita πŸ˜‰

Iklan

12 comments

  1. Terima kasih infonya Pak Hamid. Ini salah satu pelipur lara bagi kami, dosen tubel yang semua tunjangannya dilucuti. Semoga berita ini menjadi semangat baru ….

  2. Terimakasih atas informasinya, Pak. Jadi makin semangat utk menulis. Smg kita semua bisa ‘mengatur ritme publikasi kita’. ξ€Žξ€Ž ξ€Ž

    • tetap diakui, artinya Bu Intan memenuhi salah satu syarat jadi profesor, yaitu memiliki publikasi di jurnal internasional. Tapi aturan baru mensyaratkan pengajuan ke Profesor bisa dilakukan setelah 3 tahun bergelar Doktor, kecuali memiliki publikasi internasional setelah lulus Doktor.

      • Terimakasih informasinya. Begini. Sebelum saya S3, saya sudah publikasi internasional (2009) Posisi saya sudah lektor kepala (keluar SK lektor kepaka 2010).Nah setelah itu saya sekoah S3 (210-204) sebentara lagi lulus. Nah, kalo saya nanti luus, apa saya bisa menggunakan publikasi internasional saya yang 2009 utk mengurus guru besar?. Atau harus menunggu 3 tahun? Selama 2013 dan 2014 ini ada dua lagi publikasi internasional saya. Nah, apakah masih menunggu 3 tahun lagi utk mengurus profesor? Terimakasih ya informasinya

      • Publikasi sebelum mendapatkan SK Lektor kepala tentu tidak dihitung. Penghitungan kum ke Profesor dimulai dari kum yang dikumpulkan sejak mendapatkan (TMT) Lektor kepala. Syukurlah sekarang publikasi di jurnal terakreditasi dan internasional selama kuliah diakui dikti (infonya: http://www.dosenindonesia.net/?p=104), jadi karena anda punya publikasi di 2013 dan 2014, berarti anda memenuhi (salah satu) syarat untuk jadi Profesor, yaitu memiliki publikasi di jurnal internasional. Nah aturan baru mensyaratkan harus tiga tahun setelah menyandang gelar doktor, kecuali anda punya publikasi setelah lulus doktor. jadi saran saya, atur ritme publikasi, agar ada jurnal internasional yang terbit setelah anda bergelar doktor. Selamat berjuang ya. Oh ya, satu lagi, ada aturan terbaru perubahan dari Permenpan 17 2013, yaitu permenpan 46 2013, silahkan dibaca disini: http://www.dosenindonesia.net/?p=383

  3. Terimakasih pak. Saya mengerti. Cuma sayang juga publikasi 2009 akhirnya nggak kepake juga, padahal ya belum dipake juga hehe. Insya Allah saya ada 4 jurnal yang under review mudah2 an terbiit setelah saya dapat Phd saya.

  4. Terima kasih infonya Pak. Saya baru membaca info ini. Berhubung saya sedang tugas belajar, ini menjadi motivasi saya untuk terus menulis. Namun, ketika info ini ditanyakan ke teman saya di dikti, ada semacam ketidaksinkronan antara diakui dan tidak diakui paper saat masa tugas belajar. Jadi masih kontroversi, pak. Saya dosen IPB, teman saya saat pulang S3 diakui nilai KUM papernya karena masih dinilai oleh tim karya ilmiah intern (untuk kenaikan pada fungsional yang setara dengan golongan III). Nah, saat seseorang mengajukan paper ini untuk pengajuan ke lektor kepala saat tim penilaianya ada di dikti, ini yang jadi masalah.

    Seharusnya untuk S3, paper kita yang diakui untuk KUM, bukan ijazah kita! Ini pendapat saya saja. Karena perjuangan untuk mendapatkan ijazah harus dilalui dengan submit paper yang terkadang jumlahnya bervariasi tergantung dari supervisor.

    Saya sendiri setiap semester membuat paper internasional selama studi S3 ini. Mudah-mudahan saat saya selesai dan pulang nanti. Aturan ini semakin jelas dan memperingankan beban kita selaku dosen.

    Mohon info lanjutan bila ada perubahan Pak Abdul Hamid. Salam kenal dari saya.

    • Topik ini sudah berkali-kali didiskusikan dan jawaban akhirnya adalah jurnal terakreditasi dan jurnal intenasional selama tubel diakui. Hanya saja setelah pergantian pejabat di Dikti apakah ada kebijakan baru, ini yang saya belum paham.

  5. Pak, ingin bertanya, apabila saya sudah memiliki jurnal internasional bereputasi saat menjadi mahasiswa (belum menjadi dosen). Apakah jurnal tersebut bisa sy pakai utk kenaikan jabatan fungsional apabila sy sudah menjadi dosen nanti? atau saya harus membuat jurnal yang baru lagi?

    Terimakasih pak atas jawabannya.

  6. Saya mau bertanya pak.. saya telah lulus s2 tetapi blm menjadi dosen.. perlukah saya melakukan publikasi ilmiah saat ini, atau apakah sebaiknya saya melakukan publikasi stlh saya menjadi dosen / stlh melanjutkan s3? Mohon jawabannya pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s