Malu sebenarnya menceritakannya.

Tapi setiap orang pasti punya kemaluan pengalaman memalukan kan?

Hmm, ceritanya aku siang itu habis ngobrol-ngobrol sama Mas Ishaq dan Mas Novri di Kantin. Kita sih menyebutnya kantin transparansi kalau di musim panas.

Nah habis itu, masuklah waktu ashar.

Aku ke toilet khusus untuk kaum difabel yang juga didalamnya ada keran khusus untuk berwudlu. Buang air kecil dulu, dan tanpa menoleh memencet tombol flush. Lha, bukan air bilasan yang datang, tapi suara alarm di semua sudut kampus. Astaga, ternyata aku memencet tombol emergency (warna orange, segitiga) bukan tombol flush (warna biru, bulat).

jITkgiOlrZAM3HlQiHdJfjFmJ2f96FMn6vT8R9GGkTc

Aku langsung tarik resleting dan melipir ke toilet laki-laki. Untung ada yang kosong, duduk sementara disana. Terdengar langkah-langkah kaki berderap-derap menuju toilet, orang bercakap-cakap.

Hmm setengah jam ngumpet disana. Setelah dirasa “aman” aku keluar sambil pura-pura tidak ada apa-apa 😉 he he, ngaco yah….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s