Gita — Menteri Perdagangan RI — adalah sosok muda yang pintar. Setidaknya itu ditunjukkan dalam kemampuannya berbahasa Inggris (seorang kawan amat mengaguminya dalam hal ini) dan juga kemampuannya bermain piano. Kemampuan terakhir ditunjukkan dalam sebuah acara di Unpad dan ITB. Dia juga pendiri perusahaan Ancora Capital dan juga Ancora Foundation.

Ancora Foundation memiliki banyak program beasiswa. Salah satunya memberi beasiswa setiap tahunnya bagi orang Indonesia untuk belajar di Harvard untuk masuk the Edward S. Mason Program at the John F. Kennedy School of Government, Harvard University.  

Agus Yudhoyono adalah salah satu alumni program the Edward S Mason tersebut. Ia lulus pada tahun 2010 dan menyandang gelar MPA. Mungkin inilah point ini yang menjelaskan kenapa posisi Gita amat kuat di Kabinet. Harvard (JFK School of Government) adalah almamater Gita untuk program master, S1-nya sendiri didapatkan dari Texas University.

Gita menjadi salah satu peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat. Konon ketika Gita memberi presentasi, tepuk tangan membahana di ruangan tempat presentasi berlangsung. Hal yang tak terjadi ketika calon lain melakukan presentasi.

Apakah Gita lantas layak menjadi Presiden?

Track record dan pendidikan memang hal yang patut dilihat dari seorang pemimpin. Kita tentu saja akan bangga jika melihat Presiden kita cas cis cus berbahasa Inggris atau bermain piano di forum internasional.

Namun tentu saja, kebutuhan kita saat ini adalah Presiden yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dialami masyarakat, seorang problem solver.

Gita sebagai menteri perdagangan musti membuktikan hal ini.  Indonesia diserbu barang-barang impor mulai dari sapi, kedelai sampai tekstil dan mainan cina. Krisis daging sapi tak tuntas dari sejak sebelum lebaran sampai mau lebaran haji. Disusul krisis kedelai dan masuknya gula rafinasi impor ke pasar. Tentu saja berbagai persoalan ini tak bisa dibenahi dengan bermain piano atau cas cis cus berbahasa asing saja, tapi dengan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan kinerja yang profesional yang berintegritas.

Namun lagi-lagi, yang dilakukan adalah beriklan “Gunakan produk dalam negeri” yang menggunakan Gita sebagai bintang iklan dan dipasang di berbagai TV dan moda angkutan seperti kereta api dan bus damri.

Layak atau tidak, monggo anda putuskan.

Catatan: Judul tulisan ini mengambil dari salah satu grup diskusi di FB.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s