Kewajiban Profesor

Menjadi profesor tentu saja tidak mudah. Selain mencukupi kum (minimal 850),ada syarat-syarat lain yaitu (Permenpan 46 2013 (pasal 26 ayat 3):

1)  ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat;
2)  paling singkat 3 (tiga) tahun setelah memperoleh ijazah Doktor (S3);
3)  karya  ilmiah  yang  dipublikasikan  pada  jurnal internasional bereputasi; dan
4)  memiliki pengalaman kerja sebagai dosen paling singkat 10 (sepuluh) tahun.

ditambah:

(4) Dosen yang berprestasi luar biasa dan  memenuhi persyaratan lainnya dapat diangkat ke jenjang jabatan akademis dua tingkat lebih tinggi atau loncat jabatan.

(5) Dikecualikan paling singkat 3 (tiga) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c angka 2), apabila Dosen yang  bersangkutan memiliki tambahan karya ilmiah yang dipublikasikan pada  jurnal internasional bereputasi setelah memperoleh gelar Doktor (S3) dan memenuhi persyaratan lainnya.

 

Nah setelah jadi Profesor, ada dua macam tunjangan yang bisa didapatkan: tunjangan profesi (dosen) sebesar satu kali gaji dan tunjangan kehormatan profesor sebesar dua kali gaji. Nah, baru-baru ini ada aturan baruuuu banget:
Permendikbud no. 78/2013 tentang Pemberian Tunjangan Profesi dan Kehormatan Profesor,  yang isinya antara lain:

1. Profesor akan mendapatkan tunjangan profesi dengan syarat: memiliki sertifikat pendidik, melaksanakan beban 12 sks (minimal mengajar dan meneliti 9 SKS) dan tidak terikat sebagai tenaga tetap di tempat lain, terdaftar sebagai dosen tetap dan berumur maksimal 70 tahun. nah yang menjabat sebagai pimpinan sampai tingkat jurusan akan tetap mendapatkan tunjangan profesi asal mengajar minimal 3 SKS.

2. Profesor akan mendapatkan tunjangan kehormatan bila memenuhi syarat diatas ditambah kewajiban: menulis buku ber-ISBN, menerbitkan paper di jurnal internasional dan menyebarluaskan gagasan. Sebelumnya kewajiban khusus menulis di jurnal tidak mesti di jurnal internasional.

Tentu saja syarat ini bisa saja dianggap berat oleh sebagian besar guru besar. Tapi dari sini bisa kelihatan mana yang betul-betul berkualitas dan mana guru besar yang cuma jago kandang. tapi tenang saja, evaluasi yang biasanya per-tiga tahun kini menjadi lima tahun, dimulai tahun 2018.

rasanya menulis paper di jurnal internasional dalam kurun lima tahun masih sanggup kan?

Catatan: Telah terbit Permendikbud 89 2013 merubah sebagian permendikbud di atas, namun apa yang dibahas dalam tulisan ini tetap berlaku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s