Pada Ultah ke 32

Kemarin aku ulang tahun ke 32. udah tuwir ya?

Aku merayakannya dengan riang. Pagi-pagi istriku sudah memberi kejutan kue ulang tahun yang dibuatnya sendiri. Ayu membuatkan sebuah lukisan sederhana, demikian juga Ilham. Alhamdulillah.

Sesungguhnya situasi kemarin sungguh gembira, muram dan tegang sekaligus.

gembira, ya karena diberi perpanjangan waktu hidup oleh Allah harus disyukuri. betul? (gaya alm. zainuddin mz). Apalagi kemarin sensei memberitahu kalau aku ditetapkan menjadi teaching assistant untuk dua mata kuliah, alhamdulillah.

muram, karena beasiswa belum cair, terlambat hampir dua bulan. Belasan kali dalam sehari sudah aku mengecek internet banking, tanda-tanda dana terblokir masih anteng-anteng saja. Padahal ada tagihan listrik, hutang sana-sini, invoice tuition fee, dsb yang menghantui. Apalagi mesti bayar kartu kredit yang akan dipakai untuk pembayaran konferensi ICAS di Macao bulan Juni. duh.

tegang, karena hari ini deadline tulisan untuk konferensi ke Mokpo, Korea bulan depan. Hari ini tulisan sudah harus disetor, ke Mario San dan Sensei, nanti diperbaiki lagi untuk dikirim ke panitia tanggal 15.

Pagi setelah makan kue bersama, ayal sekolah, ilham juga, ibun kursus bahasa jepun. siangnya aku menjemput ilham ke sekolah, memasak dan menunggu ayu pulang. kemudian ilham dan ayu aku tinggalkan di rumah, menuju kampus untuk bertemu Ibun dan Mihoko yang membantu mengisi beberapa form dari sekolah Ayal dan Ilham. Di kantin Ibun makan bento yang aku bawakan dari rumah, nasi dan bakwan udang. Alhamdulillah semua pengisian form berjalan lancar. Aku menyimpan beberapa buku ke ruang belajar dan meluncur pulang.

Di pasar demachiyanagi kami mampir mebeli kantung penyedot debu dan kebutuhan lain. Baru nyadar kalau pasar ini tujuan wisata juga, di salah satu pojok ada semacam buku tamu berisi kesan-pesan turis yang datang.

Sampai rumah beres-beres rumah sebentar. Ibun melakukan proof reading paperku dan aku mengajar ngaji anak-anak.

Nah, jam sembilan malam anak-anak tidur. aku membuka laptop, membuka beberapa pekerjaan dan membalas ucapan selamat ultah di facebook.

Kami mengobrol sambil membahas beasiswa yang tak kunjung cair. Jam sebelas-an malam tiba-tiba kepikiran membuka internet banking, untuk yang kesebelas kalinya.

Aku melotot membaca bahwa tanda-tanda pemblokiran hilang, terdapat saldo dua kali biaya hidup di jepun. nah lho, gak mau kecolongan lagi langsung aku pindahkan isi rekening tersebut ke rekening Ibu. Alhamdulillah, untuk pertama kali di malam itu bisa tertawa lega seperti orang gila. besok bisa beli beras πŸ™‚

nah, tegangnya sih belum beres. jam dua malam proses proof reading dan diskusi isi paper selesai, ternyata masih banyak yang harus ditambahkan. Tidak apa-apa, aku kirim ke Mario dan Sensei, nanti kita perbaiki lagi.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s