Saya tidak hendak menjelaskan tentang bagaimana beasiswa luar negeri (BLN) dikti dikelola. Tulisan di blog ini hanya menceritakan pengalaman sebagai penerima BLN Dikti, setidaknya sampai hari ini.

Setiap pagi sebelum memulai aktivitas bekerja di Lab, saya punya rutinitas, membuka internet banking mandiri, mengecek apakah beasiswa sudah masuk atau belum. Sampai hari ini, sepuluh menit lalu saldonya berisi lebih dari seratus-an juta namun dalam tinta merah dan minus. Artinya itulah jumlah beasiswa yang akan saya terima namun belum cair dan rekeningnya terblokir. Jumlah tersebut berkurang beberapa puluh juta, karena katanya ada jatah dua bulan beasiswa yang sudah dicairkan. Namun artinya bagi penerima sama saja, karena jumlah yang dicairkan lebih kecil dari jumlah terblokir, sama-sama uangnya tak bisa diakses.

Sampai jumat minggu lalu saya berkirim email ke Bank Mandiri cabang kemdiknas, bertanya progress-nya sudah sampai mana? Jawabannya adalah masih menunggu perintah pencairan karena ada penerima beasiswa belum mengupload berkas di laman studi.dikti.go.id. Saya sendiri masih menerima email mesti mengupload berkas yang sudah saya upload.

Saya tentu saja tak mau berburuk sangka. Namun pada akhirnya berbagai spekluasi muncul atas keterlambatan yang setiap tahun selalu berulang. Saya sendiri harusnya menerima beasiswa awal maret atau akhir february, namun sampai hari ini belum menerima. Angkatan sebelum saya lebih parah, mereka harusnya menerima beasiswa dari bulan januari namun sampai sekarang sebagian menerima, sebagian baru menerima beberapa hari lalu.

Hal ini mengherankan karena supriadi rustad sudah membuat surat yang isinya sebagai berikut:

Kepada : Yth. Penerima Beasiswa Ditjen Dikti

Dengan ini disampaikan bahwa dana beasiswa baik Dalam Negeri maupun Luar Negeri telah cair sejak tanggal 28 Maret 2013. Kepada seluruh karyasiswa Ditjen Dikti disarankan agar melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Berkomunikasi dengan Perguruan Tinggi penyelenggara bagi peserta S2/S3 Dalam Negeri
  2. Berkomunikasi dengan Perguruan Tinggi asal bagi peserta S2/S3 Luar Negeri angkatan sebelum 2012
  3. Memeriksa dokumen keuangan bagi peserta S2/S3 Luar Negeri angkatan 2012 Apabila dana beasiswa belum tercatat di dokumen keuangan, peserta diwajibkanuntuk mengunggah laporan kemajuan studi dan dokumen pertanggungjawaban keuangan di http://studi.dikti.go.id pada menu “unggah berkas”. Perlu kami sampaikan bahwa pelaporan dokumen yang tidak lengkap dan tidak tepat waktu dapat mempengaruhi pencairan beasiswa saudara.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Supriadi Rustad
NIP. 19600104 198703 1 002

artinya dana semestinya sudah cair, namun sekarang ada dimana?

Sepertinya tidak ada SOP dalam pengelolaan beasiswa dikti sehingga pelaksanaannya bisa betul-betul semau gue. Bahasa surat yang digunakan juga selalu berposisi mengancam atau menyalahkan penerima beasiswa (lihat poitn.3), padahal dalam pembekalan tak pernah ada pemberitahuan resmi tentang kewajiban berkas apa yang mesti dipersiapkan sebagai syarat pencairan, kapan deadline, dans ebagainya. Pemberitahuan berjalan secara personal — orang perorangdi milis dan group facebook — segala sesuatunya selalu bersifat mendadak. dan hello, ini sudah terlambat sekian bulan, tak ada permintaan maaf dari pihak Dikti, seakan-akan segala sesuatunya berjalan normal-normal saja.

Padahal penerima beasiswa sudah pontang-panting bertahan hidup dengan bekal seadanya. Belum lagi berbagai tekanan psikologis akibat hubungan kurang baik dengan Universitas tempat belajar gara-gara keterlambatan pembayaran tuition fee atau ancaman diusir dari apartemen karena menunggak. Segala keluhan bisa dibaca di group facebook penerima BLN Dikti.

Nah, bagaimana pula menjaga muka Bangsa Indonesia ketika penerima BLN Dikti yang notabene perwakilan bangsa Indonesia selalu memelas minta keringanan atau perpanjangan waktu setiap semesternya? Atau maladministrasi memang wajah Pemerintah Indonesia?

Bagaimana mau berprestasi luar biasa jika energi dipakai untuk memikirkan hal-hal diluar urusan belajar (baca: besok makan apa?) dan perut selalu mesti menahan lapar?

capek deh…

“DIKTIII…kami laparrrrrrrrrrr…do they know that?” (L..u F.r…, Group FB beasiswa Dikti)

Iklan

2 tanggapan untuk “Pengelolaan Beasiswa Dikti

  1. betul… itulah dilema di negeri kita…. terutama DIKTI…
    Saran untuk dikti:
    1. Untuk mengurangi pekerjaan dikti, pake outsource lah pengelolaan BLN dikti ini.
    2. Oursource tentu akan menjamin profesionalisme pengelolaan dikti
    3. Dengan demikian para dosen yg belajar di negeri orang akan tidak dipusingkan lagi dg teknis penerimaan stipend mereka. Pikiran mereka lebih di fokuskan ke prestasi kuliah, riset, jurnal, serta konferensi.
    4. Dibanding dg ADS (beasiswa Australia), pengelolaan mereka jauuh lebih professional. Mereka tidak pernah telat walau cuman 1 hari. Padahal uang beasiswa nya bukan untuk warga Indonesia bukan warga OZ.
    5. Biarkan Para dosen memilih Beasiswa lain spt LPDP (depKeu) , jangan dilarang2. Dengan demikian ada kompetisi dalam hal mangerial beasiswa o/ para pemberi beasiswa di pemerintah RI.
    Catatan : beberapa teman2 penerima LPDP saya tanyakan ttg allowance. Mrk menyatakan bhw allowance mereka lebih tepat cairnya dan lebih banyak.
    >>> Sayang nya DIkti kemudian melarang parang dosen diambil jatahnya oleh LPDP… karena banyaknya dosen yg lari dari BLN-Dikti ke LPDP.

  2. wah2 … ternyata ada kasus beginian ya dpt beasswa lokal buat belajar diluar nagreg…
    oya, ada ngga sharing cerita sblm kbrgkatan dari awal pencarian beasiswa
    sampe dpt surat offer letter nya beassiwa buat kluar negerti gitu?
    ane dan kawan2 tertarik nih…
    cm sdg brtanya2 gimana kocek awal nya pas sblm kbrgktan
    sampe tiba di negerti tujuan itu y…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s