Hmm, saya tak menggilai gadget dan menjadikannya sebagai status sosial. Namun tanpa disadari ternyata saya pernah menjajal hampir semua gadget dengan os mainstream. Semua berjalan dengan begitu saja, sesuai kebutuhan.

Ya, sebelum memutuskan membeli gadget canggih atau HP berfitur sederhana, pikirkan dulu apa kebutuhanmu? Jika anda pebisnis MLM dan butuh berjejaring, BB mungkin pilihan utama karena ada fitur BBM yang kondang di Indonesia. Jika anda pengembang aplikasi maka android atau iphone bisa jadi pilihan.

nah karena saya ceritanya dosen dan cukup suka menulis, maka fitur edit dokumen menjadi penting. Maka gadget seperti PDA dari HP atau Nokia 9500 pernah jadi pilihan, dipakai sampai rusak atau hilang. Nokia 9500-ku sering bermasalah, mungkin karena beli second. Maka Erik di pasar baru menjadi tempat langganan untuk membetulkan handphone.

Nah pernah karena kebutuhan berinternet pernah juga memakai Soner G502, salah satu HP tertangguh untuk dipakai berselancar karena sudah berjaringan HSDPA. nah seringkali saya pakai juga sebagai modem. hanya sayang kualitas konektornya jelek sekali, sehingga sulit dicharge atau disambungan ke kabel data.

Akhirnya walaupun dihindari terjebak memakai blackberry, pake-nya BB Gemini. Ini BB pertama dan (so far) terakhir karena tak tertarik meng-upgrade-nya ke model terbaru. Hampir saja gemini ini pensiun setelah keypad A-nya tak berfungsi. gara2 itu beberapa waktu dianggap penguna bahasa alay.

Nah ini dia android jagoanku. Dia dibeli ketika si gemini bermasalah dengan keypadnya. Namanya Huawei Honor, bukan mainstream tapi menjadi pilihan menarik karena cukup bongsor dan upgradable ke ICS dari gingerbread bawaannya. Nah yang keren baterenya sebesar 1930 mAh dan kamera-nya 8MP. Ndilalah begitu si Honor yang dibeli dari honor ini masuk kantong, ternyata si gemini bisa dibenerin dengan harga 50rb saja.

Enam bulan setelah mengantongi huawei, ternyata aku hijrah ke Jepun untuk sekolah. Nah, masalahnya disini memakai HP pake sistem berlangganan (bundling) handset dan paketnya. Huawei tak bisa dipakai, jadi mesti ambili pilihan lain. Iphone 4s jadi pilihan karena ternyata iphone 5 tak begitu menarik dan paket android lebih mahal. Ihone 4s ini kompatibel dengan segala aksesoris milik Ipad1 yang dibeli beberapa tahun lalu, jadi bisa dipakai untuk presentasi juga disambung ke proyektor dengan sofware keynote.

Nah, sekarang ada tiga smartphone yang masih hidup jadinya: BB yang diistirahatkan dicabut batere-nya, huawei honor yang dipakai berwi-fi ria dan sukses diupgrade ke ICS, serta Iphone 4s yang dipakai sehari-hari.

BB sudahlah, disini gak banyak yang pake BB jadi tak usah diulas. Kelebihannya juga cuma BBM-an saja kok, peran yang sekarang digantikan oleh whatsapp. Nah, iphone dan androidku sih bersaing ketat. Sebetulnya cukup puas pake iphone 4s. masalahnya ada di  contacts yang seringkali hilang dan muncul kembali, amat mengganggu. Selebihnya sih oke-ok saja. Kameranya cukup memuaskan, namun tak terlalu istimewa sih, setara dengan si android. Kekurangan lain adalah karena hilangnya google map native diganti apple map yang kualitasnya berantakan. Jadi kadangkala teteup bawa ipad atau huawei jika butuh navigasi. Oh ya, layar dan kapasitas batere juga lebih besar huawei honor. Hanya kualitas perekaman video iphone 4s jauh lebih baik, huawei honor punya bug di kualitas suaranya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s