Tinggal di perantauan membuat memasak menjadi kegiatan yang penting. Jika sehari-dua hari sih tidak masalah membeli makan di luar, itung-itung mencicipi masakan native. Tapi jika setiap hari beli, wah jebol juga kantong. Apalagi haga makanan jadi di Jepun amat  cukup mahal. Ya, sekali makan agak lumayan minimal 500 yen-lah. Tapi makanan serius ya mesti diatas 1000 yen.

Nah, akhirnya memasak jadi pilihan terbaik. Tentu saja dimulai dengan masakan agak instan seperti roti bakar (dibakarnya juga pake roaster) atau pasta-pastaan yang dicampur dengan berbagai seafood. Nah ketika kangen masakan Indonesia, maka mulai mengolah daging-dagingan yang dibeli di toko halal di mesjid atau beli di Pak Nurdin atau Bu Dearlyn. Mencoba pake bumbu racikan dengan resep hasil googling walau kadang masih ditambah dengan bumbu instant, he he. jadilah walaupun berada di negeri wasabi masih bisa menikmati sop iga, gule kambing ato soto ayam.

 

2012-10-10 08.49.21

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s