Gowes-gowes

Sedang semangat bersepeda nih. Pertama karena kebutuhan ke kampus. Jalan kaki terlalu jauh (3.3km) dan naik angkutan muahal dan berganti-ganti. Jadilah bersepeda sebagai pilihan utama.

Kedua, bersepeda ternyata cara paling efektif menurunkan berat badan lo. Turunnya amat-amat signifikan. Delapan kilo lumayan kan? 😉 Lebih lumayan daripada fitness seminggu tiga kali seperti dulu waktu di Jakarta.

Nah ada fakta mengejutkan juga sodara-sodara, karena aku baru lancar bersepeda di Kyoto ini. Malu sebenernya ngaku, he he. Tapi gimana lagi, waktu kecil ketika teman-teman yang lain asyik bermain sepeda (pasti inget merek federal atau mustang) di depan rumah, aku membantu Apa di kebun ato bersihin kandang ayam. Cuma bisa memandang iri karena gak pernah dibelikan saking Apa gak punya duit, hiks (sudah-sudah nanti pembaca ikut sedih).

Sepeda pertama di Kyoto dikasih J (udah dikasih tumpangan sebulan pertama di Jepun, dikasih sepeda pula). Langsung gowes di trotoar dan jalanan kota Kyoto ngikutin J atau pak Ishaq. Alhasil minggu-minggu awal hampir selalu nabrak ato nyerempet, baik orang ataupun deretan sepeda. Yang paling memalukan nabrak nenek-nenek di Demachiyanagi. Maap ya nek, maklum dari kampung.

Sepeda pertama dipakai pamajikan untuk beraktivitas dan antar jemput Ilham ke sekolah. Maka dipasanglah  boncengan khusus anak di belakang. Aku sekarang pake sepeda lipat kecil yang dibeli di Hyakumanben. Ayal juga punya sepeda keren yang dibeli di bazaar sekolah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s