Sungai Sebagai Public Sphere

Salah satu penyumbang persoalan banjir di jakarta adalah buruknya pengelolaan sungai. Ciliwung yang menjadi sarana alami air mengalir diperkosa manusia habis-habisan. Ia menjadi dangkal, sempit, bau dan kumuh. Pemerintah dan warga bersama-sama berpuluh tahun menghancurkan ciliwung. Maka tak usah heran jika banjir kerap terjadi. Justru dengan intensitas hujan yang tinggi, hancurnya kawasan resapan air di hulu dan kondisi ciliwung seperti sekarang, aneh kalau tak banjir.

Impian saya sederhana saja. Memiliki pemimpin yang punya visi dan mampu mengeksekusi sungai seperti gambar disini. Ini adalah sungai Kamo di Kyoto yang menjadi salah satu pusat kegiatan warga Kyoto. Tentu saja perilaku warga juga penting, menjaga sungai dengan tak buang sampah sembarangan. sederhana sebetulnya.

Kami sendiri keranjingan bermain di sungai. Sebelum musim dingin tiba, anak-anak masih sempat bermin basah-basahan di sungai. Kami juga sering mengadakan piknik di delta kamo, ditemani gagak, elang dan bangau.

2012-11-03 15.37.31 2012-11-16 14.01.18

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s