Sehabis Mengaji

 

Alhamdulillah, masih sempat sholat berjamaah dan mengaji bersama. Tak terasa anak Abah sudah besar

 

20130131-午後094839.jpg

Iklan

Dari Jendela

Inilah pemandangan dari lounge kampus lantai 2. Gedungnya baru dibangun, tiga lantai dengan arsitektur unik. Bentuknya seperti O dengan theatre di tengan yang bisa dipakai untuk berbagai kegiatan. Pindah kesini sejak Desember lalu. Tempat belajarnya nyaman dengan fasilitas memadai, termasuk mushola a.k.a meditation room yang dilempati tempat wudhu. Yang kurang hanya kantin yang terlampau sederhana dan perpustakaan yang belum pindah semua bukunya.

2013-01-30 11.14.00 HDR

Batal “Naik Kelas”

Äkhirnya rencana konferensi ke San Diego batal. Keputusan sulit sebetulnya karena Panitia AAS memberikan scholarship untuk transportasi dan hotel up to 2000 USD. Jumlah tersebut bisa diklaim disana.

Hanya saja nampaknya situasi finansial di akhir semester beasiswa betul-betul tidak bersahabat. Apalagi ada prioritas pertama, melakukan studi lapangan ke Indonesia, yang juga dibayai kampus secara reimburs. Urusan reimburs-mereimburs buka perkara gampang buatku. Secara tahun lalu saja perlu satu tahun agar biaya pesawat ke Marseille direimburs oleh panitia konferensi. Artinya perlu ada dana cukup untuk ke Indonesia dan Amerika.

Visa juga persoalan lain, entah kenapa selalu ada hambatan. Online sudah, namun selalu mentok ketika masuk ke menu pembayaran visa.
Ah sudahlah, semoga akan datang waktu yang tepat menginjak benua amerika.

Gowes-gowes

Sedang semangat bersepeda nih. Pertama karena kebutuhan ke kampus. Jalan kaki terlalu jauh (3.3km) dan naik angkutan muahal dan berganti-ganti. Jadilah bersepeda sebagai pilihan utama.

Kedua, bersepeda ternyata cara paling efektif menurunkan berat badan lo. Turunnya amat-amat signifikan. Delapan kilo lumayan kan? 😉 Lebih lumayan daripada fitness seminggu tiga kali seperti dulu waktu di Jakarta.

Nah ada fakta mengejutkan juga sodara-sodara, karena aku baru lancar bersepeda di Kyoto ini. Malu sebenernya ngaku, he he. Tapi gimana lagi, waktu kecil ketika teman-teman yang lain asyik bermain sepeda (pasti inget merek federal atau mustang) di depan rumah, aku membantu Apa di kebun ato bersihin kandang ayam. Cuma bisa memandang iri karena gak pernah dibelikan saking Apa gak punya duit, hiks (sudah-sudah nanti pembaca ikut sedih).

Sepeda pertama di Kyoto dikasih J (udah dikasih tumpangan sebulan pertama di Jepun, dikasih sepeda pula). Langsung gowes di trotoar dan jalanan kota Kyoto ngikutin J atau pak Ishaq. Alhasil minggu-minggu awal hampir selalu nabrak ato nyerempet, baik orang ataupun deretan sepeda. Yang paling memalukan nabrak nenek-nenek di Demachiyanagi. Maap ya nek, maklum dari kampung.

Sepeda pertama dipakai pamajikan untuk beraktivitas dan antar jemput Ilham ke sekolah. Maka dipasanglah  boncengan khusus anak di belakang. Aku sekarang pake sepeda lipat kecil yang dibeli di Hyakumanben. Ayal juga punya sepeda keren yang dibeli di bazaar sekolah.

Teman Kerja

Tanpa disadari ternyata semua perangkat kerjaku berlogo apel. Nah, semua ada ceritanya.

Apel pertama, Ipad generasi pertama dibeli waktu ke Jepun tiga tahun lalu. Waktu itu ceritanya Ipad baru diluncurkan, nah ditemeni J jalan-lah ke Yodobashi Camera. Niatnya sih mulia, buat baca e book yang numpuk di laptop. Apa daya, ipad juga nyaman untuk nonton film dan maen game, jadilah lebih banyak dikuasai anaks. Tapi buat ngajar oke juga, pake aplikasi keynote dan disambung ke proyektor via adaptor jadilah bisa buat presentasi power point.

Apel kedua, ceritanya lagi field research di Bangkok. Nah, laptop asus (pengganti amarhum acer) yang dibawa mendadak rusak. touchpadnya mogok. Daripada gak bisa kerja, akhirnya jadilah beli laptop. Mas Suaedy sukses meracuniku untuk membeli Macbook. Nah, daripada nanggung, jadilah beli Macbook pro di Apple Store di Bangkok.

Apel ketiga berupa Iphone 4s 64GB. Ini paling gress. Begitu nyampe Jepun buat kuliah, ternyata BB dan Android gak bisa pake. Akhirnya beli Iphone, langganan paket dua tahun di softbank. Maunya android, tapi kok bulanannya lebih mahal. Lha kenapa gak pake iphone 5?  aksesorinya yang sudah dipunyai gak cocok sama colokan iphone-5 gitu. Lagian bedanya cuma di layar yang lebih lebar, gak signifikan lah. Beberapa kelebihan di iphone 5 seperti kemampuan panorama juga sudah didapatkan dengan update ke iOS 6, termasuk kekurangan dahsyatnya berupa hilangnya google maps native. duh

2013-01-20 08.55.23

Masih Tunjangan Daerah (Jabar dan Banten)

Nah sekarang kita bandingkan dengan tunjangan daerah di Provinsi Jawa Barat, berdasarkan Peraturan Gubernur  Jawa Barat No119/209, PNS di Pemda Jawa Barat mendapatkan Tunjangan Tambahan Penghasilan sebagai berikut:

No Eselon/Golongan TPP
1 Eselon IB 32.000.000
2 Eselon IIA (Sekda) 25.000.000
3 Eselon IIA (Kepala OPD) 23.000.000
4 Eselon IIA 19.000.000
5 Eselon IIB 19.000.000
6 Eselon IIIA 11.000.000
7 Eselon IIIB 9.000.000
8 Eselon IV 7.000.000
9 Gol IVE 2.950.000
10 Gol IVD 2.900.000
11 Gol IVC 2.850.000
12 Gol IVB 2.800.000
13 Gol IVA 2.750.000
14 Gol IIID 2.400.000
15 Gol IIIC 2.350.000
16 Gol IIIB 2.300.000
17 Gol IIIA 2.250.000
18 Gol IID 1.650.000
19 Gol IIC 1.600.000
20 Gol IIB 1.550.000
21 Gol IIA 1.500.000
 Bagaimana dengan Provinsi Banten? walaupun jalan berlubang dimana-mana, ternyata Tunjangan Perbaikan Penghasilan Pemerintah Provinsi Banten juga cukup besar.  Silahkan disimak TPP tahun 2010 berdasarkan Pergub No. 27 tahun 2009 tentang Standard Satuan Harga Umum Provinsi Banten.

No Eselon/Golongan Besaran (Rp)  Ket
1 Eselon I 50.000.000 Sekda
2 Eselon II/a 20.000.000
3 Staf Ahli Gubernur 10.000.000
4 Eselon II/b 10.000.000 Kepala DPKAD dan Bappeda Rp 20.000.000
5 Eselon II/b 7.500.000 Ka Biro Hukum Rp 10.000.000
6 Eselon III/a 4.000.000
7 Eselon III/b 3.000.000
8 Eselon IV/a 2.500.000
9 Eselon IV/b 1.750.000
10 Gol IV 1.500.000
11 Gol III 1.100.000
12 Gol II    700.000

sumber: http://www.setagu.net

Nanti kita akan coba lihat pemerintah daerah yang lain. Balik ke tema awal, yang sebenarnya betul-betul kasihan adalah PNS pusat yang belum mendapatkan remunerasi, hanya mendapatkan gaji pokok dan tunjangan umum saja sebesar Rp. 195,000 (gol. IV),
Rp. 185,000 (gol III), 180,000 (gol II) dan Rp. 175.000 (gol. I). Kasus ini terjadi misalnya di Kementrian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif.

Namun adakalanya memang PNS pusat di tempat-tempat basah mendapatkan “penghasilan tambahan” yang fantastis. Seorang Widyaiswara PU yang mengobrol santai dengan saya di ruang tunggu Kedubes Jepang mengeluh karena ditugaskan training ke luar negeri. Di dalam negeri dia bisa mendapatkan take home pay sampai mencapai Rp. 50.000.000.- sebulan. Kontras den
Nah, karena ada sumber-sumber tidak jelas itulah, konon di beberapa Departemen pejabat terasnya menghalangi proses pengajuan remunerasi, karena mereka bisa mendapat lebih banyak dibanding jika sudah remunerasi.

Tunjangan Kinerja Daerah (Jakarta)

Dalam posting soal remunerasi maupun diskusi di facebook, ada beberapa komentar yang menyatakan bahwa profesi pendidik dimanjakan. Di diskusi lain, juga banyak yang berkomentar bahwa PNS pusat dimanjakan dan PNS daerah dimarginalkan. Benarkah? mari kita bandingkan dengan TKD (Tunjangan Kinerja Daerah ) beberapa provinsi/ kabupaten di Indonesia. Kita mulai dari DKI Jakarta.

Screen Shot 2013-01-22 at 10.03.08 AM

Screen Shot 2013-01-22 at 10.02.48 AM

untuk beberapa jabatan fungsional lain ada revisi TKD di tahun 2011, mari disimak:

Screen Shot 2013-01-22 at 10.09.27 AM

Nah, makanya saya sering berseloroh jika Gaji Dosen biasa (bukan profesor dan pejabat) di UI lebih kecil dari Guru SD di Jakarta. 😉

 

Pendidikan Membuang Sampah

Apa hubungan banjir dan pendidikan?

Banjir memang persoalan multidimensi, ada banyak penyebabnya: tata kota yang semrawut, perizinan yang kacau, korupsi pembangunan infrastruktur dan curah hujan yang tinggi. Namun salah satu penyebab banjir juga kegagalan sistem pendidikan kita. Nah lho, kegagalan yang mana?

Kegagalan sistem pendidikan kita di semua sektor adalah ketidakberhasilan mengajarkan peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya. Ini hal sederhana yang kerapkali dilupakan, karena mungkin dianggap terlalu sepele. Maka kita saksikan, di sekolah, di jalan atau di rumah, mereka dengan mudah melempar bungkus bekas makanan ke jalan, selokan atau halaman. Akibatnya, ya banjir.

Persoalan membuang sampah ini persoalan yang amat sederhana dalam membangun karakter. Tidak dengan teori yang susah-susah. Guru dan dosen mengajarkan dan memberi contoh. Sekolah dan kampus menyediakan tempat sampah yang memadai. Anak didik diajarkan memberi contoh kepada keluarganya di rumah.

Jika budaya bersih dibawa dalam kehidupan mereka, insyaAllah akan terintegrasi dengan sikap mental, lebih jauh lagi kita akan punya generasi yang bersih dari korupsi.

Flea Market di Kyoto

Flea Market adalah pasar kaget atau dadakan yang menyediakan barang layak pakai, hampir semuanya bekas, tapi ada juga yang baru. Flea Market yang paling menyenangkan adalah yang digelar di Kyoto City Hall setiap bulan. Barangnya amat beragam, mulai dari pakaian, alat rumah tangga, mainan anak-anak sampai barang antik dan koleksi. Harganya beragam, tapi yang pasti ya jauh lebih murah daripada beli di toko.

kalau sedang beruntung kita bisa dapat barang bintang lima dengan harga kaki lima. Mungkin saja memang si penjual sedang membersihkan rumah-nya, atau mau “membuang” barang yang dikasih bekas pacarnya karena baru putus minggu lalu, he he.

Minggu lalu, Ayu dapet helm sepeda dengan harga hanya 150 yen, sedangkan Ilham dapet jaket keren dan tebal seharga 400 yen. Ibun? dapet boneka kesayangan nodame seharga hanya 50 yen, masih ada labelnya pula. Abah? sedang puasa belanja 😉

Ini foto-foto flea market hari minggu lalu

2013-01-20 11.14.22

2013-01-20 11.14.44

2013-01-20 11.24.27

Flea Market juga seringkali diselenggarakan berbagai organisasi. Sekolahnya Ayu misalnya pernah menggelar Flea Market, alhasil Ayu mendapatkan sepeda seharga 1000 yen. Flea market juga diselenggarakan di YWCU dan International Community House (Kokoka). Flea market di Kokoka juga amat menarik karena diselenggarakan bersamaan dengan Kokoka Open day (Tahun ini tanggal 3 November 2013) dan mahasiswa asing mendapat kesempatan awal masuk ke bazaar sampai pk. 11.30 sebelum dibuka untuk publik.

Budaya Flea Market juga berkaitan dengan sulitnya membuang sampah di Jepun. Disini, membuang sampah dalam volume banyak ya musti membayar. Nah daripada membayar, jual aja di Flea Market, best deal kan?

Oh ini jadwal flea market terbaru di Kyoto City hall dan beberapa tempat lain:

Le Marche at Institute Franco-Japonais du Kansai
Once a month (Irregular)
10:00-16:00
————————————
Kyoto City Hall Flea Market (in front of Kyoto City Hall)
10:00-16:00
2014

Holiday April 29, 2014 (In case of rain: Holiday May 3, 2014)
Sun. May 6, 2014 (In case of rain: Sun. May 18, 2014)
Sun. June 15, 2014 (In case of rain: Sun. June 22, 2014)
Sun. July 6, 2014 (In case of rain: Sun. July 2, 2014)
Holiday Sept. 23, 2014 (In case of rain: Sun. Sept. 28, 2014)
Sun. Oct. 5, 2014 (In case of rain: Holiday Oct. 13, 2014)
Sun. Oct. 26, 2014 (In case of rain: Holiday Nov. 3, 2014)
Sun. Nov. 16, 2014 (In case of rain: Holiday Nov. 14, 2014)
Sun. Dec. 7, 2014 (In case of rain: Sun. Dec. 14, 2014)
2015
Sun. Jan. 18, 2014 (In case of rain: Sun. Jan. 25, 2014)
Sun. Feb. 8, 2014 (In case of rain: Sun. Feb. 22, 2014)
Sun. March 8,2014 (In case of rain: Sat. March 14, 2014)

————————————
Tadasu ichi (Flea market) at Shimogamo Shirine, Tadasuno mori
Irregular 
9:00-15:00
————————————
Kobo-san Market at To-ji Temple (Flea Market, Antique Market) 
on the 21st of each month
5:00-16:30
————————————
Tenjin-san Market at Kitano-tenmangu Shrine (Flea Market)
on the 25th of each month 
6:30-21:00
————————————
Area: Sakyo-ku Hyakumanben
Chion-ji Tezukuri Ichi (Open-air handmade market: food, handmade clothes, etc.) 
on the 15th of each month 
8:00-
http://www.tedukuri-ichi.com/ (Info. in Japanese)
————————————
Heian raku-ichi at Okazaki Koen Park (Sakyo-ward)
(Open-air handmade market: food, handmade clothes, etc.)
on the second Saturday of every month
10:00-16:00
————————————
Area: Kita-ku, Kamigamo
Kamigamo Tezukuri Ichi (Open-air Handmade Market) at Kamigamo Shrine 
on the fourth Sunday every month
http://kamigamo-tedukuriichi.com (Info in Japanese)
Http://ameblo.jp/craft-inc/ (Info in Japanese)
————————————
Area: Shimogyo-ku, Shichijo Omiya-Nishi
Ichimoku Tezukuri Ichi (Open-air Handmade Market) at Umekoji-koen Park, Shichijo entrance.
on the first Thursday every month (except Jan. and May.) 
9:00-16:00
http://www.tedukuri-ichi.com/ (Info in Japanese)
————————————
Saezuri-ichi at Kamigoryo-jinjya Shrine (map
the 18th every month (except May) 9:00-16:00
————————————
Area: Sakyo, Shimogamo,  Hangicho
Kitayama Craft Garden at Garden of Fine Arts (Handmade Market)
on the first Sunday every month (except Jan. and Oct.)
10:00-17:00
http://kamigamo-tedukuriichi.com
http://ameblo.jp/craft-inc/
————————————
Area: Fushimi-ku, Fukakusa
Fujinomori Tezukuri-ichi at Fujinomori Shrine (Handmade, vegetables, live performances)
On the 3rd Sunday every month 
9:00-16:00
http://fuzinomori.sblo.jp/ (Info in Japanese)
————————————
Area: Nakagyo-ku, Oike Takakura
Hachimansan Omoshiro-ichi at Gosho Hachimangu
On Friday every week 
11:00-
http://www.omosiro1.com

(sumber:http://kyoto-playground.blogspot.jp/p/kyoto-flea-market-info.html)