Karir dan Remunerasi Dosen di Indonesia I

Sudah sebulan ini konsentrasi saya terpecah antara mengerjakan kewajiban menulis beberapa paper tentang politik lokal dan ketertarikan mengamati perkembangan dunia perdosenan. Ya, dunia saya sendiri setidaknya sampai nanti berumur enampuluh lima tahun. Baru-baru ini muncul Draf Permenpan tentang Jabatan Akademik Dosen, Draf Permendikbud tentang Pengangkatan Dosen Tetap di Perguruan Tinggi,┬áDraf Permendikbud tentang Pemberian Tunjangan Profesi…

Refleksi 2012

tahun 2012 sudah akan berlalu. Tahun ini amat keras tapi juga manis, dilalui dengan penuh cinta dan perjuangan. Apa saja yang sudah diraih, aku coba tuliskan dibawah, bukan buat riya, tapi untuk catatan pengingat agar senantiasa bersyukur: 1. Mendapat kepastian beasiswa Dikti ke Doshisha University Jepang 2. Mendapat pelatihan IELTS gratis di IALF, berakhir dengan…

Menjelang Libur

Mendekati akhir tahun kok suasana semakin temaram. Maksudnya konsentrasi terbagi kemana-mana sehingga sulit mengerjakan pekerjaan pokok: menulis dan membaca. Apalagi musim dingin begini, membuat perut cepat lapar dan semangat mudah hilang. bagaimana caranya biar tetap semangat ya? secara butuh konsistensi menyelesaikan berbagai target di akhir dan awal tahun ini, hufff

Melawan Diri Sendiri

Kesulitan terbesar kuliah es tiga adalah melawan diri sendiri. Sulit menjaga fokus, irama dan konsisten pada target yang hendak dicapai. Mahasiswa dituntut lebih mandiri membaca dan menulis. Saya pernah punya rencana one day one chapter journal. Sederhana dan tidak sulit melakukannya. Yang sulit memastikan bahwa tetap bisa melakukannya dikala punya kesibukan lain atau sama sekali…

Ke Kampus Setiap hari kerja

Setiap hari kerja aku mengusahakan banget berangkat ke kampus. Ya, sebetulnya kerja di rumah juga bisa, wong data sebagian ada di rumah dan akses internet juga ada. Apalagi untuk es tiga nyaris gak ada kuliah wajib karena gak ada kredit yang musti diambil. Cuma ada beberapa alasan kenapa ke kampus setiap hari menjadi penting. Pertama,…

Hidup Berkualitas

Sudah tiga bulan lebih beberapa hari aku tinggal di Kyoto. Kami (ya, belakangan keluarga bergabung) tinggal di sebuah apato kecil yang sempit menurut ukuran Indonesia tapi cukup nyaman. Apato kami berjara 3.3 kilometer dari kampus, jadi aku harus mendayung sepeda angin untuk pulang dan pergi, hampir setiap hari. Alhamdulillah, badan rasanya makin ringan, aku hampir…