Ini masih soal sekolah. Ada masa dimana seorang calon mahasiswa berburu LoA sebagai syarat untuk mendapatkan beasiswa. Jaring ditebar, paket aplikasi dikirim ke banyak Professor di seantero bumi, intinya: maukah anda menjadi pembimbing saya? tentu dengan segenap alasan yang dibuat meyakinkan dan mengharu-biru.

Nah, katakanlah dari sekian banyak Professor ada tiga yang bersedia. Kita tentu musti memilih berdasarkan kecocokan riset, kesesuaian dengan universitas dan lokasi, dsb dsb. Tentu saja proses kita lanjutkan hanya dengan satu Professor sampai kita betul-betul berangkat kesana Universitas buat belajar.

Nah seringkali kita terlalu fokus dan girang sampai kita melupakan bahwa ada dua Professor lain yang berhasil kita rayu sampai mau menjadikan kita sebagai student. Seringkali Professor menyatakan bersedia melalui proses yang panjang, membaca detail CV, proposal dan rekomendasi kita serta yang amat penting, dan kadangkala menyingkirkan kandidat lain.

nah disinilah sifat assertif menjadi penting. Jika kita sudah memilih, sampaikan kepada Professor lain yang sudah menerima kita dengan bahasa yang baik. Ingat, Professor-professor yang kita kirimi aplikasi tentu saja berada dalam satu bidang ilmu. Bahkan bisa jadi mereka berada dalam satu peer group, project atau seminar. Jangan sampai kita berada dalam posisi sebagai “persona non grata” dalam pergaulan dalam bidang ilmu kita. gak asyik kan?

Sebagai pengalaman, ada empat Professor yang bersedia menerima saya sebagai murid, dua di Aussie dan dua di Jepun. Saya memilih salah satu Professor di Jepun karena proses di Universitas dan beasiswa berjalan lebih lancar dan pasti. Nah, kesalahan saya adalah cukup lama tak memberi kabar  kepada tiga Professor lain. Padahal mereka amat baik. Seorang mengadakan workshop di Jakarta dan memberi ruang buat saya presentasi di depan koleganya. Seorang lagi, Professor perempuan sepuh dari jepang bahkan membawakan LoA dari dekannya ketika bertemu saya di Jakarta.

Untunglah, saya kemudian sadar dan membuat email, menjelaskan pilihan dan proses beasiswa. Amazing, ketiganya menjawab email saya. Semua menyatakan, “kok lama gak memberi kabar? saya memahami pilihan dan proses beasiswa yang panjang; semoga sukses menjalani studi; semoga di masa depan bisa bertemu di dunia akademik”

waaaaaaa lega rasanya, plong.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s