Sudah sekitar tiga bulan ini aku memiliki rutinitas baru. Ya, setiap jam 7-3, senin sampai jumat aku mesti berangkat ke Kuningan. Untuk kesekian kalinya aku mengikuti kursus bahasa Inggris. Saking bodoh dan tak berbakatnya dalam bahasa Inggris, aku mesti ikut lagi kelas bahasa πŸ˜‰ Jangan dihitung ke berapa kali deh, malu soalnya

Namun kali ini istimewa. Pertama, kursusnya di IALF Jakarta. Ya, istimewa sekali karena nampaknya untuk belajar bahasa inggris, terutama IELTS IALF termasuk yang terbaik di Indonesia dengan semua pengajar native speaker. Apalagi kedua, kursus kali ini gretongan. Ya, aku mendapatkan pembiayaan dari dikti untuk mengikuti kursus ini. dulu sempat beberapa kali “meniatkan” diri untuk ikut kursus di IALF, namun dana gak ngumpul-ngumpul, selalu kalah oleh prioritas lain. Alhamdulillah, kali ini bisa mendapatkannya, gratis– enam bulan pula.

ketiga, kursus kali ini istimewa karena aku gak ngejar skor untuk ndaftar kuliah. ya, aku sudah diterima sekolah dan tinggal berangkat ke Jepun september nanti, pas setelah kursus selesai dan lebaran. jadi lebih menikmati saja, walaupun skor 6.5 disyaratkan dikti kalau mau mendapatkan living cost (ditambah absen musti diatas 90%, lha kalo dibawah 85% malah didenda 18 jeti).

keempat, mendapat teman baru. mendapat teman (dan guru) baru selalu istimewa πŸ™‚

 

Iklan

7 tanggapan untuk “Belajar Bahasa Inggris (lagi) di IALF Jakarta

  1. selamat siang pak abdul hamid. Ikut senang dengan cerita bapak. Ada yang ingin saya tanyakan. Untuk bisa mengikuti pelatihan bhs inggris lewat dikti terutama IALF jakarta, bapak melalui tes mana? karena saya pernah lolos tes sebelum masuk pelatihan tetapi karena letak pelatihan yang terlalu jauh saya tidka konfirm, menyesal sih.. apalagi saat ini saya sangat membutuhkannya. Bagaimana bapak bisa ditempatkan di IALF jakarta?

    1. Mbak etty, dari sejak awal memang saya sudah kirim email ke IALF dan juga surat ke dikti untuk minta ditempatkan di ialf jakarta.nah, begitu mendapatkan pengumuman mendapatkan hasil dan ditempatkan di ugm saya langsung berangkat ke dikti untuk minta dipindahkan ke jakarta dengan alasan sedang mempersiapkan keberangkatan sekolah ke jepang sebagai penerima beasiswa dikti. nah, dikti keukeuh gak memperbolehkan. ndilalah, malah IALF yang mengirim email menawarkan kursus disana karena ada kursi yang kosong. begitu ceritanya mbak. dari beberapa rekan lain yang pindah lokasi pelatihan ke IALF Jakarta dari bogor, lampung dan ITI serpong, lobby memang langsung ke IALF jakarta, tidak melalui dikti.

  2. Mas, saya Ira, kebetulan saya berniat untuk apply beasiswa fullbrigt di USA dari DIKTI, cm skor TOEFL saya belum cukup. Gimana caranya ya mas spy saya bisa dapat gratis kursus TOEFL\IELTS seperti mas? Apa harus daftar beasiswanya dulu? Kemana saya harus apply untuk mendapatkan kursus tsb? Krn seperti yg mas tau, kalau biaya sendiri, itu cukup mahal. Nuhun

  3. aslmkum..
    mas nama saya haryanto, mahasiswa UGM, kebetulan saya akan penelitian tentang politik klan..
    masalah yang saya hadapi masih sedikitnya literatur ataupun studi-studi tentang politik klan yang sy peroleh, karena itu saya meminta masukannya mengenai literatur2 yang bisa dijadikan referensi… selain itu, boleh saya meminta makalah mas tentang “Klan Politik dalam Politik Lokal Indonesia”… kiranya mas hamid bisa membantu…
    ini email saya mas ( harymusi@gmail.com)
    sukron..

  4. Asalamualaikum Mas..
    Saya dian, saya sdg hunting beasiswa dikti yang full. kira2 apa sajaa yg harus saya persiapkan?
    apa saya harus cari Beasiswanya dulu atau les ielts dulu?
    terima Kasih

    1. Mbak Dian, syarat beasiswa dikti kita sudah mesti officially diterima sebagai student di tempat kita akan belajar. Tentu saja kampus di luar negeri memiliki syarat penerimaan, dan pastinya bahasa Inggris baik berupa TOEFL atau IELTS. Nah, jadi tetapkan dulu kampus mana yang akan dikejar, lihat syaratnya dan penuhi. Jika IELTS kurang ya belajar IELTS dulu, jika sudah cukup ya ndak usah. Nah kalau syarat dipenuhi sebaiknya berkomunikasi langsung dengan Professor atau administrasi di kampus untuk proses penerimaan. Jika sudah diterima alias dapet Letter of Aceptance (LoA) baru melamar beasiswanya ke dikti. semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s