Pra Keberangkatan

2 November

Hari-hari di Anyer amat menggelisahkan. Tak ada kepastian kapan visa akan keluar. Gabriel memang kirim email bahwa kamis visa kemungkinan turun, tapi tak ada jaminan.

kegelisahan musti dijawab. Aku menelepon TLS Contact menanyakan kabar Visa. Jawabannya, belum keluar. Besoknya diminta menelepon lagi besok setengah sepuluh dan kalau masih belum langsung menghubungi kedutaan perancis. Hmmm

Malamnya, selesai penutupan acara (dan tak ada pengumuman menang ato kalah), aku memutuskan pulang ke Jakarta. Sampai serang lewat tengah malam, jadi memutuskan tinggal dulu di rumah jelek di serang.

3 November

Sudah mencatat beberapa nomor telepon, karena jam 9-11 aku berada di bis menuju Jakarta. Duh, tegang sekali.

Jam 10, masuk email memmberitahukan paspor sudah bisa diambil. Bisa diambil? Taka ada keterangan apakah visa didapatkan atau ditolak. Aku coba mengakses account TLS-ku di BB, tak bisa. Akhirnya turun bis di Pancoran langsung sarapan di circle K Pancoran, mencari wifi gratis. Tetap saja, infonya, bisa mengambil paspor, cuma mesti bawa slip penyerahan dokumen. Nah lo, slipnya dimana pula?

Akhirnya merubah rencana, tadinya mau ke TLS contact, jadinya pulang dulu cari slip dan ketemu Ilham dan Ayu.

Slipnya gak ada pula, walaupun dicari bolak-balik. Akhirnya menelepon petugas TLS dan boleh mengambil paspor asal bikin surat pernyataan diatas materai bahwa slip-nya hilang.

Sore-nya aku ke kantor TLS contact di Gedung UOB Buana lt. 17. Nah sampai di gedung, aku diarahkan satpam melalui lift untuk pekerja. Kenapa pula ini, padahal sudah mepet sebelum kantor TLS tutup. Di lift pekerja, seorang satpam bilang, “pake sandal ya pak?”. Atsaga, kurang ajar bener nih aturan gedung.

Urusan di TLS selesai, aku turun melalui lift biasa, dan begitu bertemu satpam yang mengarahkan ke lift pekerja, langsung aku Tanya “ saya diminta lewat belakang, karena pake sandal?”. Ia menjawab “iya pak, aturan di gedung ini”

AKu langsung marah dan minta aturan tertulis, eh si satpam malah bilang ini keputusan Direktur, tapi direktur sibuk, blab la blab la. Duh kalo gak inget besok mau ke negeri orang udah gw tonjok. Secara ini melukai perasaan terdalam penggemar sandal seperti aku.

Hari ini berakhir gembira karena visa sudah di tangan sekaligus gara2 diskriminasi pengelola gedung uob buana terhadap pemakai sandal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s