Semangat Zaman

Setiap zaman punya semangat yang berbeda.

Waktu dulu masih kuliah — masih muda, ganteng dan kurus — semangat reformasi amat terasa. Maka berpolitik kampus menjadi hal yang amat mengasyikkan. Benturan ideologi, diskusi dan rapat sampai pagi, berorganisasi atau demonstrasi menjadi hal yang membanggakan. Mahasiswa gitu loh. Maklum waktu itu kita diajari bahwa mahasiswa adalah agent of change.

Abah waktu masih muda dan ganteng

Sebuah pengalaman menarik, aku memilih tidak belajar sama sekali ketika UAS Statistika Sosial gara-gara terlalu sibuk berkampanye jadi Ketua Senat. Alhasil, hanya bisa menulis puisi di lembar jawaban. Ya tidak lulus, tidak apa-apa, itu konsekuensi. Lagian masak gak punya pengalaman gak lulus mata kuliah, he he (alesan mode: on).

Zaman berubah, tantangan juga berubah dan tentu saja semakin berat.

Ketika sekarang mengajar dan memandangi para mahasiswa yang muda dan bersemangat seringkali bertanya-tanya. Apa ya yang berbeda? Apa yang penting (prioritas) dilakukan? Belajar? demonstrasi? menguasai bahasa asing? magang? diskusi? dagang? berpolitik praktis?

Ah biar setiap generasi mendefinisikan kebutuhannya sendiri……………………..

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s