POLITIK LOKAL BANTEN, CATATAN DAN PREDIKSI

Secara umum, kita semua harus bersyukur bahwa label sebagai daerah jawara, dimana kekerasan fisik menjadi alat utama sebagai cara mendapat kekuasaan politik sudah amat berkurang di Banten. Bagaimanapun di era awal Banten terbentuk sebagai provinsi, label ini amat melekat dan menimbulkan ketidaknyamanan. Demonstrasi mahasiswa yang dihadapi massa bersenjata atau wartawan dikalungi golok, adalah fenomena biasa di masa itu.

Namun bukan berarti lantas politik adiluhung sudah mendapatkan posisi dalam belantara politik di banten. Arah politik lokal banten justru mengarah kepada pembentukan dominasi politik di bawah klan politik (baca: dinasti atau keluarga) tertentu.

Mengapa hal tersebut terjadi? Tulisan ini memberikan catatan dan proyeksi seputar pembentukan klan politik dan proyeksi seputar pemilihan Gubernur yang akan datang.

Klan Politik : Gurita Ciomas

Collins menjelaskan bahwa The clan is thus an informal organization built on an extensive network of kin and fictive, or perceived and imagined, kinship relations”. Terdapat dua ciri yang menandai klan, pertama kekerabatan sebagai fondasi dasar; kedua, jaringan sebagai prinsip pengorganisasian unit-unit dalam klan (Collin. 2006: 35).

Ada beberapa alasan kenapa kecenderungan politik lokal di Banten mengarah kepada pembentukan klan politik. Lanjutkan membaca “POLITIK LOKAL BANTEN, CATATAN DAN PREDIKSI”

Iklan